Penulis: Vinna | Editor: Aufia

Dalam rangka mendoakan sanak saudara yang telah meninggal, umat muslim di Indonesia akan menggelar acara Tahlilan. Taradisi ini umumnya dilakukan saat peringatan 7 hari, 15 hari, 40 hari 100 hari, 1 tahun, 2 tahun dan 1000 hari kematian. Selain untuk mendoakan ahli kubur, Tahlilan juga memiliki fungsi sosial untuk meningkatkan silaturahmi.

Tradisi Tahlilan memang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia, ya Bund. Melansir dari laman Kompasiana, tradisi ini mulai dipraktekkan sejak Wali Songo menyebarkan agama Islam di Indonesia, lho.

Kata Tahlilan sendiri berasal dari Bahasa Arab, hallala-yuhallilu- tahlilan yang memiliki arti ‘membaca kalimat La ilaha illa allah’. Lalu berkembang menjadi serangkaian bacaan ayat-ayat Al-Quran, zikir, wirid dan doa-doa. Makanya sebelum membaca doa Tahlil, hendaknya kita melafalkan Al-Fatihah, surat pendek (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas), Ayat Kursi, dua ayat terakhir Al-Baqarah, kalimat tahlil dan tahmid, istighfar serta dua kalimat Syahadat.

Lalu, bagaimanakah bacaan doa Tahlil dan artinya? Yuk, simak! Jangan sampai ada yang ketinggalan, ya!

Bacaan Doa Tahlil dan Artinya

nama lain al-quran

1. Doa Tahlil Pertama

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ، حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَه وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Lafal:Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahirabbil’aalamin, hamdasy syaakiriin, handannaa’imiin, hamday yuwaafiini’amahuu wayukaafi’u mazzidah, yaa rabbanaa lakalhamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa’adziimi sulthaanik, allahumma shalli wasallim’alaa sayyidinaa muhammad wa’alaa aalii sayiidinaa muhammad.”

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. dengan pujian sepadan serta nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan keluarga beliau.”

2. Doa Tahlil Kedua

اَللهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَاقَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَااسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِه مِنَ الْاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَآءِ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَآءِ الْعَالِمِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِيِّ

Lafal: “Allahumma taqabbal wa aushil tsawaba maa qara’naahu minal qur’aanil’adziimi, wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shallaina’alaa sayyidiina muhammad shallallaahu’alaihi wasallama, hadiyyatan washilatan, warahmatan naazilatan wa barakatan syaamilatan ilaa hadharatin habiibinaa wasyafii’inaa waqurrati a’ayuninaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammadin shallallahu’alaihi wa sallam, wailaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaa’i walmursaliina wal auliyaa’i, wasy-syuhaada’i, washaalihiina, washahaabati wattabi’iina wal’ ‘ulamaa’il aamiliina wal mushannifiinal mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fil sabiilillaahi rabbil’aalamiin, wamalaa’ikatil muqarrabiin.”

Artinya: “Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau, para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah.”

3. Doa Tahlil Ketiga

ثُمَّ اِلى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى آبَآءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاههُنَا بِسَبَبِه وَلِاَجْلِه

Lafal: “Tsumma ilaa jamii’i ahlil qubuuri minal muslimiina walmuslimaati walmu’miniina walmu’minaati mim masyaarikil ardhi ilaa maghaaribihaa barrihaa wabahrihaa khusushan ilaa aabaainaa wa ummahaatinaa, wa-ajdaadina, wanakhush-shu khushuusan manijtama’naa haahunaa bisababihii waliajlihii.” 

Artinya: “Kemudian kepada seluruh penghuni kubur orang-orang islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.”

4. Doa Tahlil Keempat

اَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلى اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ اَهْلِ لَآاِلهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

اَللهُمَّ اَرِنَاالْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَااتِّبَاعَهُ وَاَرِنَاالْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَااجْتِنَابَهُ

Lafal:Allahumma anzilir-rahmata wal maghfirata’alaa ahlilqubuuri min andal laa ilaha illallah muhammadur-rasullullah. Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnattibaa’ahu, wa  arinal baathila baathilan warzuqna-tinaabahu.”

Artinya: ”Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang selalu mengucapkan “Laailaahaillallaah muhammadur-rasuulullaah” (Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Ya Allah, tunjukanlah kami kebenaran adalah kebenaran dan anugerahilah kami untuk mengikutinya dan tunjukkanlah kami kebatilan adalah kebatilan dan anugerahilah kami untuk menjauhinya.”

5. Doa Tahlil Kelima

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Lafal:Rabbana aatinaa fiddunya hasanah wafil aakhirati hasanah waqina adzabannar. Subhaana rabbika rabbil’izzati’amma yasifuun wasalaamun’alal mursalina wal hamdu lillahi rabbil’aalamiin.”

Artinya: “Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari sifat-sifat mereka (musuh-musuh-Nya) berikan. Keselamatan selalu tertuju kepada Rasul, dan segala puji bagi Allah penguasa alam semesta.”

Semoga Allah SWT menerima bacaan zikir dan doa tahlil kita. Serta menyampaikan pahalanya untuk para ahli kubur yang kita tuju. Aamiin.

Baca Juga:

Sumber

Santriema. (2016). Susunan Bacaan Doa Tahlil dan Surat Yasin Arwah Ziarah Kubur Ringkas Pendek Singkat Lengkap. santriema.com

Dhir Agama. (2021). Doa Tahlil Yasin Dilengkapi Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahannya. dhiragama.com

Wahid Foundation. (2016). Tahlil as a Prevention Against Fundamentalism. wahidfoundation.org

Kompasiana. (2021). Tradisi Tahlil dalam Islam. kompasiana.com