Penulis: Aulia Elsa | Editor: Handa

Indonesia memiliki banyak pahlawan-pahlawan hebat yang telah berjuang bertaruh nyawa untuk memerdekakan Indonesia dari para penjajah. Para pahlawan punya jasa yang besar sehingga bangsa Indonesia bisa bebas merdeka seperti sekarang ini.

Itulah mengapa Bunda perlu mengajarkan nama-nama pahlawan Indonesia kepada si kecil. Selain pahlawan laki-laki, banyak juga pahlawan perempuan Indonesia yang tak kalah hebat dan turut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan. Siapa saja ya mereka? Yuk simak uraiannya, Bun!

1. Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien adalah salah satu pahlawan perempuan yang berasal dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar. Cut Nyak Dien ikut berperang melawan Belanda bersama suaminya.

Suami pertama Cut Nyak Dien yaitu Teuku Cek Ibrahim Lamnga tewas saat bertempur pada 29 Juni 1878. Suami keduanya yaitu Teuku Umar juga tewas tertembak pada 11 Februari 1899.

Tapi setelah itu, Cut Nyak Dien tidak menyerah, ia bahkan sampai diasingkan ke Sumedang  bersama tahanan politik Aceh lainnya. Hingga pada 6 November 1908, Cut Nyak Dien meninggal saat diasingkan.

2. Cut Meutia

Selain Cut Nyak Dien, pahlawan perempuan dari Aceh lainnya adalah Cut Nyak Meutia. Perempuan kelahiran 1870 ini awalnya melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya, Teuku Muhammad.

Namun, sang suami tertangkap oleh Belanda dan dihukum mati pada 1905. Lalu Cut Meutia kembali menikah dengan Pang Nanggroe dan bertempur dengan Korps Marechausée.

Pertempuran tersebut membuat sang suami gugur tepatnya pada tanggal 26 September 1910. Cut Meutia pun masih terus melakukan perlawanan bersama pasukannya yang tersisa, hingga pada akhirnya ia gugur pada 24 Oktober 1910.

3. R.A. Kartini

Siapa yang tidak tau pahlawan yang berasal dari Jepara ini. Raden Ajeng Kartini sangat terkenal sebagai sosok pahlawan perempuan yang gigih dalam memperjuangkan emansipasi wanita.

R.A Kartini merasa bahwa perempuan Indonesia banyak mendapat diskriminasi terutama perihal pendidikan. Berkat perjuangannya, kini perempuan Indonesia memiliki hak dan kesetaraan yang sama dengan laki-laki.

Banyak penghargaan yang diberikan untuk R.A Kartini karena jasa-jasanya, seperti lagu ‘Ibu Kita Kartini’ dan peringatan hari Kartini setiap tanggal 21 April sesuai hari kelahiran Kartini. R.A Kartini juga memiliki buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

4. Raden Dewi Sartika

Sama seperti R.A Kartini, Raden Dewi Sartika juga memperjuangkan perempuan pribumi dalam hal pendidikan. Beliau berhasil mendirikan sekolah bernama Sekolah Isteri di Pendopo pada 16 Januari 1904.

Dewi Sartika juga ingin perempuan Indonesia mendapat kesetaraan pendidikan agar bisa memperjuangkan diri. Sekolah yang didirikannya pun mengalami perubahan nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri pada 1910 dan berubah lagi jadi Sekolah Raden Dewi pada September 1929.

5. Martha Christina Tiahahu

Martha lahir pada 4 Januari 1800, ayahnya adalah Kapiten Paulus Tiahahu, orang terpandang di Nusa Laut. Sejak remaja, Martha sudah terjun dalam medan pertempuran melawan kolonial Belanda dalam perang Pattimura.

Ia dikenal sering memberi semangat kepada kaum perempuan untuk membantu laki-laki saat bertempur. Tapi suatu hari, ia kehilangan sang ayah karena dijatuhi hukuman mati oleh Belanda. Kondisi fisik dan mentalnya pun sempat terganggu setelah ayahnya gugur.

Martha akhirnya tertangkap bersama 39 orang lainnya dan dibawa ke Pulau Jawa dengan kapal Eversten dan dipekerjakan paksa di perkebunan kopi. Namun, selama di atas kapal, kondisi kesehatan Martha memburuk, ia juga menolak makan dan diobati hingga akhirnya ia wafat pada 2 Januari 1818.

6. Malahayati

Malahayati merupakan pahlawan perempuan Indonesia yang berasal dari Aceh yang lahir tahun 1550. Ia memimpin 2.000 pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) dengan ketangguhan dan keberaniannya untuk melawan kapal dan benteng Belanda serta membunuh Cornelis de Houtman pada 11 September 1599.

Karena keberaniannya itu, ia mendapat gelar Laksamana. Namun di tahun 1615, Malahayati gugur ketika melindungi Teluk Krueng Raya dari serangan Portugis yang dipimpin oleh Laksamana Alfonso De Castro.

7. Nyi Ageng Serang

Walaupun tak banyak yang tau soal pahlawan perempuan satu ini, tapi kontribusinya untuk Indonesia juga besar. Ia merupakan anak dari Pangeran Natapraja yang juga melawan penjajahan bersamanya dan juga kakaknya, Kyai Ageng Serang.

Pahlawan keturunan Sunan Kalijaga ini dengan berani memimpin pasukan untuk perlawanan di Serang saat berusia 73 tahun walaupun sang ayah, kakak, dan suaminya telah gugur. Keberaniannya patut diapresiasi karena berhasil menyusun strategi hingga dipercaya jadi salah satu penasehat Pangeran Diponegoro. Namun Nyi Ageng Serang wafat di usia 76 tahun akibat penyakit malaria yang dideritanya.

Itulah nama-nama pahlawan perempuan Indonesia yang perlu bunda ketahui. Para pahlawan sangat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia, jasa-jasa dan pengorbanannya patut dijadikan panutan. Bunda juga bisa memberikan edukasi kepada anak tentang perjuangan dan keberanian para pahlawan agar anak memiliki jiwa pahlawan ya, bun.

Baca juga:

Sumber