Penulis: Siti Rulli | Editor: Aufia

Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan merupakan kewajiban semua muslim yang sudah baligh dan berakal sehat. Namun, bagaimana dengan pengidap GERD (gastroesophageal reflux disease) atau asam lambung? Apakah seseorang yang mengidap GERD diperbolehkan puasa?

Seperti yang kita tahu, puasa dilakukan dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam. Di lain sisi, penderita GERD perlu mengatur jam makan agar asupan nutrisi terpenuhi dan lambung tidak kosong. Pasalnya, kondisi lambung kosong tanpa asupan makanan dan minuman untuk diolah bisa memicu asam lambung naik. 

Jika demikian, amankah penderita GERD puasa? Temukan jawabannya lewat penjelasan di bawah ini, Bund!

Amankah Penderita Gerd Menjalankan Puasa?

Amankah Penderita GERD Puasa Agar Lancar Ikuti Tips berikut! 1

GERD merupakan salah satu penyakit yang kerap membuat pengidapnya merasa tidak nyaman. Bagaimana tidak? Gejala seperti mual, mulas, nyeri dada, nyeri epigastrium, dan rasa pahit di mulut kerap muncul secara tiba-tiba.

Itulah kenapa, menjalankan puasa Ramadhan terasa cukup berat bagi penderita GERD. Meski begitu, bukan berarti penderita GERD tidak boleh menjalankan puasa, ya. Secara umum, mereka masih diperbolehkan berpuasa. Namun, ada beberapa pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi selama berpuasa.

So, penderita GERD harus memperhatikan pola makan selama berpuasa, baik jam makan maupun jenis makanan yang dikonsumsi. Selain itu, mereka juga harus mengelola stress agar GERD tidak kambuh selama menjalankan puasa.

Umumnya penderita GERD harus menghindari konsumsi daging berlebih, gorengan, makanan cepat saji, makanan pedas, minuman berkafein, dan soda. Pasalnya makanan tersebut dapat merangsang peningkatan asam lambung, menimbulkan iritasi pada organ pencernaan, serta menimbulkan sensasi terbakar di dada.

Meski begitu, penderita GERD juga harus memperhatikan saran dari dokter. Sebab, jika asam lambung sangat berlebih, sebaiknya tidak berpuasa terlebih dahulu.

Tips Puasa Aman dan Lancar bagi Penderita Gerd

Niat Puasa Ramadhan, Doa Berbuka, & Doa Sahur! Sudah Hafal

Siapa disini yang menderita sakit GERD? Agar puasa lancar dan asam lambung tidak kambuh, ikuti 7 tips berikut:

1. Jangan Melewatkan Makan Sahur

Seperti yang kita tahu, panjang waktu puasa di Indonesia sekitar 14 jam. Itu artinya, perut dalam keadaan kosong dalam waktu yang cukup lama. Kondisi lambung yang kosong inilah pemicu utama asam lambung naik. 

So, jika Bunda mengidap GERD sebaiknya jangan sampai melewatkan makan sahur. Selain menjadi bekal saat puasa, makan sahur juga bisa mencegah asam lambung naik ke tenggorokan.

2. Berbuka Puasa Tepat Waktu

Dengan berbuka tepat waktu, asam lambung yang diproduksi bisa langsung digunakan untuk mencerna asupan makanan yang masuk. Jadi, jangan menunda-nunda waktu berbuka, ya! 

Supaya puasa Ramadhan berjalan lancar, Bunda bisa berbuka dengan mengonsumsi air putih dan kurma lebih dulu agar perut tidak kaget.

3. Makan dengan Porsi Wajar

Merasa sangat lapar setelah puasa seharian penuh memang wajar. Namun, jangan berbuka dengan porsi yang terlalu banyak, ya! Soalnya, perut butuh waktu untuk mencerna makanan. Makan terlalu banyak justru akan memicu asam lambung naik.

4. Makan dengan Perlahan

Meskipun Bunda merasa sangat lapar, jangan sampai terburu-buru saat menyantap hidangan buka puasa. Kunyah makanan dengan benar supaya tidak memicu naiknya asam lambung.

5. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Asam Lambung

Selain mengatur jam makan, pengidap GERD juga harus mengatur makanan apa yang harus dikonsumsi. Usahakan jangan mengonsumsi makanan dan minuman pemicu naiknya asam lambung. Seperti daging dalam jumlah berlebih, makanan asam, makanan pedas, junk food, coklat, minuman berkafein, dan soda. 

Sebagai gantinya, perbanyak mengonsumsi ikan, sayur, dan buah-buahan. Misalnya sayuran berdaun hijau, asparagus, pisang, ikan, oatmeal, putih telur, teh jahe, dan yoghurt.

6. Jangan Langsung Tidur setelah Makan

Siapa yang sering merasa ngantuk setelah perut kenyang? Sebenarnya kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. Pasalnya, tubuh melepaskan hormon melatonin dan serotonin selama proses pencernaan berlangsung. Nah, peningkatan kedua hormon tersebut dapat menimbulkan rasa kantuk.

Meski begitu, jangan langsung tidur, ya! Karena biasanya pengidap GERD akan mengalami sensasi panas di dada ketika langsung tidur setelah makan. Untuk amannya, usahakan tidur 3 jam setelah makan berat.

7. Konsumsi Obat dari Dokter

Sebelum berpuasa, sebaiknya pengidap GERD konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Jika kondisi asam lambung lumayan parah, dokter akan meresepkan obat antasida dan antihistamin untuk diminum saat sahur. Obat ini berfungsi mengurangi produksi asam lambung serta mencegah kembung, mulas, maupun mual.

Nah, terjawab sudah pertanyaan ‘amankah penderita GERD puasa?’. Yup, meskipun tidak mudah, namun penderita GERD masih boleh berpuasa kok! Asalkan mengatur pola makan dan menghindari stress.

Jika Bunda mengidap GERD sebaiknya konsultasi ke dokter dulu, ya! Dokter ajak memberikan saran dan penanganan sesuai kondisi kesehatan Bunda.

Baca Juga:

Sumber

RS Pondok Indah (2022). Puasa Aman untuk Penderita GERD. rspondokindah.co.id

Halodoc (2021). Takut Kambuh, Amankah Pengidap GERD Puasa?. halodoc.com

Halodoc (2021). 6 Tips Aman Puasa bagi Pengidap Sakit Lambung. halodoc.com