Penulis: Aliftya | Editor: Handa

Memiliki buah hati adalah salah satu hal yang didambakan oleh banyak pasangan. Lebih-lebih jika mereka sudah menikah cukup lama dan siap secara fisik, mental, serta finansial. Namun, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa proses mengandung tidak berjalan singkat dan serta-merta mudah.

Begitu pula dengan proses perkembangan janin dalam kandungan. Ada banyak tahap yang ia lewati sebelum akhirnya siap dilahirkan. Apa saja ya? Yuk, langsung cari tahu selengkapnya lewat rangkuman Catatan Bunda berikut ini.

1. Embrio Berusia 1-4 Minggu

Pada minggu pertama, sebetulnya belum ada janin yang terbentuk di rahim Bunda. Memasuki minggu kedua, Bunda akan mengalami ovulasi. Rahim pun akan mempertebal dindingnya agar embrio bisa menempel.

Lalu, pada minggu ketiga, janin sudah berbentuk blastokista yang mana merupakan hasil pertemuan antara sel telur dan sperma. Selanjutnya, pada pekan ke-4, terjadilah implantasi embrio di dinding rahim. Di tahap ini pula embrio telah membelah dan memiliki tiga lapisan, yakni endoderm, mesoderm, dan ektoderm.

Nantinya, lapisan-lapisan yang dibentuk tersebut akan menjadi berbagai organ dan bagian tubuh dari janin, seperti otot, tulang, jantung, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan sistem saraf.

2. Perkembangan Embrio pada Usia 5-8 Minggu

Memasuki bulan ke-2, perkembangan embrio di dalam kandungan pun semakin baik. Jantung dan pembuluh darahnya sudah mulai terbentuk, begitu pula dengan struktur dasar otak dan sistem saraf. Sementara itu, pada minggu keenam ukuran embrio sudah sebesar kacang polong atau sekitar 12 mm. Meski jari-jarinya masih belum terbentuk, kakinya sudah mulai tumbuh. Kepala embrio pun mulai terlihat meski ukurannya sangat kecil.

Memasuki minggu ke-7, ukuran embrio telah sebesar bluberi atau sekitar 19 mm. Di tahap ini, paru-paru baru akan dibentuk, sedangkan jari-jari sudah mulai terlihat dan otot serta sistem saraf sudah berfungsi dengan baik.

Selanjutnya, pada minggu kedelapan, kandungan sudah bisa disebut janin karena sudah memiliki bentuk serta wajah seperti manusia. Pada fase ini pula, janin sudah bisa menunjukkan refleksnya kepada ibunya, meski Bunda belum bisa merasakan gerakannya.

3. Janin Berusia 9-12 Minggu

Janin dengan usia 9 minggu memiliki ukuran kurang lebih 1 inci atau sebesar buah zaitun. Memasuki minggu ke-10, janin telah memiliki kepala yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran badannya. Jantungnya pun telah bekerja secara sempurna dengan frekuensi 180 kali detak per menit atau dua-tiga kali lebih cepat dibandingkan detak jantung normal orang dewasa.

Pada pekan ke-11, janin Bunda sudah bekuran lebih kurang 2 inci. Tulang wajah dan kuku tangan serta kaki pun mulai terbentuk. Selanjutnya, memasuki minggu 12, sistem pencernaannya mulai bekerja. Lalu, sumsum tulangnya mulai membentuk sel darah, sedangkan kelenjar pituitary di otaknya mulai memproduksi hormon.

4. Janin Berusia 13-17 Minggu

Memasuki minggu ketiga belas hingga tujuh belas, berat janin menjadi 57-113 gram dan panjangnya sekitar 10-13 cm. Selanjutnya, pada usia 16 minggu, janin sudah bisa dilihat jenis kelaminnya melalui USG. Memasuki minggu ke-17, ukurannya pun sudah berkembang sebesar telapak tangan Bunda.

5. Janin Berusia 18-22 Minggu

Pada bulan ke-5, janin mulai aktif berputar, meninju, serta menendang, dan Bunda pun bisa merasakan gerakannya. Selanjutnya, memasuki pekan ke-21, janin mulai bisa menelan cairan ketuban dan merasakan apa yang Bunda makan. Sementara itu, di minggu ke-22, calon buah hati Bunda mulai bisa mendengar suara di sekitarnya, seperti aliran darah Bunda maupun TV.

6. Janin Berusia 23-26 Minggu

Pada usia ini, pankreas janin mulai bekerja secara efektif. Lebih jauh, paru-parunya pun semakin matang dengan mulai membentuk kantung-kantung udara. Oleh karena itu pula, bayi yang terpaksa lahir pada usia ini memiliki peluang untuk bertahan hidup lebih besar, daripada minggu-minggu sebelumnya.

7. Janin Berusia 27-31 Minggu

Memasuki bulan ke-7, janin akan memiliki berat 2,5 pon atau sekitar 1133 gram dengan panjang 16 inci. Pada usia ini, ia juga sudah mulai bisa mengedip, serta tertidur dan bermimpi. Otaknya pun mulai berkembang pesat, serta membuat sambungan antarsel saraf (neuron) semakin banyak dan kompleks.

8. Janin Berusia 32-35 Minggu

Pada usia ini, gerakan dan tendangan yang dilakukan oleh janin semakin kuat dan terasa. Beratnya pun bertambah menjadi 1,814 hingga 2,268 gram dengan panjang sekitar 41-43 cm.

9. Janin Berusia 36-40 Minggu

Pada minggu ke-36 dan 37, sistem peredaran darah, otot, dan tulang janin sudah matang untuk kehidupan diluar rahim. Akan tetapi, sistem pencernaannya belum siap karena ia masih mendapat suplai nutrisi dari tali pusatnya.Selanjutnya, pada pekan ke-39, kepala janin umumnya sudah turun menuju rongga panggul. Lalu, pada minggu ke-40, janin dalam kandungan siap dilahirkan.

Demikian penjelasan lengkap tentang perkembangan janin dalam kandungan. Semoga Bunda kini lebih paham dan bijak dalam menjalani proses kehamilan.

Baca juga: 

Sumber