Penulis: Mei | Editor: Handa

Dalam kehidupan menjadi ibu, tentu akan ada banyak perubahan yang terjadi pada Bunda. Salah satu hal yang perlu Bunda biasakan saat menjadi ibu adalah menyusui bayi setiap saat ia butuh. Bahkan tak jarang banyak ibu yang harus begadang demi memberikan asupan ASI kepada sang bayi.

Proses menyusui bayi ini bisa menjadi sebuah pengalaman baru yang penuh tantangan karena Bunda akan merasa kesakitan terutama bagi ibu yang baru melahirkan pertama kali. Lalu, tantangan apa saja yang biasa dialami oleh ibu menyusui? Simak yuk!

1. Puting Terasa Sakit Saat Menyusui

Saat pertama kali menyusui bayi, Bunda akan merasakan puting tiba-tiba sakit. Hal ini sangat wajar dialami di awal penyesuaian diri saat menyusui bayi. Puting yang sakit ini biasanya disebabkan oleh posisi menyusui yang kurang tepat karena terjepit di antara lidah dan langit-langit mulut bayi Bunda.

Bahkan tak jarang jika bayi Bunda tak sengaja menggigit puting Bunda. Itulah mengapa puting akan menjadi lecet atau memerah setelah menyusui. Jika hal ini terjadi pada Bunda, maka Bunda tak boleh mengabaikannya begitu saja.

Bunda perlu berkonsultasi kepada bidan maupun dokter kandungan untuk memberikan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Bunda juga bisa meminta anjuran dokter atau bidan terkait cara menyusui yang benar agar tidak menyebabkan puting sakit dan lecet.

2. Produksi ASI yang Sedikit

Tantangan lain yang dialami Bunda saat pertama kali menyusui adalah produksi ASI yang terlalu sedikit. Masalah ini biasanya terjadi bukan karena produksi ASI Bunda yang menurun, akan tetapi Bunda sedang mengalami dehidrasi, intensitas menyusui yang sedikit, atau bahkan posisi mulut bayi yang kurang benar saat menyusu.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Bunda menyusui bayi lebih sering. Pasalnya, dengan menyusui lebih sering, maka produksi ASI Bunda akan meningkat. Selain itu, posisikan bayi Bunda senyaman mungkin agar bisa menyusu dengan maksimal. Bunda juga bisa menawarkan kedua payudara untuk menyusu, jadi tidak hanya bergantung pada satu payudara saja.

3. Pasokan ASI yang Berlebih

Tak hanya produksi ASI sedikit yang menjadi tantangan Bunda saat menyusui, akan tetapi produksi ASI yang melimpah juga menimbulkan tantangan baru bagi ibu yang pertama kali menyusui. Hal ini tentu akan membuat Bunda dan si bayi merasa tidak nyaman.

Produksi ASI yang berlimpah ini terjadi pada ibu yang memiliki banyak alveoli atau kelenjar produksi ASI di payudara. Pada umumnya jumlah alveoli yang dimiliki ibu sekitar 100.000 hingga 300.000 di setiap payudara.

Jika jumlah alveoli yang dimiliki Bunda lebih dari itu, maka hal ini bisa menyebabkan produksi ASI menjadi melimpah. Selain itu, hal ini biasa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tertentu atau pengaruh obat tertentu yang dikonsumsi oleh ibu.

4. Terjadinya Pembengkakan Payudara

Saat Bunda mulai menyusui si buah hati, maka salah satu masalah yang bisa saja terjadi pada Bunda adalah terjadinya pembengkakan payudara. Tentu saja hal ini menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan bagi ibu baru.

Kondisi payudara yang menjadi lebih besar, lebih berat, dan sedikit lunak saat mulai memproduksi ASI ini sangat normal terjadi pada ibu menyusui. Pembengkakan payudara merupakan hasil dari pembentukan susu yang dapat terjadi pada hari ketiga hingga kelima setelah melahirkan.

Akan tetapi hal ini bisa terjadi kapan saja, terutama jika Bunda memiliki kelebihan pasokan susu atau tidak sering menyusui. Jika hal ini terjadi, sebaiknya Bunda bisa menyusui lebih rutin kepada sang buah hati, sering memijat payudara, atau mengompres payudara dengan air dingin.

5. Bayi Menolak untuk Disusui Sang Ibu

Bayi yang menolak untuk disusui biasanya terjadi karena sedang pertumbuhan gigi, hidung tersumbat, atau karena penyebab lainnya. Jika hal ini terjadi, maka Bunda tidak boleh stres karena kondisi ini wajar dan hanya berlangsung sementara. Bunda bisa membujuk bayi dengan posisi berbeda atau di tempat yang berbeda agar bayi mau disusui kembali.

Itulah beberapa masalah yang sering dihadapi ibu selama menyusui. Hal ini sebagian besar sangat umum dialami oleh para ibu menyusui. Jika hal ini berlanjut, maka Bunda bisa mengkonsultasikan kepada bidan atau dokter kandungan agar masalah ini tidak berlangsung lama.

Baca juga: