Penulis: Irma | Editor: Aufia

Putra atu putri Bunda berencana untuk menikah dalam waktu dekat? Bunda harus tahu beberapa ketentuannya dulu ya. Baik itu aturan nikah yang ditetapkan oleh negara ataupun aturan-aturan menikah dalam Islam, terutama mengenai batas usia. Walaupun dalam Islam seseorang yang telah baligh atau mencapai usia dewasa boleh menikah, namun dalam suatu negara ada batas minimal seseorang menikah, Bund.

Sesuai dengan aturan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan. Undang-Undang tersebut menyebutkan bahwa usia untuk seseorang menikah, baik itu pria ataupun menikah, setidaknya harus mencapai umur 19 tahun. 

Pastinya ada alasannya Bunda, mengapa seseorang harus mencapai 19 tahun terlebih dahulu sebelum menikah. Selain untuk mencegah risiko antara kematian ibu dan anak ketika melahirkan, anak-anak di Indonesia juga diupayakan untuk mendapatkan jenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Oleh karenanya, dianjurkan untuk menempuh pendidikan dulu baru menikah.

Setelah ketetapan dari negara, ketahui ketentuannya dalam hukum Islam. Ada 5 rukun nikah dan 5 syarat sah untuk menikah dalam islam. Yuk simak rukun nikah dan syarat sah-nya Bunda!

Rukun Nikah dalam Islam

bacaan ijab qabul

1. Adanya Mempelai Pria dan Wanita

Ketika menikah, calon mempelai pria diwajibkan untuk datang. Hal tersebut perlu karena pihak pria-lah yang akan membacakan prosesi ijab qabul atau penyerahan tanggung jawab. 

Sedangkan untuk mempelai wanita, ada beberapa ketentuannya. Bukan mahram dengan calon pria, tidak dalam kondisi mengandung, serta bukan saat masa idah (masa perpisahan dengan suami, baik itu karena perceraian atau meninggal dunia.)

2. Terdapat Wali Nikah

Ayah kandung sebagai wali nikah adalah salah satu rukun nikah. Namun, jika keadaan tidak memungkinkan maka saudara laki-laki dewasa dari pihak ayah bisa menjadi wali menikah untuk pihak perempuan.

3. Disaksikan oleh Dua Orang Pria

Kesaksian ini perlu agar pernikahan sah di hukum Islam, bahwa kedua pihak pria dan wanita melangsungkan pernikah dan ada dua orang pria yang mengetahuinya. Selain keduanya harus pria, saksi juga sudah mencapai usia baligh, berakal, dan memiliki status yang merdeka atau tidak menjadi tawanan dari suatu pihak lain.  

4. Saat Membacakan Ijab Qabul Tak Boleh Terputus

Pelaksanaan ijab qabul perlu diucapkan secara bersambungan. Termasuk tidak ada yang menginterupsi ketika ijab dibacakan dan qabul sebagai penerimaan. 

5. Pembacaan Ijab Qabul dilakukan Antara Dua Orang Pria

Pembacaan Ijab Qabul atau pengikatan pernikahan, harus dilakukan oleh dua orang pria dewasa. Kesediaan menikah beserta tanggung jawab penuh, dilimpahkan dari wali wanita kepada pihak mempelai pria.

Syarat Sah Menikah dalam Islam

ucapan aniversary pernikahan islami

1. Calon Pengantin Baik Itu Pria dan Wanita, Beragama Islam

Kedua mempelai disyaratkan untuk beragama Islam ketika hendak melangsungkan pernikahan sesuai dengan anjuran hukum Islam. 

Pihak mempelai pria dan wanita harus memiliki akta lahir dengan nama yang jelas dan harus beragama Islam. Jika salah satunya tidak beragama Islam, maka pernikahannya tidak dianggap sah. 

2. Kedua Mempelai Bukanlah Mahram

Mahram atau seseorang yang masih terikat keluarga antara satu sama lain tidak diperbolehkan ya Bunda. Baik itu saudara persusuan, saudara sepupu, keluarga ipar, mertua, anak tiri, ataupun cucu, menantu.

Segala macam hubungan keluarga yang masih memiliki keterikatan, baik secara hukum Islam dan hukum negara, antara pria dan wanita sebagai calon mempelai, maka tidak diperbolehkan.

3. Calon Pengantin Pria Mengetahui Wali Nikah Mempelai Wanita

Wali nikah mempelai wanita adalah ayah kandung. Jika ayah kandung telah meninggal dunia, maka yang harus menjadi wali yaitu saudara laki-laki yang telah dewasa dari pihak ayah.

Sedangkan, calon mempelai pria harus mengenal terlebih dahulu wali nikah calon mempelainya. Dengan begitu disarankan agar calon mempelai pria mengetahui latar belakang calon wanita dan mengenal wali nikah.

4. Tidak Dalam Kondisi Ibadah Naik Haji

Ibadah Haji yang merupakan suatu amalan kebaikan dalam Islam, mestinya dilakukan secara khusyu. Oleh sebab itu, tidak diperbolehkan untuk menikah ketika dalam situasi menunaikan ibadah haji. Baik itu kedua mempelai serta menjadi wali nikah, tidak diperbolehkan. 

5. Pernikahan Disadari dan Atas Kemauan Bersama, Tidak ada Paksaan

Disesuaikan dengan Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi, “Tidaklah diperbolehkan ketika janda akan dinikahkan sampai dimintai pendapat dan dimusyawarahkan, juga tidaklah boleh ketika pernikahan seorang gadis hingga permintaan izin diajukan.”

Wajib hukumnya menanyakan jawaban tentang kesediaan menikah kepada pihak perempuan. Maka dari itu, ada acara pelamaran yang mana keluarga dari pihak pria, bersilaturahmi ke rumah calon mempelai wanita.

Nah itu dia, Bunda, rukun nikah dan syarat sah menikah dalam Islam. Ketika seorang pria ingin menghalalkan seorang wanita, maka syarat utamanya adalah menikahi wanita tersebut. Dalam proses menuju pernikahan tersebut, calon mempelai wanita juga bisa mengajukan beberapa syarat kepada mempelai pria, yang jika dilanggar makan pernikahan itu bisa saja dibatalkan. Menikah adalah upacara sakral ya Bunda, maka memang harus diperhatikan dan disiapkan secara maksimal.

Baca Juga:

Sumber

IDN Times (2020). 10 Rukun dan Syarat Sah Pernikahan dalam Agama Islam, Sudah Tahu?. idntimes.com

Universitas Islam Indonesia (2020). Syarat Sah Pernikahan dalam Islam. uii.ac.id

CNN Indonesia (2021). Rukun dan Syarat Sah Nikah dalam Islam. cnnindonesia.com