Penulis: Siti Rulli | Editor: Handa

Bunda, terkadang mandi wajib sering dilupakan oleh sebagian orang. Apakah Bunda juga terkadang lupa? Padahal hal ini merupakan salah satu cara untuk bersuci dari hadas besar agar bisa mendirikan salat dan menjalankan ibadah lainnya.

Mandi wajib menjadi sebuah kewajiban bagi seorang muslim ketika memiliki hadas besar, seperti telah melakukan hubungan suami istri, haid, nifas, atau mimpi basah. Untuk itu penting bagi Bunda mengetahui doa dan tata cara mandi wajib.

Lantas, bagaimana tata cara melakukan mandi wajib bagi perempuan dan laki-laki? Simak ulasan di bawah ini yuk!

Mandi Wajib Bagi Laki-Laki

Bagi seorang laki-laki, mereka diwajibkan untuk melakukan mandi junub ketika selesai melakukan berhubungan suami istri, mimpi basah, atau hal-hal yang membuat sperma keluar.

Berikut langkah-langkah mandi wajib bagi laki-laki, Bund:

  • Membaca niat. Bacaan lafal untuk mandi wajib laki-laki, yaitu Nawaitul gusla lirof’il hadatsil akbari minal jinabati fardlon lillahi ta’ala. Artinya, “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardu karena Allah ta’ala”.
  • Ambil air kemudian basuh tangan sebanyak 3 kali.
  • Bersihkan kotoran yang menempel pada tubuh.
  • Melakukan wudhu seperti sebelum salat.
  • Guyur kepala sebanyak 3 kali sambil membaca niat.
  • Siram anggota badan bagian kanan sebanyak 3 kali.
  • Lalu pada anggota tubuh bagian kiri juga sebanyak 3 kali.
  • Kemudian gosok anggota tubuh baik depan maupun belakang sebanyak 3 kali.
  • Jangan lupa pastikan air membasuh seluruh bagian kulit tubuh!
  • Menyela rambut, jenggot dan bulu tubuh lainnya agar semua terbasuh air.
  • Jika menyentuh kemaluan saat mandi jangan lupa melakukan wudhu kembali setelahnya.

Cukup mudah bukan tata cara mandi wajib bagi seorang laki-laki? Sebenarnya mandi wajib sama halnya dengan mandi biasa seperti sehari-hari pada umumnya. Namun yang membedakan adalah niat sebelum melakukan mandi tersebut.

Mandi Wajib Bagi Perempuan

Sama halnya dengan laki-laki sebenarnya tata cara mandi wajib bagi perempuan tidak jauh beda. Hanya saja perempuan dibolehkan menggulung rambutnya sesuai dengan hadist Riwayat Muslim dari Ummu Salamah.

Ummu Salamah bertanya: “Wahai Rasulullah, aku seorang perempuan yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?” Nabi SAW menjawab: “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyur kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu suci,” (HR. Muslim).

Eiits, tak hanya setelah berhubungan intim dan orgasme, perempuan juga diwajibkan mandi wajib setelah haid dan nifas. Selain hal tersebut langkah mandi junub tidaklah begitu berbeda.

Berikut tata cara mandi wajib bagi perempuan yang perlu dipahami.

  • Membaca Niat. Bacaan niat mandi wajib bagi perempuan yaitu Bismillahi rahmani rahim nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal (haidhi/nifasi) fardlon lillahi ta’ala. Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardhu karena Allah Ta’ala.”
  • Membasuh tangan sebanyak 3 kali
  • Membersihkan alat kelamin dari kotoran dan najis.
  • Mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan alat kelamin.
  • Mengambil wudhu seperti sebelum salat.
  • Membasuh seluruh rambut sebanyak 3 kali.
  • Menyiram anggota badan bagian kanan sebanyak 3 kali.
  • Kemudian dilanjutkan anggota badan area sebelah kiri sebanyak 3 kali.
  • Menggosok bagian tubuh sebanyak tiga kali seperti area-area yang belum tersiram air, misalnya saja lutut, ketiak, pusar dan lain-lain.
  • Selanjutnya mandi seperti biasanya.

Bunda, itulah ulasan lengkap tentang doa dan tata cara mandi wajib untuk laki-laki dan perempuan yang benar. Semoga bermanfaat ya Bund!

Baca juga: