Penulis: Diana Islami | Editor: Aufia

Rumah tangga tak melulu soal kebahagiaan, ada kalanya harus menghadapi pasang surut. Semua pasangan suami istri pasti akan menghadapi berbagai ujian hidup. Bahkan, kalau masalahnya terlalu berat kadang bisa memicu konflik, amarah memuncak hingga terlontar kata kasar dari mulul suami. Nah, dimomen inilah pasti Bunda akan merasa kecewa.

Biar tidak berlarut-larut, tak ada salahnya Bunda mengungkapkannya lewat kata-kata kecewa untuk suami. Siapa tahu bisa jadi bahan renungan suami. Atau paling tidak, rasa kecewa Bunda sudah terungkapkan, jadi tidak terpendam terlalu lama.

Anyways, dilansir dari berbagai sumber, berikut kumpulan kata kecewa untuk suami.

  1. “Sudah berusaha menjadi yang terbaik, sudah mencoba melakukan yang kau mau, namun tetap saja orang ketiga terlihat lebih menarik dibanding aku.”
  2. “Aku hanya ingin menjadi istri yang terbaik untuk suami, namun sepertinya perjuanganku kini tidak berarti sejak kehadiran wanita lain yang singgah di hidupmu.”
  3. “Rasanya aku sudah lelah dengan perilakumu akhir-akhir ini. Bagaimanapun aku berusaha untuk tetap memercayaimu, namun sayang aku tidak bisa menahan rasa kecewaku padamu.”
  4. “Aku tidak mengerti dengan cara berpikirmu yah, diamnya istri itu bukan berarti membiarkanmu berbuat sesuka hati dan menyakitiku.”
  5. “Bagaimana aku bisa tenang, jika setiap kali kau pulang bukan lagi aku yang kau cari, saat kau terbangun bukan lagi namaku yang kau sebut. Bagaimana aku akan menjadi tenang jika tidak ada lagi cinta untukku di matamu.”
  6. “Jujurlah kalau aku ini sudah tidak membuatmu tertarik lagi. Aku tak ingin kamu makin tenggelam dengan asyik di duniamu sendiri dan menganggap seolah aku bukan siapa-siapa bagimu.”
  7. “Aku akan menjadi cerminmu. Apa yang kamu perbuat juga akan kuperbuat. Sama halnya jika kamu sudah mengecewakanku, maka aku juga akan begitu.”
  8. “Lelah hati menunggu, namun kau tak dapat menutup sendu. Kau begitu dalam membuat luka hatiku, membuatku terus terhanyut dalam kesedihan, membuatku terus meratap apa yang seharusnya aku lupakan.’
  9. “Ketika aku menangis melihat sikap acuhmu, bukan karena diri ini terlalu cengeng dan lemah, namun karena hati ini sudah tidak bisa memendam rasa sakit yang kau berikan.”
  10. “Sungguh aku hanya ingin kau tahu bahwa menyia-nyiakan seseorang yang benar-benar tulus bukan perbuatan yang menyenangkan.”
  11. “Untuk suamiku, janganlah kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Perlu kamu tahu, sayang, aku tidak bisa terus-menerus muda dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam seumur hidup mereka.”
  12.  “Jika yang kamu harapkan adalah seseorang yang senantiasa mengantar bunga untukmu di pagi hari, maaf jika aku hanya mampu untuk mengajakmu merajuk bunga mimpi masa depan kita.”
  13. “Yang aku ingin selama ini bukanlah rangkaian kata-kata indah tanpa makna karena aku ingin hanya sebuah kata sederhana, namun penuh dengan beribu makna di dalamnya.”
  14. “Jika sebuah batu yang sangat keras bisa dibuat hancur oleh tetesan air. Tak jauh beda dengan hatiku, akan remuk hancur melihat air mata yang mengalir di pipimu.”
  15. “Pergilah dan lakukan semua apa yang kamu inginkan, jika keberadaanku sudah membuatmu tidak nyaman lagi bagimu.”
  16. “Beberapa dari bekas luka lama belum sepenuhnya sembuh total. Ia dapat merekah dan berdarah lagi hanya karena ucapan yang sangat enteng.” – Goerge R.R. Martin
  17. “Bukan karena kurangnya cinta dalam pernikahan, namun kurangnya persahabatan yang membuat pernikahan tak bahagia.” – Friedrich Nietzscher
  18. “Tidak perlu berpura-pura menjadi suami yang selalu setia kepada istri, jika di luar rumah saja kau masih sering menatap lembut kepada wanita lain.”
  19. “Jika kau tidak bisa menjadi suami yang sempurna dengan segala kelebihan, setidaknya jadilah suami yang baik dengan menjaga kepercayaanku.
  20. “Aku harap hal sepele, di mana masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawab dan rahasia kita itu, kamu bawa keluar dan membicarakannya dengan banyak orang.”

Itulah Bund, kata-kata kecewa untuk suami yang bisa Bunda utarakan. Tapi harap diingat ya Bund, jika masalah yang dihadapi benar-benar serius, baiknya dikomunikasikan baik-baik ya. Selamat Mencoba!

Baca Juga: