Penulis: Aulia Elsa | Editor: Aufia

Garang-garang tapi menawan, mungkin itulah sebutan yang pantas untuk ikan hias predator. Bagaimana tidak? Meskipun dikenal sebagai pemangsa ikan atau hewan air yang lebih kecil, faktanya ikan ini memiliki corak warna yang cantik. Makanya nggak heran kalau pehobi ikan menjadikannya sebagai penghuni aquarium.

Ditambah, karakter agresifnya yang membuat dinamika aquarium terlihat lebih hidup.  Konon, ikan predator juga dipercaya lumayan cerdas bahkan beberapa diantarnya bisa membentuk kedekatan dengan pemiliknya. Tentunya hal ini menjadi kesenangan tersendiri bagi para pemiliknya!

Bunda tertarik untuk memelihara ikan predator hias? Pas banget, Catatan Bunda akan mengulas jenis-jenis ikan pedator yang bisa dipelihara di dalam aquarium. Kira-kira apa saja? Langsung dikepoin aja Bund!

1. Ikan Red Snakehead

Memiliki habitat asli di sebagian besar Asia Tenggara, ikan ini bisa Bunda temukan mulai dari Sungai Mekong di laos sampai Kepulauan Bangka Belitung. Untuk memelihara ikan ini Bunda perlu menyiapkan akuarium yang besar, karena lebarnya bisa mencapai 1.3 meter.

Dikenal luas sebagai ikan Toman oleh masyarakat Indonesia, ternyata ikan ini berkarakter ngemong dan posesif, Bund! Mereka tak segan menyerang musuh yang mengganggu anak-anaknya. Selain ikan kecil, toman juga makan serangga dan kodok kecil.

2. Ikan Arwana

Siapa yang tak kenal ikan arwana? Ikan hias predator yang satu ini paling umum dipelihara. Pasti Bunda juga pernah melihatnya kan?

Ikan yang dibanderol dengan harga cukup tinggi ini memiliki warna yang cantik dan berbentuk unik. Dan inilah yang menjadi daya tariknya!

Untuk makanannya cukup diberi pelet khusus arwana yang mengapung. Biar nggak bosan Bunda juga bisa memberi ikan, serangga, udang maupun katak.

3. Ikan Tiger Datz

Biasa ditemui di sungai tropis, ikan ini menjadi salah satu primadona di kalangan pehobi ikan hias. Di Indonesia sendiri terdapat 3 spesies Tiger Datz yaitu Datz Sumatra, kalimantan, dan Papua.

Ciri fisiknya ditandai denga adanya corak belang yang terlihat seperti harimau, makanya ia dinamai tiger. Selain itu, terdapat perpaduan warna emas dan garis hitam arah vertikal yang biasa disebut bar. Bar inilah yang memepengaruhi harga Tiger Datz. Normalnya, ikan ini memiliki 4 bar ditubuhnya, namun harganya akan semakin tinggi jika hanya memiliki 3 bar.

Ketimbang pelet, ikan ini lebih meyukai makan hidup seperti ikan kecil, krustasea, cacing dan serangga.

4. Ikan Belida

Predator hias yang satu ini bisa dikatakan sangat langka karena aktivitas perburuan, baik untuk dikonsumsi maupun dipelihara. Bahkan salah satu jenisnya, belida lopis [Chitala lopis] sudah dinyatakan punah oleh lembaga konservasi dunia.

Sama seperti Tiger Datz, maskot Palembang ini juga terdiri dari tiga spesies yaitu belida royal, belida bangkok, dan belida albino. Keunikannya terdapat pada bentuknya yang menyerupai pisau dan adanya motif bentol-bentol di tubuhnya.

Tambahan informasi, Bund! Karena dinyatakan langka, ada 4 jenis ikan belida yang dilindungi. Jadi jangan coba-coba memburu, mengkonsumsi maupun memelihara nya. Barangsiapa yang melanggar akan dikenakan denda dan hukuman penjara.

5. Ikan Oscar

ikan hias predator

Berasal dari amazon, bisa dibilang predator ini agresif baget. Jadi disarankan hanya yang berpengalaman saja yang memeliharanya.

Daya tarikknya terletak pada perpaduan corak gelap dan terang pada sisiknya. Menariknya ikan ini bisa hidup sampai puluhan tahun, loh Bund. Makanan favoritnya adalah cacing sutra, ulat, kutu air, dan ikan kecil.

6. Ikan Malabar Wolffish

Mendapat julukan srigala air karena ikan ini dikenal sebagai salah satu ikan predator yang garang. Ciri khasnya dapat dilihat dari mulutnya yang besar disertai deretan gigi yang tajam dan menonjol. Habitatnya tersebar di daerah Amerika Latin mulai dari Venezuela Utara sampai Argentina Selatan. Ikan nocturno ini menyukai pakan cacing dan ikan kecil.

7. Ikan Palmas

ikan hias predator

Dari gambarnya pasti Bunda sudah tahu kenapa ikan ini populer sebagai ikan hias. Yup, bentuknya yang unik, menyerupai naga dengan sirip di punggung.

Ikan primitif yang berasal dari Sungai Nil, Afrika ini menyukai makanan hidup seperti cacing, udang-udangan dan ikan kecil. Untuk melengkapi nutrisinya, Bunda bisa memberi pelet tipe tenggelam atau mengapung.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis ikan palmas yaitu palmas endlicheri, ansorgii, senegalus, orna, dan teugelsi.

Itulah beberapa jenis ikan hias predator air tawar yang sering dijadikan peliharaan untuk mempercantik interior rumah. Gimana, tertarik untuk memeliharanya, Bund?

Baca Juga: