Penulis: Irma | Editor: Handa

Bunda tahukah bahwa ada banyak pemicu anak-anak bisa merasa tidak nyaman saat tidur? Bahkan, setelah anak-anak tidur 2 hingga 3 jam. Anak-anak bisa terbangun dan menangis di tengah malam.

Tidur merupakan waktu yang penting bagi anak mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Namun, dengan adanya ketidaknyamanan maka akan mengganggu waktu dan kualitas tidur. Bunda mungkin merasa khawatir, jika ada sesuatu yang buruk pada anak.  Untuk itu, sebaiknya Bunda mengetahui pemicu anak nangis histeris tengah malam.

1. Tumbuh Gigi

Untuk balita, biasanya akan merasa tidak nyaman ketika mereka berada di fase tumbuh gigi. Untuk beraktivitas mereka tidak nyaman, termasuk saat mereka hendak beristirahat. Tumbuhnya gigi membuat kondisi anak lebih sensitif.

Jika anak sudah terlalu sering menangis saat tidur di malam hari karena tumbuh gigi, Bunda bisa mengecek kondisi si kecil ke dokter gigi secepatnya, ya. Mungkin saja, tumbuh gigi si kecil membutuhkan perawatan khusus dari dokter gigi.

2. Tidak Enak Badan

Sama halnya dengan tumbuh gigi, anak-anak bisa menangis pada malam hari karena badannyaterasa sakit. Apalagi anak-anak belum bisa mengungkapkan perasaannya dan apa yang terjadi pada dirinya.

Maka, Bunda bisa mengecek terlebih dahulu kondisi tubuh di kecil untuk memahami apa yang terjadi pada anak-anak. Jika sudah terlalu larut dan tidak memungkinkan untuk ke dokter, Bunda bisa mengompres anak atau memberikannya minuman hangat agar tubuh si kecil lebih tenang.

3. Mimpi Buruk

Jika anak tiba-tiba menangis saat mereka tengah terlelap, bisa jadi pemicunya adalah ia mengalami mimpi buruk. Bisa karena film atau video-video yang ditonton saat siang hari, mainan yang si kecil gunakan saat bermain, atau bisa juga dari pemicu lain yang belum disadari.

Bunda bisa berada di dekat si kecil sampai merasa tenang. Menceritakan dongeng sebelum tidur yang bercerita tentang kebaikan juga bisa menjadi penolong untuk meredakan kecemasan si kecil. Lalu, bantu si kecil untuk kembali terlelap agar waktu tidurnya tidak semakin mengikis.

4. Teror Malam

Pemicu yang satu ini adalah kelanjutan dari mimpi buruk, sehingga anak sering kali menangis secara tiba-tiba, menjadi sangat ketakutan, dan histeris. Teror malam hari yang dialami anak termasuk jarang.

Usia anak yang mengalami teror malam atau night terror terjadi pada umur 4 hingga 12 tahun. Meskipun demikian, bisa terjadi mulai saat anak-anak menginjak 18 bulan. Dilansir dari Kidshealth, night terror ini biasanya lebih sering terjadi pada anak laki-laki.

5. Kurang Tidur

Anak-anak yang tidur terlalu malam atau terlalu lelah bermain pada siang hari bisa merasa tidak nyaman ketika tubuhnya beristirahat. Bunda bisa memastikan bahwa anak tidak terlalu kelelahan saat bermain di siang hari.

Apalagi jika terlalu sering bermain gadget yang mampu membangunkan imajinasi pada anak-anak. Kemudian menyebabkan mimpi buruk. Oleh sebab itu, pastikan si kecil tidak berlebihan dalam memainkan gadget ya Bunda.

6. Perubahan Lingkungan

Suhu ruangan juga bisa menjadi penyebab anak tantrum lho Bunda. Terlalu panas atau terlalu dingin juga bisa membuat si kecil merasa tidak nyaman. Selain itu, perhatikan juga apakah sang buah hati terganggu dengan suara bising dari luar atau bahkan suasana yang terlalu sepi membuatnya takut untuk memejamkan mata.

Oleh sebab itu. penting bagi bunda untuk memastikan lingkungan kamar si kecil dan memberikan pengertian bahwa semuanya baik-baik saja. Dengan begitu, anak bisa merasa nyaman dan bisa kembali tidur dengan nyenyak.

Memahami penyebab anak menangis histeris di malam hari bisa mengurangi rasa khawatir pada Bunda. Dengan begitu, Bunda dan buah hati akan bisa memiliki waktu tidur yang cukup.

Baca juga: