Penulis: Aulia Elsa | Editor: Handa

Setiap bulannya, perempuan akan mengalami masa datang bulan atau menstruasi. Masa atau siklus menstruasi tiap perempuan juga berbeda-beda. Menstruasi ini umum dialami sebagai tanda kalau seorang perempuan sudah mulai memasuki masa pubertas dan juga menandakan kalau ovarium dan uterus bekerja sehingga mengalami kematangan organ reproduksi.

Setiap perempuan juga bisa mengalami datang bulan lebih cepat atau lebih lama. Ada yang hanya dua sampai tiga hari dan ada juga yang sampai satu minggu lebih. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya Bunda mengetahui penyebab terjadinya menstruasi pada perempuan.

Mengapa Terjadi Datang Bulan atau Menstruasi?

Menstruasi terjadi karena luruhnya dinding rahim yang menebal yang dipersiapkan untuk kehamilan. Tubuh akan menghasilkan hormon yang menyiapkan kehamilan. Nah, jika sel telur yang dihasilkan tidak dibuahi, maka sel telur tersebut akan larut dengan darah lapisan dinding rahim.

Dalam siklus menstruasi, kadar hormon dalam tubuh bisa naik turun tergantung fasenya. Hal itu yang membuat mood Bunda saat datang bulan tidak stabil. Siklus datang bulan setiap perempuan bervariasi antara 23-35 hari dan umumnya terjadi setiap 28 hari, tergantung dari kondisi kesehatan tubuh Bunda.

Faktor Penyebab Datang Bulan Terlambat

Kadangkala, siklus menstruasi wanita berubah-ubah. Namun, jika Bunda sering mengalami telat datang bulan, Bunda perlu memperhatikannya. Pasalnya, ada beberapa penyebab yang memengaruhi datang bulan terlambat, seperti:

1. Stres

Ketika Bunda sedang stres, produksi hormon gonadotropin dan kinerja hipotalamus, yakni bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengatur siklus menstruasi pun akan terganggu, sehingga siklus menstruasi terlambat. Jika telat menstruasi ini karena stres, sebaiknya lakukan relaksasi atau melakukan hal-hal yang Bunda sukai.

2. Efek Pil KB

Jika Bunda menggunakan pil KB, kemungkin Bunda bisa mengalami telat datang bulan. Hal ini karena pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang mampu mecegah pelepasan sel telur.

Agar siklus menstruasi Bunda kembali normal, diperlukan waktu hingga enam bulan setelah Bunda berhenti mengonsumsi pil KB. Selain pil KB, jenis alat kontrasepsi lain yang juga bisa menyebabkan Bunda telat menstruasi yaitu suntik KB dan KB implan.

3. Mengidap Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Mungkin BUnda tidak asing lagi dengan PCOS, bukan? PCOS merupakan kondisi yang membuat tubuh memproduksi hormon androgen lebih banyak, sehingga membuat proses menstruasi tidak teratur bahkan berhenti.

Penyebab pasti PCOS belum diketahui, namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kondisi lain, seperti sindrom metabolik dan resistensi insulin. Tidak hanay berpengaruh terhadap siklus menstruasi, PCOS juga bisa membuat kulit berminyak atau berjerawat bahkan meningkatkan berat badan secara tiba-tiba.

4. Penyakit Kronis

Jika Bunda mengidap penyakit kronis seperti diabetes, maka siklus menstruasi juga dapat terganggu. Hal ini karena gula darah yang tidak stabil di dalam tubuh berkaitan erat dengan perubahan hormon. Oleh karena itu, diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan menstruasi tidak teratur.

5. Menopause Dini

Umumnya, menopause terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 40 tahun. Namun, pada kondisi ini, ovarium berhenti bekerja sebelum seorang wanita berusia 40 tahun, akibatnya proses menstruasi berhenti.

Selain beberapa kondisi yang telah disebutkan di atas, telat datang bulan juga dapat disebabkan oleh obesitas, menurunnya berat badan, gangguan tiroid, atau kebiasaan merokok. Pasalnya hal-hal tersebut dapat mempengaruhi perubahan hormon sehingga proses menstruasi terlambat.

Oleh karena itu, jika Bunda mengalami menstruasi yang tidak wajar, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Hal ini agar Bunda segera mendapat perawatan dengan tepat. Semoga bermanfaat ya, Bunda!

Baca juga: