Penulis: Aliftya | Editor: Handa

Islam begitu memperhatikan kemaslahatan anak yatim dan piatu. Terbukti, banyak dalil di alquran dan hadis yang mengungkapkan keistimewaan mereka, serta anjuran kepada umat Islam untuk menyantuni dan mengurusnya.

Namun, siapakah yang dimaksud dengan anak yatim dan piatu ini? Dikutip dari pendapat Imam as-Syairazi as-Syafi’i (w 476 H), anak yatim adalah seorang yang tidak memiliki ayah—ditinggal mati oleh ayahnya. Sementara itu, yang disebut dengan piatu adalah mereka yang ditinggal mati oleh ibunya.

Pertanyaannya, sampai kapan seorang anak masuk dalam kategori tersebut? Dijelaskan oleh Imam as-Sarakhsi al-Hanafi (w. 483 H), seseorang termasuk dalam golongan yatim piatu sebelum dirinya akil-balig—di mana laki-laki mengalami mimpi basah, sedangkan perempuan ditandai dengan menstruasi.

“Ketika seseorang itu sudah mimpi basah, maka telah keluar dari sifat yatim.” (as-Sarakhsi al-Hanafi w 483 H, al-Mabsuth, h 10/ 30).

Nah, lalu apa saja ya hak-hak yang dimiliki oleh para anak yatim piatu ini? Yuk, cari tahu selengkapnya lewat rangkuman berikut, Bunda!

1. Dididik serta Diberi Makan

Dalam Islam, menghardik dan tidak memberi makan anak yatim piatu dianggap sebagai pendusta. Tindakan tersebut tergolong sebagai dosa berat, sehingga ancamannya pun api neraka. Adapun dalil yang melandasi hal tersebut adalah surat Al-Ma’un ayat 1-3.

“Tahukah kamu individu yang mendustakan agama, itulah individu yang menghardik seorang anak yatim piatu, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada individu miskin.”

2. Mendapat Perlakuan yang Baik

Setiap manusia pada dasarnya dituntut untuk berbuat baik kepada sesama, terutama mereka yang masuk dalam golongan yatim piatu. Perintah tersebut tertuang dalam surat Ad-Dhuha ayat 9-10.

“Maka terhadap seorang anak yatim piatu maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap  pengemis janganlah menghardik”.

3. Dicukupi dan Diurus Segala Kebutuhan Hariannya

Dalam sebuah hadis, Ibnu Abbas r.a. menjelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

“Barang siapa yang memberi makan dan minum individu seorang anak yatim piatu diantara kaum muslimin, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, kecuali dia melakukan satu dosa yang tidak diampuni.”

Hadis lain pun menerangkan bahwa mengurus seorang anak yatim piatu bisa membawa ganjaran yang begitu besar di surga.

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.”

4. Diberi Kasih Sayang

Tidak hanya diwajibkan untuk memberi nafkah lahir, kepada sesama manusia Bunda juga dituntut untuk memberikan kasih sayang kepada anak yatim. Adapun perintah tersebut telah dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Hurairoh r.a.

“Usaplah kepala seorang anak yatim piatu dan berilah makan orang miskin. Barangsiapa yang mengusap kepala seorang anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada seorang anak yatim piatu perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia di surga seperti ini.”

5. Mendapat Perlindungan

Di samping kebutuhan dasar, seperti sandang dan pangan, anak yatim piatu juga berhak untuk mendapat perlindungan. Hal ini pun ditegaskan dalam surat Ad-Dhuha ayat 6.

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.”

Demikian definisi anak yatim piatu dalam Islam beserta hak-haknya. Semoga bisa menambah wawasan ya, Bunda!

Baca juga: