Penulis: Siti Ruli | Editor: Aufia

Setiap pasangan tentunya menginginkan pernikahan yang langgeng, hidup bahagia  sampai maut memisahkan. Namun terkadang tidak sedikit pasangan lebih memiliki mengakhiri pernikahan dengan sebuah percerain. Ketika momen perceraian terjadi, perempuan muslim tentunya wajib melewati masa iddah.

Masa iddah sebenarnya adalah ‘tegang waktu tertentu’ atau masa tunggu yang dihitung ketika perempuan berpisah dengan suaminya. Bisa karena perceraian maupun suaminya meninggal. Apa itu masa tunggu? Masa tunggu yaitu waktu di mana perempuan belum boleh menikah lagi.

Perhitungan Ketentuan Masa Iddah

Perhitungan masa iddah perempuan dibagai menjadi dua, Bunda. Yang pertama karena suaminya meninggal yang kedua karena perceraiann. Berikut rinciannya Bunda!

1. Berapa lama masa iddah perempuan karena suami meninggal?

  • Masa iddah perempuan yang suaminya meninggal adalah 4 bulan 10 hari. Dengan catatan, istri tidak dalam keadaan hamil.
  • Jika istri mengandung, maka masa iddahnya hingga anak lahir.

2. Berapa lama masa iddah perempuan ketika berpisah karena perceraian?

  • Masa iddah perempuan yang dicerai suaminya adalah 3 kali masa haid, dari talak dijatuhkan.
  • Ketika dicerai dalam keadaan hamil, masa iddah perempuan sampai melahirkan.
  • Jika sudah memasuki masa menopause, maka masa iddah perempuan selama 3 bulan.

Hak dan Kewajiban Ketika Perempuan Dalam Masa Iddah

Setelah Bunda mengetahui perhitungan masa iddah, selanjutnya yang tak kalah penting adalah mengenai hak dan kewajibannya. Beberapa hak dan kewajiban yang harus dijalani seorang perempuan ketika dalam masa iddah antara lain:

1. Hak perempuan ketika masa Iddah talak bain dan sedang hamil

Ketika Bunda sedang hamil dan dijatuhkan talak bain (talak tiga atau talak yang menghilangkan kepemilikan suami terhadap istri) maka seorang istri berhak atas tempat tinggal dan nafkah.

Periode ia wajib mendapatkan nafkah dan tempat tinggal dari mantan suaminya adalah sampai anak lahir. Ketentuan ini sebenarnya juga sudah dijelaskan dalam Q.S At-Talaq ayat 6.

2. Hak perempuan selama masa iddah dengan talak bain tanpa hamil

Hak dan kewajiban perempuan akan berbeda ketika dijatuhkan talak bain namun tidak sedang mengandung. Dalam keadaan tersebut, maka perempuan hanya berhak atas tempat tinggal saja.

Sementara itu, menurut beberapa pandangan ulama, perempuan tidak berhak atas keduanya. Baik itu nafkah maupun tempat tinggal ketika terjadi talak bain. Hal ini sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 149 (b).

3. Hak dan kewajiban perempuan selama masa iddah karena suami meninggal

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, Bund! Perempuan yang suaminya meninggal juga harus melewati masa iddah. Dalam tenggang waktu tersebut, Bunda berhak atas tempat tinggal dan juga nafkah ketika dalam keadaan mengandung. Sementara itu, jika Bunda tidak dalam keadaan hamil, maka berhak atas tempat tinggal dan warisan dari suami namun tidak dengan nafkah. 

Selain mendapatkan hak, Bunda juga harus melakukan kewajiban ihdad. Kewajiban tersebut adalah tidak mengenakan pakaian berwarna mencolok dan wewangian sebagai bentuk penghormatan istri pada suami.

4. Kewajiban perempuan ketika masa iddah talak raj’i 

Ketika dijatuhkan talak raj’i (talak satu atau dua yaitu talak yang masih memperbolehkan rujuk kembali) maka perempuan tidak boleh menikah. Hal ini disebabkan dalam tenggang masa iddah mereka bisa saja rujuk kembali.

Namun jika seorang perempuan tetap menginginkan menikah dengan laki-laki lain maka harus menunggu masa iddah selesai sesuai yang dijelaskan dalam Q.S Al Baqarah ayat 235.

5. Hak perempuan selama masa iddah talak raj’i

Selain kewajiban, perempuan pada masa iddah talak raj’i juga berhak atas beberapa hal. Hak-hak perempuan diantaranya adalah mendapat tempat tinggal layak dan biaya hidup seperti layaknya sebelum bercerai.

6. Kewajiban lainnya yang harus dijalankan selama masa iddah

Beberapa kewajiban yang harus dilakukan diluar yang disebutkan di atas antara lain:

  • Selama masa iddah, harus berada di rumah.
  • Mendekatkan diri pada Allah agar rasa sedih berkurang.
  • Tidak boleh menerima lamaran ketika selama masa iddah karena suami meninggal.

Itulah beberapa hal yang perlu Bunda ketahui terkait hak, kewajiban dan ketentuan masa iddah. Masa iddah sendiri, diperlukan agar suami istri bisa mempertimbangkan rujuk kembali dan agar kelak tidak ada perselisihan tentang anak jika istri sedang hamil. Semoga artikel ini bermanfaat, Bund!

Baca Juga:

Sumber