Penulis: Siti Rulli | Editor: Handa

Momen pertumbuhan si kecil menjadi hal yang paling berharga. Di masa-masa golden age ini Bunda bisa mengajarkan hal-hal baik agar si kecil tumbuh menjadi anak yang membanggakan. Ada banyak hal-hal kecil yang baik yang bisa Bunda ajarkan pada anak, misalnya pengetahuan agama.

Jika Bunda seorang muslim, Bunda bisa mengenalkan hadist pada si kecil. Hadist yaitu suatu hal yang diambil dari perilaku, perkataan, perbuatan, dan ketetapan yang mendapat persetujuan Rasulullah SAW. Hal ini agar anak dapat memahami aturan-aturan agama sejak kecil.

Lantas, apa saja hadis pendek yang bisa Bunda ajarkan ke si kecil? Berikut tim Catatan Bunda telah rangkumkan dari berbagai sumber. Yuk, disimak baik-baik Bund!

1. Hadist Tentang Niat

Lafal : Innamal a’malu binniyat.

Artinya : “Sesungguhnya amalan tergantung dari niat.” (HR Bukhari)

Bunda, ajarkan pada anak bahwa segala sesuatu yang ingin dilakukannya tergantung pada niatnya. Jika diawali dengan niat yang baik, maka Insya Allah juga akan mendapatkan hasil yang baik pula.

2. Hadist Tentang berbuat baik

Lafal : Kullu ma’rufin sodaqoh.

Artinya : “Setiap perbuatan baik adalah sedekah.” (HR Bukhari)

Sampaikan pada si kecil bahwa setiap perbuatan baik merupakan sedekah baginya. Hal ini bisa mengajarkan si kecil agar terus berbuat baik.

3. Hadist Tentang Kebersihan

Lafal : At Thohuru syatrul iman.

Artinya : “Kebersihan itu adalah sebagian daripada iman.” (HR Muslim)

Ajarkan si kecil untuk membuang sampah pada tempatnya. Meskipun cukup sederhana, namun cukup ampuh mengajarkan perihal kebersihan kepada anak. Sehingga ketika ia sudah beranjak dewasa, ia akan terbiasa menjaga kebersihan.

4. Hadist Tentang Salat

Lafal : Miftaahul Jannati As Sholaah

Artinya : “Kunci surga adalah Salat.” (HR Ahmad)

Penting untuk Bunda sampaikan pada si kecil bahwa sebagai umat Islam, ia harus menunaikan salat wajib 5 waktu. Selain wajib, menjalankan salat akan mengantarnya pada pintu kebaikan.

5. Hadist Tentang Larangan Suap

Lafal : La’ana Rasulullah SAW ar rasyia wal murtasyia

Artinya : “Laknat Rasulullah SAW pada orang yang menyogok dan disogok.” (HR Abu Daud)

Ternyata, sejak dahulu aturan tentang suap-menyuap telah ada. Bahkan Rasulullah melaknat orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut. Penting untuk disampaikan pada si kecil agar ia menghindari hal tersebut.

6. Hadist Tentang Mengajak Kebaikan

Lafal : Ad dallu alal khairi kafaa ilahi

Artinya : “Orang yang mengajak dalam kebaikan akan mendapatkan pahala sama dengan yang diajak.” (HR Tirmidzi)

Selain berbuat baik, Bunda juga bisa menyampaikan bahwa ketika mengajak seseorang berbuat baik akan mendapatlkan pahala. Hal kecil yang bisa menjadi contoh yaitu cara membuang sampah pada tempatnya. Jika anak mengingatkan teman agar membuang sampah pada tempatnya, maka ia juga akan mendapat pahala yang sama karena telah menjaga kebersihan.

7. Hadist Tentang Keutamaan Tersenyum

Lafal : Tabassumuka fi wajhi akhika sodaqoh

Artinya : “Tersenyumlah dihadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR Tirmidzi)

Sampaikan pada si kecil daripada ia cemberut, lebih baik tersenyum. Selain memberi positif energi, ternyata tersenyum juga termasuk sedekah.

8. Hadist Tentang Saling Menyayangi

Lafal : Man la yarham laa yurham

Artinya : “Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi.” (HR Bukhari)

Hadist ini mengajarkan untuk saling menyayangi. Sampaikan pada si kecil bahwa seseorang yang penyayang, maka ia juga akan disayang oleh banyak orang.

9. Hadist Tentang Tidak Boleh Menyerupai Suatu Kaum

Lafal : Man tashabbaha bi qaumin fahuwa minhum.

Artinya : “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia tidak akan digolongkan sebagai kaum tersebut.” (HR Abu Daud)

Inilah pentingnya menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Hal ini agar si kecil memiliki keyakinan dan keteguhan, sehingga ia tidak akan menyerupai suatu kaum pendosa suatu saat nanti.

10. Hadist Tentang Jangan Suka Marah

Lafal : Laa taghdob walakal Jannah

Artinya : “Janganlah kamu suka marah maka bagimu adalah surga.” (HR Thabrani).

Hayo siapa yang buah hatinya sering marah atau tantrum ketika keinginannya tidak dipenuhi. Nah, Bunda bisa menyampaikan hadis tentang larangan marah. Dengan begitu, si kecil bisa paham dan mampu mengontrol kemarahannya.

11. Hadist Tentang Doa

Lafal : Ad du’aau mukhkhul ibaadah

Artinya : “Doa adalah inti dari sebuah ibadah.” (HR Tirmidzi)

Mengenalkan doa pada si kecil sejak dini juga penting Bunda lakukan. Hal ini agar si kecil tahu dan paham akan keagungan dan keesaan Allah SWT.

12. Hadist Tentang Takutlah Hanya Pada Allah

Lafal : Ittaqillaha haitsu maa kunta

Artinya : “Takutlah hanya kepada Allah dimana kamu berada.” (HR Tirmidzi)

Ingatkah Bunda saat kecil kita seringkali ditakut-takuti dengan berbagai hal, salah satunya hantu. Nah, Bunda bisa sampaikan agar si kecil takut hanya pada Allah SWT, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

13. Hadist Tentang Menghibur Orang Lain Yang Tertimpa Musibah

Lafal : Man ‘azzaa musaaban falahu mitslu ajrih

Artinya : “Barang siapa menghibur orang lain yang tertimpa musibah, maka pahalanya sama dengan orang yang tertimpa musibah.” (HR Tirmidzi)

14. Hadist Tentang Tidak Boleh Belaku Curang

Lafal : Man ghassyanaa fa laisa minnaa

Artinya : “Siapa yang berbuat curang bukan golongan kami.” (HR Muslim)

Perilaku curang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menanamkan hadist ini sejak kecil, harapannya agar si kecil tidak berlaku curang walau dalam situasi yang sulit sekalipun.

15. Hadist Tentang Tidak Boleh Mengambil Milik Orang Lain

Lafal : Manintahaba nuhbatan fa laisa minnaa

Artinya : “Siapa orang yang merampas milik orang lain bukanlah golongan kami.” (HR Tirmidzi)

Bunda, mengajari anak untuk bersyukur dengan apapun yang dimiliki juga tak kalah penting, lho. Hal ini juga tertuang dalam hadist riwayat Tirmidzi bahwa kita tidak boleh mengambil milik orang lain.

Itulah kumpulan hadist pendek yang bisa Bunda ajarkan ke si kecil! Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan bersama di keluarga ya Bund!

Baca juga: