Penulis: Siti Rulli | Editor: Aufia

Pasti Bunda sudah tahu tentang penyakit herpes! Yup, penyakit tersebut ditandai dengan munculnya lepuhan berisi cairan pada permukaan kulit dan terasa gatal. Namun, pernahkah Bunda mendengar tentang herpes genital

Sesuai namanya, herpes genital atau herpes simplex merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang ditandai dengan adanya luka lepuh pada alat kelamin dan sekitar anus. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex (HSV) ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. 

Umumnya, herpes genital menular melalui hubungan seks dengan penderita penyakit tersebut. Selain itu, ibu hamil juga berisiko menularkan penyakit ini ke janinnya.

Masalahnya, terkadang herpes genital tidak menimbulkan gejala apapun. Alhasil, pengidapnya sering kali tidak menyadari kemunculan penyakit tersebut.

Selain itu, virus penyebab herpes genital bisa menetap secara dorman dalam tubuh, lho. Bahkan bisa terjadi reaktivasi hingga beberapa kali dalam setahun.

Lantas, bagaimana cara mengenali infeksi herpes genital? Bisakah penyakit ini disembuhkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan mengenai gejala dan cara mengobati herpes genital di bawah ini!

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Herpes Genital (Herpes Simplex) - Catatan Bunda

Penyebab Herpes Genital (Herpes Simplex)

Seperti yang telah Catatan Bunda sampaikan, umumnya penyakit herpes genital disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Virus tersebut bisa dengan mudah menular melalui kontak langsung.

Virus herpes simplex memiliki 2 tipe, yaitu:

    • HSV tipe 1: Menyebabkan luka atau lecet di daerah sekitaran mulut. Tipe ini menularkan lewat kontak kulit. Terkadang bisa menyebar ke daerah genital ketika melakukan oral seks.
    • HSV tipe 2: Tipe paling umum yang menyebabkan penyakit herpes genital. Penularannya melalui kontak kulit maupun kontak seksual, meskipun mereka tidak memiliki luka terbuka pada tubuhnya.

Penyakit ini umumnya ditularkan melalui hubungan intim dengan orang yang terinfeksi, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Meski jarang terjadi, HSV-1 dan HSV-2 juga bisa menular dari ibu ke bayi selama persalinan.

Akan tetapi, perlu Bunda ketahui, herpes genital tidak ditularkan melalui dudukan toilet, memakai kolam renang bersama, ataupun memakai tempat tidur bersama.

Faktor Risiko Herpes Genital (Herpes Simplex)

Siapa yang lebih berisiko terinfeksi herpes genital? Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengidap herpes genital

    • Melakukan seks bebas atau memiliki pasangan seks lebih dari satu.
    • Wanita lebih mudah terinfeksi herpes simplex daripada laki-laki.
    • Melakukan hubungan seksual yang tidak aman atau tidak memakai pelindung (kondom).
    • Sistem kekebalan tubuh melemah.

Gejala Herpes Genital (Herpes Simplex)

Penyakit herpes genital sering tidak menimbulkan gejala. Bahkan beberapa orang yang terinfeksi tidak menyadarinya. Namun, pada beberapa kasus, penderita herpes genital akan merasakan gejala seperti:

    • Demam.
    • Sakit kepala.
    • Muncul luka terbuka berwarna kemerahan tanpa disertai rasa gatal ataupun nyeri.
    • Muncul luka melepuh yang lambat laun pecah di area genital, rektum, bokong, atau paha.
    • Muncul koreng atau luka kering di area genital atau anus.
    • Terasa nyeri dan gatal di sekitar genital dan anus.
    • Nyeri ketika buang air kecil.
    • Nyeri pada bagian punggung bawah.
    • Keluar cairan dari vagina.
    • Kehilangan nafsu makan.

Komplikasi Herpes Genital (Herpes Simplex)

Jika terus-menerus dibiarkan tanpa adanya penanganan medis, herpes genital dapat menyebabkan komplikasi. Beberapa diantaranya adalah:

    • Menderita Penyakit Menular Seksual (PMS) Lainnya
      Pengidap infeksi HSV-2 lebih berisiko tertular HIV hingga tiga kali lipat. Bahkan orang yang menderita HSV-2 dan HIV lebih berpotensi menularkan HIV ke orang lain.
    • Herpes Neonatus
      Herpes Neonatus merupakan kondisi medis dimana bayi terpapar virus HSV melalui proses persalinan normal. Sebenarnya kondisi ini jarang terjadi, namun herpes neonatus adalah kondisi medis yang sangat serius. Pasalnya bisa menyebabkan kecacatan neurologis pada bayi dan kematian. Itulah sebabnya, ibu hamil yang mengidap herpes genital sebaiknya melakukan persalinan lewat operasi caesar.
    • Penyakit Herpes Genital Semakin Parah
      Herpes genital yang menginfeksi orang dengan gangguan sistem imun, termasuk penderita HIV bisa menimbulkan gejala yang lebih parah. Bahkan berisiko lebih sering kambuh.
    • Menderita Infeksi Lainnya
      Komplikasi langka HSV-2 bisa menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Beberapa diantaranya adalah meningoensefalitis (infeksi selaput otak), ensefalitis (infeksi jaringan otak), keratitis (infeksi mata), hingga diseminata (gangguan aliran darah).

Diagnosis dan Pengobatan Herpes Genital

Ketika mengalami gejala infeksi herpes genital, sebaiknya segera ke dokter. Umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit ini.

Berikut beberapa pemeriksaan tersebut:

    • Wawancara medis.
    • Pemeriksaan fisik.
    • Kultur virus: mengambil sampel jaringan atau sebagian kecil luka herpes kemudian diperiksa di laboratorium.
    • Polymerase Chain Reaction (PCR): mengambil jaringan luka, sampel darah, atau cairan tulang belakang. Tujuannya untuk melihat keberadaan DNA virus dan tipe DSV.
    • Pemeriksaan darah: Tujuannya untuk mendeteksi adanya antibodi HSV dan infeksi herpes di masa lalu.

Karena virus ini selamanya akan menetap dalam tubuh, jadi tidak ada obat yang bisa sepenuhnya menghilangkan virus.

Akan tetapi, dokter akan meresepkan obat antivirus untuk mempercepat proses penyembuhan; mengurangi tingkat keparahan; mengurangi frekuensi kekambuhan; dan meminimalisir penularan ke orang lain. Obat antivirus yang biasa digunakan antara lain Acyclovir, Valacyclovir, dan Famciclovir.

Cara Mencegah Penularan Herpes Genital

Jenis penyakit herpes genital memiliki risiko penularan tinggi setelah munculnya luka. Tidak hanya itu saja, virus dari penyakit ini juga tidak bisa sembuh. Untuk itu, sebagai upaya pencegahan berikut beberapa hal yang bisa dilakukan.

    • Memakai kondom ketika melakukan hubungan intim.
    • Jika pasangan memiliki luka di sekitar mulut, hindari melakukan oral seks dan berciuman.
    • Jangan berbagi sexs toys. Jika ingin melakukannya, cuci sexs toys terlebih dahulu lalu lapisi dengan kondom.
    • Hindari terlalu sering menyentuh luka herpes.
    • Menunda melakukan hubungan seks bagi penderita herpes genital
    • Lakukan pemeriksaan penyakit menular seksual setiap tahunnya.

Itulah gejala, penyebab, cara mengobati, dan cara mencegah herpes genital (herpes simplex). Karena virus HVS akan selamanya menetap dalam tubuh, sementara obat antivirus hanya bertujuan untuk memperlambat perkembangan infeksi maka sebaiknya Bunda melakukan langkah pencegahan agar tidak tertular herpes genital

Jika merasakan gejala herpes genital, segera konsultasi ke dokter! Dokter akan memberikan diagnosa dan perawatan medis yang sesuai.

Baca Juga:

Sumber

Hello Sehat, (2022). Herpes Genital. hellosehat.com

Halodoc. (2022). Herpes Genital (Herpes Simplex). halodoc.com

Alodokter. (2022). Pengertian Herpes Genital (Herpes Simplex). alodoker.com