Penulis: Vinna | Editor: Handa

Bunda tentu sudah tahu bahkan pernah mengonsumsi obat bernama Ibuprofen, bukan? Ibuprofen adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini bekerja dengan menghalangi produksi tubuh manusia dari zat alami tertentu yang menyebabkan peradangan.

Ibuprofen digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan, nyeri, serta demam. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai obat Ibuprofen, bisa Bunda simak penjelasannya di bawah ini.

Manfaat Ibuprofen

Seperti yang telah dijelaskan di atas, obat ini digunakan untuk meredakan rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, nyeri otot, atau radang sendi. Obat ini juga digunakan untuk mengurangi demam dan untuk meredakan sakit ringan dan nyeri karena pilek atau flu.

Lalu, Ibuprofen juga dapat meringankan rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh kondisi yang mempengaruhi sendi, tulang dan otot (seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis). Selain itu, Ibuprofen mampu meringankan rasa sakit dan pembengkakan yang disebabkan oleh keseleo dan ketegangan (seperti cedera olahraga).

Dosis Penggunaan Ibuprofen

Ibuprofen banyak tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Dokter juga dapat memberikannya secara intravena untuk mengatasi rasa sakit setelah operasi.

Dosis Ibuprofen akan tergantung pada alasan penggunaannya dan usia seseorang. Sangat penting untuk menggunakan dosis yang tepat agar meminimalkan terjadinya risiko efek samping.

Dosis Ibuprofen untuk Anak-anak

Untuk Demam:

  1. Penggunaan dan dosis untuk bayi di bawah usia 6 bulan dan anak-anak di atas usia 2 tahun harus berdasarkan ketentuan dokter. Jenis Ibuprofen yang digunakan dalam bentuk sediaan oral (tablet dan suspensi).
  2. Dosis untuk anak-anak usia 6 bulan hingga 2 tahun berdasarkan pada berat badan dan suhu tubuh, dan dengan ketentuan dokter. Untuk suhu demam yang lebih rendah dari 39,2 °C, biasanya diberikan dosis 5 mg per kg berat badan.

Untuk demam tinggi, biasanya diberikan dosis 10 mg per kg berat badan. Ibuprofen dapat diberikan setiap enam sampai delapan jam, sesuai dengan kebutuhan, hingga 40 mg per kg per hari. Jenis Ibuprofen yang digunakan adalah dalam sediaan oral (tablet dan suspensi).

Untuk kram menstruasi:

Penggunaan dan dosis Ibuprofen untuk anak remaja harus ditentukan oleh dokter. Jenis Ibuprofen yang digunakan adalah dalam sediaan oral (tablet dan suspensi).

Untuk nyeri ringan sampai sedang:

  1. Dosis pada anak-anak di atas usia 6 bulan berdasarkan pada berat badan dan harus menurut ketentuan dokter. Biasanya dosisnya adalah 10 mg per kg berat badan setiap enam hingga delapan jam, sesuai kebutuhan, hingga 40 mg per kg per hari.
  2. Penggunaan dan dosis untuk bayi di bawah usia 6 bulan harus menurut ketentuan dokter. Jenis Ibuprofen yang dikonsumsi untuk bayi di bawah usia 6 bulan adalah dalam bentuk sediaan oral (tablet dan suspensi).

Untuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis:

Dosis untuk anak-anak berdasarkan pada berat badan dan harus ditentukan oleh dokter. Dosis yang biasanya digunakan adalah 30 mg sampai 40 mg per kg berat badan per hari, dan dibagi menjadi tiga atau empat dosis. Penggunaan dan dosis untuk bayi di bawah usia 6 bulan harus berdasarkan ketentuan dokter.

Dosis Ibuprofen untuk Orang Dewasa

Untuk nyeri ringan hingga sedang:

Orang dewasa dapat mengonsumsi 400 mg setiap 4 sampai 6 jam. Dosis maksimum penggunaannya dalam 1 hari adalah 3.200 mg.

Untuk kram menstruasi:

Orang dewasa diberikan dosis 400 mg setiap empat jam, sesuai kebutuhan. Sama seperti pada anak remaja, orang dewasa juga mengkonsumsi jenis Ibuprofen dalam sediaan oral (tablet dan suspensi).

Untuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis:

Penggunaan pada orang dewasa dan remaja dosisnya 1200 mg hingga 3200 mg per hari. Dosis 1200 hingga 3200 mg tersebut harus dibagi menjadi tiga atau empat dosis yang sama.

Efek Samping Ibuprofen

Terlalu banyak mengkonsumsi Ibuprofen bisa berbahaya bagi tubuh. Efek samping penggunaan Ibuprofen, antara lain:

  • Maag
  • Gangguan pencernaan
  • Ketidaknyamanan perut
  • Masalah perut yang serius seperti sakit perut yang sangat parah, darah dalam tinja, warna hitam atau gelap pada tinja, batuk, mual, muntah darah, atau muntah berwarna gelap
  • Merasa lelah atau mengantuk
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Tanda-tanda reaksi alergi seperti, ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, dan mulut
  • Mengalami masalah pernapasan, seperti dada sesak, sesak napas, kesulitan bernapas, atau perubahan detak jantung (lebih lambat atau lebih cepat)
  • Kelemahan pada satu bagian atau sisi tubuh
  • Bicara tidak jelas

Penting untuk Bunda mengkonsumsi Ibuprofen sesuai dengan ketentuan dan kondisi. Apabila mengalami efek samping segera pergi ke dokter terdekat untuk mendapat pertolongan.

Baca juga: