Penulis: Aulia Elsa | Editor: Handa

Bunda pasti tidak asing dengan fenomena gerhana matahari? Yup, gerhana matahari adalah fenomena langka yang jarang terjadi, bahkan belum tentu dalam setahun kita dapat menyaksikannya. Ketika fenomena tersebut terjadi, sebagai seorang muslim kita disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana matahari.

Menurut mayoritas ulama, hukum menjalankan shalat gerhana adalah sunnah muakkad. Artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Tata cara shalat gerhana matahari agak berbeda dengan shalat wajib maupun shalat sunah lainnya, Bund!

Bunda ingin tahu lebih dalam mengenai shalat gerhana matahari? Langsung disimak artikel ini, yuk! Jangan sampai ada yang terlewat, Bund!

Perintah Menjalankan Salat Gerhana Matahari

Perintah melaksanakan shalat gerhana matahari tertuang dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah , kerjakanlah shalat, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Ada hadits lainnya yang juga memerintahkan untuk melakukan salat gerhana, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

Jika melihat gerhana tersebut, maka salatlah.” (HR Bukhari Nomor 1043)

Niat Salat Gerhana Matahari

Jika Bunda ingin melaksanakannya, maka ucapkanlah niat berikut ini.

Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman (untuk imam) / makmuman (untuk makmum) lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat mengerjakan salat sunnah gerhana matahari sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala.”

Disesuaikan ya Bund, ketika melaksanakannya Bunda menjadi imam atau makmum!

Tata Cara Salat Gerhana Matahari

Bunda mungkin bertanya-tanya, apa perbedaan tata cara shalat fardu dengan shalat gerhana matahari? Perbedaannya terletak pada bacaan Surat Al-Fatihah, surat pendek dan rukuk. Salat gerhana matahari dilakukan sebanyak 2 rakaat dan 4 rukuk, setiap rakaat ada 2 rukuk.

Untuk lebih jelasnya, berikut tata caranya Bund:

  • Berniat dalam hati
  • Takbiratul ihram
  • Membaca doa iftitah dan berta’awudz
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca surat yang panjang dan di-jahr-kan (diperdengarkan) dengan suara yang keras
  • Rukuk sambil memanjangkan bacaannya
  • I’tidal dan membaca doa i’tidal
  • Membaca ta’awudz, surat Al-Fatihah, dan surat pendek
  • Melakukan rukuk kedua tapi bacaannya tidak sepanjang sebelumnya
  • I’tidal dan membaca doa bacaan i’tidal kedua
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk istirahat sebelum melaksanakan rakaat kedua
  • Bangkit dari duduk dan melaksanakan rakaat kedua dengan gerakan yang mirip dengan rakaat pertama
  • Duduk tasyahud akhir setelah dua kali sujud pada rakaat kedua
  • Salam

Dianjurkan Agar Dilaksanakan Secara Berjamaah

Dengan dilaksanakan secara berjamaah, imam dapat melakukan khotbah sebelum melaksanakan shalat. Selain itu, sebagai umat muslim kita juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir, berdoa, istigfar dan sedekah setelah melakukan shalat. Supaya kita selalu diberi keselamat oleh Allah.

Demikian Bunda; hukum, niat serta tata cara pelaksanaan shalat gerhana matahari. Selamat mempraktikkannya di femomena gerhana matahari berikutnya!

Baca juga:

Sumber