Penulis: Aulia Elsa | Editor: Handa

Tak bisa dipungkiri ya Bund, kalau menikah dlah momen yang paling membahagiakan. Umimnya, setiap pasangan yang akan menikah kerap kali mengumumkan hari pernikahannya secara terbuka agar publik mengetahui bahwa mereka telah menikah secara resmi. Namun ada beberapa pasangan yang memilih untuk menikah secara diam-diam atau nikah siri.

Nikah siri kerap kali jadi perbincangan hangat karena mengundang kontroversi. Di Indonesia sendiri sudah banyak orang yang memilih untuk melakukan pernikahan siri karena berbagai hal.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa fakta terkait pernikahan siri yang marak terjadi. Bunda ingin tahu? Yuk, simak ulasan yang telah Catatan Bunda rangkum dari berbagai sumber berikut!

Apa Itu Nikah Siri?

Pernikahan secara siri adalah pernikahan yang sah secara agama Islam atau adat tertentu, tapi di mata hukum dan negara tidak sah karena tidak tercatat di KUA dan Kantor Catatan Sipil. Nikah siri ini berasal dari bahasa Arab, “sirrun” yang berarti rahasia.

Seperti namanya, pernikahan secara siri memang dilakukan secara tertutup dan tidak diketahui banyak orang. Prosesi yang diadakan biasanya dilakukan hanya dengan keluarga dekat yang terbatas. Jadi, bisa disimpulkan pernikahan siri secara agama adalah sah, tapi tidak sah di mata hukum.

Hukum Agama dan Hukum Negara Tentang Nikah Siri

Hukum agama mengenai nikah siri masih banyak menuai pro dan kontra, hal itu juga terjadi di kalangan ulama. Ada pendapat bahwa pernikahan secara siri diperbolehkan asal dengan maksud tertentu selama syarat dan rukun menikah dalam Islam terpenuhi.

Namun, ada yang mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI menganjurkan untuk tidak melakukan nikah siri dan melakukan pernikahan resmi sesuai hukum negara. Sedangkan jika secara hukum negara, di Indonesia sendiri pernikahan diatur dalam Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 2, yang berbunyi:

  1. Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.
  2. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.

Kalau dilihat dari isi undang-undang di atas, pernikahan secara siri dianggap tidak sah di mata hukum negara karena tidak ada akta nikah dan surat-surat resmi yang terkait dengan legalitas pernikahan.

Penyebab Mempelai Melakukan Pernikahan Siri

Mempelai melaksanakan pernikahan secara siri, bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lai:

1. Permasalahan Ekonomi

Beberapa orang mungkin memiliki latar belakang finansial yang lemah, sehingga mereka tidak sanggup membayar biaya untuk administrasi serta persyaratan dan dokumen-dokumen yang diperlukan. Belum lagi untuk mengadakan resepsi yang biasa dilakukan setelah resmi menikah. Sehingga lebih memilih melaksanakan pernikahan secara siri, Bund!

2. Desakan Keluarga

Beberapa orang mungkin melakukan nikah siri karena keluarga mendesak untuk segera menikah. Hal ini bisa dipicu oleh berbagai alasan, seperti:

  • Menghindari zina. Nikah siri dianggap menjadi alasan bagi pasangan untuk menghindari zina. Karena pernikahan mereka dianggap sah secara agama sehingga bisa dibenarkan ketika mereka tinggal bersama.
  • Takut tidak diterima masyarakat. Hal ini biasanya terjadi karena berbagai hal, salah satunya ketika pasangan sudah terikat pernikahan dengan orang lain, atau memudahkan untuk melakukan poligami. Hal lainnya adalah untuk menutupi aib, seperti hamil diluar nikah yang menyebabkan ia atau keluarganya tidak diterima masyarakat.

Dampak Negatif Pernikahan Secara Siri

Menikah siri juga dapat mendatangkan dampak negatif Bund! Dampak negatif yang ditimbulkan tersebut antara lain:

  • Status anak tidak tercatat oleh negara, bahkan dianggap sebagai anak yang lahir diluar nikah
  • Perempuan kehilangan hak mendapat perlindungan dan berisiko ditinggalkan atau mendapat kekerasan, hal itu karena pernikahan tidak sah secara hukum
  • Perempuan tidak bisa menuntut hak-haknya sebagai istri
  • Pembuatan dokumen, seperti KTP, KK, dan akta kelahiran tidak bisa dilayani karena tidak ada bukti pernikahan
  • Tidak bisa menerima warisan atau harta gono gini

Itulah beberapa fakta terkait pernikahan siri yang banyak terjadi. Jika keluarga bunda ingin melakukan pernikahan, sebaiknya memilih untuk menikah secara sah di mata hukum dan agama, ya! Menikah siri tidak disarankan sebagai pilihan yang baik. Semoga artikel ini bermanfaat Bunda!

Baca juga:

Sumber