Penulis: Vinna | Editor: Handa

Bayi yang baru lahir memang memiliki sistem kekebalan tubuh, namun sistem kekebalan tubuh yang dimiliki mereka belum matang. Sehingga, mereka bisa rentan terkena penyakit atau infeksi sewaktu-waktu, termasuk terkena pilek.

Bayi yang mengalami pilek untuk pertama kalinya bisa membuat orangtua khususnya Bunda merasa khawatir dan cemas. Untuk itu Bunda perlu mengetahui apa saja langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi pilek pada buah hati di awal kehidupan mereka.

Gejala-gejala Bayi yang Terkena Pilek

Pilek adalah adanya infeksi virus di hidung dan tenggorokan bayi. Hidung tersumbat dan hidung keluar ingus atau meler adalah tanda utama bayi mengalami pilek. Bayi sangat mungkin terkena pilek, sebagian penyebabnya karena mereka sering berada di sekitar orang dan anak yang jauh lebih tua.

Juga, mereka belum mengembangkan kekebalan tubuh terhadap banyaknya infeksi yang ada. Dalam tahun pertama kehidupan mereka, kebanyakan bayi mengalami enam sampai delapan kali pilek. Tanda-tanda pertama pilek pada bayi, yaitu:

  1. Hidung tersumbat atau hidung keluar ingus (meler)
  2. Hidung mengeluarkan cairan yang awalnya berwarna bening, tetapi mungkin menebal dan akhirnya berubah menjadi warna kuning atau hijau.

Tanda dan gejala pilek lainnya pada bayi, yaitu:

  • Demam
  • Bersin
  • Batuk
  • Nafsu makan berkurang
  • Mudah marah
  • Sulit tidur
  • Kesulitan saat sedang menyusui atau minum botol susu karena hidung tersumbat.

Langkah Mengatasi Pilek pada Bayi

Orang tua khususnya Bunda dapat merawat bayi yang baru lahir yang mengalami pilek di rumah. Tubuh bayi sedang belajar untuk melindungi dirinya sendiri, dan bantuan yang dapat ditawarkan Bunda adalah kenyamanan selama berlangsungnya hal tersebut. Mungkin diperlukan waktu hingga 2 minggu agar gejala pada bayi tersebut hilang sepenuhnya.

1. Memberikan ASI atau Susu Formula

Berikan ASI atau susu formula kepada buah hati sesering mungkin. Jangan beri mereka jus, karena mengandung gula yang tinggi. Agar Bunda bisa tahu apakah mereka cukup menyesap ASI atau susu formulanya, periksalah apakah urin buah hati Bunda berwarna terang atau tidak. Jika gelap, dorong buah hati untuk minum lebih banyak ASI atau susu formulanya.

2. Menggunakan Bulb Syringe

Jika buah hati mengalami kesulitan bernapas karena adanya banyak lendir atau kotoran di hidung, Bunda bisa  mengeluarkannya dari hidung buah hati dengan menggunakan Bulb Syringe. Langkah pertama, sebelum memasangkannya pada buah hati, peras Bulb Syringe terlebih dahulu hingga udara di dalamnya keluar.

Kedua, masukkan ujung Bulb Syringe nya dengan lembut ke hidung bayi. Langkah selanjutnya yang ketiga, jika Bulb Syringe mengenai lendir atau kotoran segera hentikan meremas Bulb Syringe. Keempat, buang lendir atau kotoran tersebut dan bersihkan hingga bersih. Langkah terakhir, ulangi di sisi lain hidung bayi hingga kedua sisi hidung buah hati bersih.

3. Semprotan hidung-Saline Drops atau Spray

Semprotan hidung dapat membantu meringankan hidung tersumbat karena mampu mengencerkan lendir kental yang menyumbat hidungnya. Belilah Saline Drops atau Spray yang dijual di apotek terdekat, atau Bunda bisa membuatnya sendiri di rumah. Cara membuatnya adalah siapkan secangkir air hangat dan masukan setengah sendok teh garam dapur dan aduk rata.

Posisikan buah hati Bunda dengan  berbaring telentang, dan gunakan pipet untuk memasukkan dua atau tiga tetes Saline Drops atau Spray ke setiap lubang hidungnya. Setelah selesai, bersihkan lendir atau kotorannya atau Bunda bisa gunakan Bulb Syringe untuk menyedotnya.

4. Gunakna Pelembab Udara (Humidifier)

Kelembaban udara dapat membantu meredakan batuk dan sesak pada buah hati. Sehingga Bunda membutuhkan Humidifier karena alat tersebut dapat menambah kelembaban udara. Untuk menjaga bayi tetap aman, sebaiknya Bunda bisa menggunakan pilihan Cool-Mist Humidifier.

Tidak disarankan menggunakan pilihan Warm-Mist Humidifier karena uap dan air panasnya dapat menyebabkan buah hati mendapatkan luka bakar. Penting disarankan untuk Bunda mengganti airnya setiap hari, dan membersihkannya sesuai dengan tata cara yang tertera di kemasan produknya. Hal ini untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri di dalamnya.

5. Mendapat Tidur yang Cukup

Bayi membutuhkan lebih banyak waktu tidur saat mereka sedang sakit, tetapi karena gejala pilek yang mengganggunya itu dapat membuat buah hati menjadi sulit untuk tidur. Rutinitas sebelum  waktu tidur yang menenangkan -seperti mandi atau bermain musik bersama- dapat sangat membantu mendorong buah hati untuk tertidur.

Dan jangan lupa untuk memberikan banyak pelukan hangat pada buah hati tercinta. Ini diperlukan karena sentuhan Bunda dapat meringankan ketidaknyamanan dan membantunya merasa lebih rileks.

Sekalipun bayi yang baru lahir memang mudah terkena virus atau infeksi termasuk pilek, namun tidak ada salahnya jika Bunda mencoba berusaha mengurangi resiko agar buah hati tidak terkena pilek dengan menjaga kebersihan dan hidup sehat. Jika Bunda khawatir dan cemas dengan keadaan buah hati yang tidak kunjung membaik, Bunda bisa segera mencari pertolongan ke dokter terdekat.

Baca juga: