Penulis: Mei Nurul | Editor: Aufia

Selain KB pil, ada beberapa metode KB lain yang efektif untuk mencegah kehamilan, KB implan salah satunya. Sering di sebut KB susuk, KB implan ini dinilai praktis dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama, paling tidak hingga 3 tahun. So, Bunda tidak perlu repot-repot untuk mengingat waktu minum pil.

Selain itu, KB implan juga tidak mengandung hormon estrogen, sehingga tidak menimbulkan efek tertentu pada pemakainya (misal: tidak menimbulkan disfungsi tiroid). KB implan juga bisa dilepas kapan saja dan setelahnya, tingkat kesuburan bisa kembali dengan cepat.

Eits, walau lebih praktis dan efektif, faktanya tidak ada satupun alat kontrasepsi yang benar-benar sempurna, termasuk KB implan. Apa alasannya? Untuk informasi lebih lanjut; simak beberapa manfaat, kekurangan, dan pantangan dari penggunaan KB implan atau KB susuk bawah ini! Yuk, langsung scroll ke bawah Bund!

Apa Itu KB Implan atau KB Susuk?

KB Implan atau Susuk Kenali Efek Samping, Pantangan, dan Kelebihannya

Alat kontrasepsi yang berbentuk tabung mirip korek api ini mengandung hormon progesteron dengan dosis stabil. Nantinya, alat ini akan dipasang di bawah jaringan kulit lengan atas. 

KB implan bekerja dengan cara melepaskan hormon progesteron ke aliran darah. Hormon ini akan mencegah kehamilan dengan cara menghalangi pelepasan sel telur dan mengentalkan lendir serviks. Alhasil, sperma sulit masuk dan membuahi sel telur.

Kelebihan KB Implan

KB Implan (Susuk): Kenali Efek Samping, Pantangan, dan Kelebihannya

Banyak diminati wanita, sebenarnya apa saja sih kelebihan KB implan? Mau tahu lebih jauh, Bund? Yuk, simak ulasan di bawah ini!

1. Praktis

Ingin menggunakan alat kontrasepsi yang praktis dan efektif? Maka tak ada salahnya jika Bunda menggunakan KB implan.

Dengan menggunakan metode KB implan, Bunda tidak harus minum pil KB setiap hari. Tentu Bunda tahu dong, karena alasan tertentu (misal: lupa) beberapa pengguna pil KB cenderung kurang teratur dalam mengonsumsinya, sehingga hasilnya kurang efektif.

Lain halnya dengan KB implan, setelah pemasangan alat kontrasepsi ini bisa bertahan hingga 3 bulan tanpa perlu mendapatkan perlakuan khusus lainnya. Sangat praktis bukan?

2. Efektif mencegah kehamilan

Dengan pemasangan yang tepat, KB implan terbukti menjadi salah satu kontrasepsi yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Melansir dari laman Alodokter, tingkat efektivitasnya mencapai 99%, loh Bund! Selain itu, efek pemasangan KB implan ini bisa bertahan selama 3-5 tahun, Bund!.

3. Harganya terjangkau

Cukup mengeluarkan biaya di awal pemasangan, selanjutnya tidak ada perawatan khusus yang mengharuskan pemakainya untuk mengeluarkan biaya tambahan. Bahkan pengguna BPJS kesehatan juga bisa mendapatkannya secara gratis, loh! Tentu saja, hal ini dapat memudahkan pasangan yang ingin menunda kehamilan!

4. Aman untuk busui

Sedang menyusui? Tak jadi masalah Bund! Pemasangan KB implan tidak akan berpengaruh terhadap produksi dan kualitas ASI. So, para busui tidak perlu khawatir ya!

Kelemahan KB Implan

Nah, di samping berbagai kelebihannya, ternyata terdapat beberapa kelemahan yang dimiliki oleh KB implan. Berikut daftarnya:

1. Menimbulkan efek samping

Sama halnya dengan metode kontrasepsi lainnya, KB implan juga memiliki kelemahan yang perlu diwaspadai. Beberapa pemakainya akan mengalami efek berikut ini:

    • Nyeri dan bengkak pada kulit sekitar implan.
    • Memar di sekitar implan, setelah pemasangan.
    • Pola menstruasi tidak teratur.
    • Perubahan suasana hati. 
    • Nyeri payudara.
    • Jerawat.
    • Nyeri perut.
    • Sakit kepala.

2. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual

KB implan juga tidak dapat mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS). Oleh karenanya, Bunda dan pasangan bisa menggunakan kondom sebagai kontrasepsi tambahan saat berhubungan intim.

3. Tidak semua orang bisa cocok

Yup, tidak semua wanita bisa menggunakan KB ini dengan optimal. Mengapa demikian? 

Hal ini karena pada kondisi medis tertentu, wanita dilarang menggunakan KB implan ini. Seperti halnya menderita diabetes, penyakit jantung, gangguan fungsi hati, migrain, dan kolesterol tinggi.

Tak hanya itu saja, wanita dengan riwayat kanker payudara, emboli paru, maupun pernah mengalami penggumpalan darah juga tidak dianjurkan menggunakan KB implan ini, loh!

So, jika Bunda mengalami kondisi seperti yang disebutkan di atas, alangkah baiknya konsultasi ke Bidan atau dokter supaya mendapatkan rekomendasi metode KB yang paling pas.

Adakah Pantangan KB Implan atau KB Susuk?

KB Implan atau Susuk Kenali Efek Samping, Pantangan, dan Kelebihannya 3

Setelah berbagai penjelasan di atas, Bunda pasti bertanya-tanya tentang pantangan apa saja yang harus dihindari selama menggunakan KB implan! Ini dia, Bund!

Jadi, secara umum tidak ada pantangan khusus bagi wanita yang akan menggunakan KB implan. Hanya saja pada wanita dengan kondisi yang telah disebutkan di atas, tidak dianjurkan untuk menggunakan KB ini. So, bisa memilih jenis KB lainnya yang sesuai rekomendasi bidan atau dokter.

Selain itu, untuk mencegah berbagai efek samping yang ditimbulkan, maka Bunda wajib mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, menjaga pikiran agar tidak stress, serta mengidentifikasi obat jangka panjang yang masih digunakan agar tidak menimbulkan efek lain.

Nah, itulah kelebihan, kelemahan dan pantangan dari KB implan atau KB susuk yang perlu Bunda ketahui. Tertarik ingin menggunakan KB implan? Simak penjelasan di atas dan jangan lupa konsultasi ke dokter dulu, ya Bund!

Baca Juga:

Sumber