Penulis: Vinna | Editor: Handa

Sesaat mungkin Bunda mengira bahwa mineral adalah air yang biasa diminum. Ternyata mineral yang dimaksud adalah senyawa non-organik yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang dan berfungsi secara baik. Nah, mineral ini sangat penting bagi tubuh agar tetap sehat, ya Bunda.

Lebih spesifik, mineral penting untuk membuat enzim dan hormon, serta membantu tubuh berkembang dan berfungsi. Agar Bunda lebih paham tentang mineral, yuk simak ulasan di bawah ini.

Jenis dan Fungsi Mineral yang Dibutuhkan Tubuh

Berikut ini beberapa jenis dan fungsi mineral yang dibutuhkan tubuh, antara lain:

1. Kalsium

Kalsium membangun tulang dan gigi yang kuat, serta membantu dalam kontraksi otot, pembekuan darah, transmisi saraf, sinyal sel dan regulasi metabolisme. Kalsium juga mengaktifkan enzim di seluruh tubuh dan membantu mengatur tekanan darah.

Kekurangan kalsium membuat tulang rapuh dan mudah patah. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan makanan yang kaya akan kalsium, seperti:

  • Produk susu, seperti susu, keju, dan yogurt
  • Salmon kalengan dan sarden dengan tulang
  • Sayuran hijau, seperti brokoli
  • Makanan yang terdapat kalsium, seperti susu kedelai, jus jeruk, dan sereal

2. Yodium

Yodium membantu membuat hormon tiroid, yang membantu menjaga sel dan tingkat metabolisme tetap sehat. Tiroid bertanggung jawab untuk pertumbuhan, perkembangan otak dan tingkat di mana kita membakar energi.

Kekurangan yodium dapat menyebabkan pembesaran tiroid (gondok), hipotiroidisme, dan cacat intelektual pada bayi dan anak-anak yang ibunya kekurangan yodium selama kehamilan. Makanan sumber yodium yang baik adalah; ikan laut dan kerang. Yodium juga bisa ditemukan dalam makanan nabati, seperti sereal dan biji-bijian.

3. Zat Besi

Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Seluruh bagian tubuh membutuhkan oksigen untuk tetap sehat dan hidup.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan hipoksia seluler (penurunan oksigen) dan kematian sel. Makanan dengan sumber zat besi yang baik, yaitu:

  • Hati (Hindari ini selama kehamilan)
  • Daging merah
  • Kacang polong, seperti kacang merah, kacang edamame dan buncis
  • Kacang-kacangan
  • Buah kering – seperti aprikot kering
  • Sereal sarapan fortified
  • Tepung kacang kedelai

4. Seng

Seng sangat penting untuk fungsi normal sistem kekebalan tubuh, yang merupakan sistem tubuh untuk melawan penyakit dan infeksi. Seng juga merupakan komponen enzim dan aktivator, yang penting dalam tulang, tulang rawan, pembentukan kuku dan kesehatan kulit. Ditambah, seng juga membantu tubuh membuat protein dan DNA, serta membantu pertumbuhan sel, dan menyembuhkan luka.

Memiliki tingkat seng yang rendah dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Untuk mendapatkan seng bisa ditemukan dalam berbagai makanan meliputi; makanan laut (terutama tiram), daging merah tanpa lemak, ayam, daging sapi, sereal gandum, dan biji-bijian. Lalu, seng juga ditemukan dalam, susu, yogurt, keju, kacang polong, kacang-kacangan, kacang mete, lentil, almond, dan kacang tanah.

5. Fosfor

Fosfor membantu membangun dan memperbaiki tulang dan gigi, membantu fungsi saraf dan membuat otot berkontraksi. Tubuh manusia membutuhkan 80 persen fosfor untuk pertumbuhan kerangka atau remodeling tulang.

Fosfor juga penting bagi tubuh untuk membuat protein untuk pengembangan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan sel. Kekurangan fosfor dapat menyebabkan penyakit tulang seperti rakhitis pada anak-anak dan osteomalacia pada orang dewasa.

Keseimbangan fosfor dan kalsium yang tidak tepat dapat menyebabkan osteoporosis. Fosfor ditemukan dalam jumlah tinggi pada makanan berprotein seperti; susu dan produk susu, daging, dan alternatif seperti kacang polong, lentil dan kacang-kacangan, biji-bijian, terutama biji-bijian yang menyediakan fosfor.

6. Magnesium

Seperti kalsium, magnesium bermanfaat untuk membangun tulang dan gigi. Magnesium juga membantu mengatur tekanan darah dan gula darah dan memungkinkan otot berkontraksi, saraf mengirim pesan, darah membeku, dan enzim bekerja.

Manfaat magnesium lainnya membantu mengubah makanan yang dimakan menjadi energi dan memastikan kelenjar paratiroid, yang menghasilkan hormon penting untuk kesehatan tulang, bekerja secara normal. Tanda-tanda awal kekurangan magnesium termasuk kehilangan nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, dan kelemahan.

Ketika kondisinya sudah memburuk dapat mengakibatkan mati rasa, kesemutan, kontraksi otot dan kram, kejang, perubahan kepribadian, irama jantung abnormal, dan kejang koroner dapat terjadi. Kekurangan magnesium yang parah dapat mengakibatkan hipokalsemia atau hipokalemia (masing-masing kadar kalsium atau kalium serum rendah) karena homeostasis mineral terganggu. Magnesium dapat ditemukan di segala macam makanan, seperti:

  • Bayam
  • Kacang-kacangan
  • Roti gandum

Mengonsumsi berbagai mineral dapat membuat tubuh Bunda sehat. Sebaiknya jangan mengonsumsi mineral-mineral tersebut secara berlebihan ya Bunda. Konsumsilah makanan-makanan tersebut secukupnya saja atau Bunda bisa konsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan manfaatnya dengan optimal sesuai dengan kebutuhan tubuh Bunda.

Baca juga: