Penulis: Siti Ruli | Editor: Aufia

Al Quran adalah kitab suci umat Islam yenag berisi tuntunan hidup yang diturunkan oleh Allah SWT. Tentunya Al-Quran berisikan firman Allah tentang anjuran dan larangan bagi umat Islam. Semua ayat berisi kandungan yang bisa kita petik sebagai pedoman hidup, tak terkecuali Surat Al-Hujurat ayat 12.

Mau tahu apa saja yang bisa dipelajari dari surat ini? Yuk, belajar bersama tentang kandungan dan bacaan Surat Al-Hujurat ayat 12, dari ulasan di bawah ini!

surat at tin

Tulisan Arab

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Bacaan Latin

Yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba’ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ wa lā yagtab ba’ḍukum ba’ḍā, a yuḥibbu aḥadukum ay ya`kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumụh, wattaqullāh, innallāha tawwābur raḥīm.

Artinya

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Asbabun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 12

Perlu digaris bawahi Bund, turunnya tiap ayat Al Quran disebabkan karena suatu peristiwa. Begitu juga dengan Al Hujurat ayat 12. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Mundzir, turunnya ayat ini berdasarkan peristiwa seorang sahabat Rasulullah yang bernama Salman Al-Farisi.

Suatu ketika, setelah makan Salman Al-Farisi tertidur dalam keadaan mendengkur. Dan tanpa disengaja sahabat nabi yang lain melihat peristiwa tersebut. Kemudian mereka menceritakannya kepada orang lain.

Atas kejadian itulah, Allah SWT kemudian menurunkan surat Al Hujurat ayat 12 sebagai peringatan untuk umat Islam agar tidak saling menggunjing dan menyebarkan aib orang lain.

Kandungan Surat Al-Hujurat Ayat 12

Setelah mengetahui bacaan dan artinya, yuk kita belajar tentang keutamaan surat Al-Hujurat ayat 12. Sebenarnya ada banyak keutamaan yang bisa Bunda ambil dari ayat tersebut. Nah, berikut beberapa keutamaan yang bisa Bunda pelajari!

1. Jauhi prasangka buruk

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa

Anjuran yang pertama adalah untuk tidak berprasangka buruk. Prasangka didefinisikan sebagai pandangan negatif terhadap sesuatu hal sebelum menyaksikan atau mencari tahu kebenaran. Tentunya hal ini membuat seseorang bisa berpikir buruk terhadap orang lain.

Contohnya saja, Bunda menuduh seseorang mencuri tanpa melihatnya langsung hanya berdasarkan prasangka. Kasihan kan Bund, padahal belum tentu dia melakukannya. Itulah sebabnya mari selalu berpikir positif dan mencari tahu kebenarannya lebih dulu. Tidak hanya kepada orang lain, namun juga akan semua takdir dari Allah SWT kita juga harus menyikapinya dengan sikap positif.

2. Jangan mencari-cari kesalahan orang lain

وَّلَا تَجَسَّسُوْا

dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan

Berikutnya adalah perintah untuk tidak memata-matai atau mencari-cari kesalahan orang lain. Terkadang kita terlalu kepo terhadap kehidupan orang lain, yang kemudian sok-sokan mencari informasi tentang orang tersebut. Padahal hal ini bisa menyingkap keburukan atau aib orang lain. Apalagi kalau kita tidak bisa mengerem mulut, bisa-bisa aib itu tersebar. 

3. Jangan membicarakan orang lain (ghibah)

وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ

dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain

Kemudian jangan suka membicarakan orang lain. Sebab bisa saja apa yang dibicarakan tersebut tidak benar dan berujung fitnah. Selain itu membicarakan orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, disebut ghibah

Ghibah sendiri diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Itulah sebabnya, ada baiknya jangan pernah membicarakan keburukan seseorang di belakang mereka.

Itulah asbabun nuzul, bacaan, arti dan kandungan Surat Al-Hujurat ayat 12. Semoga kita dapat mengamalkannya ya, Bund! Dan dijauhkan dari sifat tercela!

Baca Juga:

Sumber