Penulis: Annisa | Editor: Handa

Termasuk dalam rukun islam ketiga, puasa hukumnya wajib bagi setiap umat Islam untuk melaksanakannya. Namun demkian, islam juga memberikan toleransi kepada Ibu hamil selama bulan ramadhan untuk tidak berpuasa.

Sebab dikhawatirkan jika puasa dalam kondisi hamil dapat meningkatkan risiko kesehatan, mulai dari anemia hingga dehidrasi.  Secara syariat Islam, ibu hamil yang tidak berpuasa tetap wajib mengganti puasanya di bulan ramadhan yaitu dengan cara melakukan qada atau membayar fidyah di hari-hari setelahnya. Berikut adalah penjelasan mengenai hukum puasa bagi Ibu hamil.

Hukum Puasa bagi Ibu Hamil

Dalam syariat Islam disebutkan bahwa bagi yang tidak mampu melaksanakan puasa di bulan ramadhan, bisa mengganti puasanya dengan cara fidyah, yakni membayar dengan sejumlah harta yang wajib diberikan kepada fakir miskin.

Dalam madzhab Syafi’i juga dijelaskan, jika seorang wanita yang sedang hamil atau menyusui berpuasa, tetapi khawatir akan adanya dampak buruk pada kondisi kesehatannya, dengan anaknya atau salah satunya, maka wajib berbuka.

Ibu hamil juga wajib mengganti atau mengqadha puasa di hari lain. Namun, bagi ibu hamil dan menyusui jika tidak berpuasa, wajib untuk membayar uang tebusan atau fidyah.

Mayoritas ulama juga telah sepakat bahwa ibu hamil dan menyusui yang khawatir akan kondisi selama kehamilannya bisa mendapatkan keringanan dari puasa. Namun tetap harus mengqadha atau menggantinya di luar bulan ramadhan sesuai dengan jumlah hari yang tersisa.

Cara Mengqadha dan Membayar Fidyah bagi Ibu Hamil

Bagi ibu hamil wajib untuk melakukan qadha puasanya, Bunda bisa menjalankannya pada saat setelah bulan Ramadhan dan selama menyusui, sesuai dengan jumlah puasa yang tidak dilakukan. Pastikan Bunda mencatatnya dengan baik, ya.

Sedangkan bagi ibu hamil yang melahirkan dan menyusui secara berurutan selama beberapa tahun, qadha puasanya bisa diganti dengan fidyah. Fidyah sendiri adalah sejumlah harta yang wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai imbalan atas ibadah yang dilakukan.

Menurut Imam Malik, dan Imam As-Syafi’I, membayar fidyah harus sebesar 1 mud gandum atau setara 675 gram / 0,75 kg atau sama dengan ukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat Bunda sedang berdoa.

Fidyah juga tidak harus berbetuk gandum, Bunda juga bisa menggantinya dengan bahan makanan pokok lain. Misalnya saja, Bunda tidak melakukan puasa selama 20 hari, oleh sebab itu Bunda harus membayar fidyah sebanyak 20 takar beras dimana masing-masing 1,5 kg. Bunda bisa membayarnya pada beberapa orang fakir miskin, atau kepada dua orang saja dengan perolehan masing-masing 10 takar.

Itulah hukum puasa bagi Ibu hamil yang wajib Bunda ketahui, pastikan Bunda mencatat dengan teliti jumlah puasa yang ditinggalkan. Hal tersebut supaya dalam membayar fidyah dan mengqadha puasa, Bunda  tidak lupa berapa jumlahnya.

Baca juga: