Penulis: Putri Arya | Editor: Aufia

Vaksin Pfizer disebut sebagai salah satu vaksin dengan tingkat kemanjuran tinggi dalam menangkal infeksi virus corona. Vaksin yang disebut juga dengan BNT162b2 terbukti efektif mencegah infeksi Covid-19. Hal ini didasarkan pada sebuah studi yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine yang menyebutkan bahwa 2 dosis vaksin Pfizer 95 persen efektif mencegah infeksi virus corona pada orang berusia 16 tahun atau lebih.

Namun disamping manfaatnya, ternyata vaksin Pfizer juga memiliki efek samping, Bund! Bunda ingin boosterYuk, kenali dulu efek samping Vaksin Pfizer dan cara penanganannya!

Efek Samping Vaksin Pfizer

Kenali Efek Samping dan cara Mengatasi Vaksin Booster Pfizer

Seperti dikutip dalam laman resmi Pfizer yang menyebutkan bahwa analisis terhadap 927 kasus Covid-19 bergejala yang dikonfirmasi menunjukkan BNT162b2 sangat efektif dengan 91,3% kemanjuran vaksin yang diamati terhadap COVID-19, diukur tujuh hari hingga enam bulan setelah dosis kedua.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mendefinisikan seseorang yang telah mendapat vaksin 100 persen (dosis 1 dan 2) terbukti efektif mencegah penyakit parah. Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) melaporkan 95.3 persen vaksin Pfizer efektif dalam mencegah penyakit parah.

Meski terbukti ampuh, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) mengungkap beberapa kemungkinan efek samping dari vaksin Pfizer, di antaranya yaitu:

    • Sakit Kepala
    • Demam
    • Mual dan muntah
    • Pembengkakan pada tempat suntikan
    • Kemerahan di area bekas suntikan
    • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, gatal-gatal, atau pembengkakan pada wajah
    • Nyeri lengan di tempat suntikan
    • Kelelahan
    • Nyeri otot
    • Nyeri sendi
    • Kedinginan
    • Kurang enak badan
    • Diare
    • Pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati)
    • Miokarditis (radang otot jantung)
    • Perikarditis (radang selaput di luar jantung)

Hasil penelitian yang dirilis dalam Journal of Hepatology pada April 2022 lalu menemukan bahwa gejala hepatitis akut ditemukan pada seorang pria setelah sekitar 2-3 pekan disuntik vaksin Pfizer. Salah satu dugaan para peneliti adalah kondisi autoimun yang memicu sistem imun menyerang sel-sel sehat di hati.

Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan, peneliti menemukan bahwa vaksin Pfizer dan infeksi Covid-19 memicu tubuh menghasilkan sel kekebalan yang keliru menyerang sel sehat di dalam hati sehingga menyebabkan hepatitis.

Namun tidak semua efek samping di atas disebabkan oleh vaksin Pfizer. Beberapa kondisi dan masalah kesehatan lainnya juga dapat menjadi penyebabnya. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat apabila Bunda dan keluarga mengalami gejala-gejala di atas.

Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Pfizer

Efek samping yang terjadi akan menimbulkan rasa kurang nyaman dan bisa mengganggu aktivitas pada sebagian orang. Ini beberapa cara mengatasi efek samping vaksin Pfizer yang bisa Bunda lakukan di rumah:

    1. Konsumsi obat penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprofen. Biasanya demam akan hilang setelah 2 hari pasca vaksinasi.
    2. Kompres dingin dengan es batu atau kain yang dingin dan lembab untuk mengurangi kemerahan, nyeri dan bengkak di tempat suntikan.
    3. Mandi air dingin juga bisa membantu menenangkan bekas suntikan dan membuat rileks tubuh.
    4. Minum cairan sesering mungkin selama 1-2 hari setelah mendapat vaksinasi untuk mencegah dehidrasi.
    5. Konsumsi makanan bergizi sembang untuk mempercepat pemulihan.
    6. Hindari aktivitas berat setidaknya selama 1-2 hari usai vaksinasi.

Meskipun memiliki efek samping, namun vaksin corona memiliki manfaat yang sangat besar untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19. Maka dari itu, yuk segera booster!

Sebagai tambahan informasi, Bund! Jika gejala dari efek samping vaksin Pfizer semakin parah dan tidak kunjung reda dalam waktu 72 jam, sebaiknya Bunda segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca Juga:

Sumber