Penulis: Siti Rulli | Editor: Handa

Mendapatkan kebahagian tanpa henti di dunia tentu adalah hal yang diinginkan semua orang. Misalnya saja, rezeki lancar, naik jabatan, tidak pernah sakit, dan lain sebagainya. Padahal, masalah beribadah kepada Allah kita sesuai lalai. Hati-hati lho Bunda, bisa jadi itu istidraj.

Arti istidraj dalam agama Islam sudah menjadi hal yang sering semua orang dengar. Tapi apa sebenarnya makna dari kata tersebut, mengapa sering dihubungkan dengan keberkahan yang kita dapatkan di dunia? Untuk menemukan jawabannya, simak ulasan berikut ini yuk, Bunda!

Pengertian Istidraj dalam Agama Islam

Arti istidraj dalam agama Islam sebenarnya adalah sebuah azab dari Allah tapi bentuknya kenikmatan. Sedangkan, kata istidraj sendiri diambil dari bahasa Arab ‘daraja’ yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya.

Namun dari segi istilah kata ini merupakan nikmat berwujud dari azab. Mengapa bisa dikatakan demikian? Hal ini disebabkan ketika seorang muslim jarang beribadah tapi hidupnya selalu dilimpahkan nikmat adalah tanda istidraj dari Allah SWT. Ia akan terjebak dalam kenikmatan dunia dan semakin lalai pada perintah Allah.

Selain diambil dari arti bahasa, sebenarnya Allah juga sudah memperingatkan istidraj dalam islam. Pada sebuah surat dalam Al Quran yaitu Al-An’am ayat 44, ada pembahasan mengenai istidraj. Lafal dan arti surat tersebut adalah sebagai berikut ini.

Lafal : “Fa lammaa nasuu maa zukkiruu bihii fatahnaa ‘alaihim abwaaba kulli syaii’, hattaaa izaa farihuu bimaaa uutuuu akhoznaahum baghtatang fa izaa hum mublisuun.” (Al-An’am, ayat 44)

Artinya : “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) bagi mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka akan terdiam putus asa.”

Selain surat Al – An’am, ayat 44 dalam Al Qur an, ada juga surat lainnya yang juga menjelaskan tentang istidraj. Surat tersebut adalah Al Imran ayat 78. Untuk lafal dan artinya adalah sebagai berikut ini.

Lafal : “Wa laa yahsabannallaziina kafaruuu annamaa numlii lahum khoirul li’ angfusihim, innamaa numlii lahum liyazdaaduuu ismaa, wa lahum azaabum muhiin. “ ( Al Imran ayat 78)

Artinya : “Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa semakin bertambah, dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.”

Ciri dan Tanda-Tanda Istidraj dalam Islam

Seperti penjelasan di atas, istidraj adalah sebuah azab dalam bentuk kenikmatan. Jadi, ketika meninggalkan perintah Allah malah banyak nikmat yang berdatangan sehingga patut diwaspadai ya Bunda!

Untuk itu, agar Bunda tidak masuk dalam istidraj ada tanda dan ciri-cirinya. Tanda dan ciri-ciri Istidraj atau nikmat yang diberikan oleh Allah adalah sebagai azab adalah sebagai berikut ini.

  • Jarang melakukan ibadah tapi nikmat di dunia terus bertambah.
  • Sering berbuat maksiat tapi hati malah merasa tenang.
  • Jarang sekali merasakan sakit. Padahal sakit adalah salah satu cara menggugurkan dosa.

Itulah arti istidraj dalam Islam yang perlu Bunda pahami. Kebahagiaan di dunia memang hanya sementara ya Bunda! Jadi jangan sampai kita lalai dan tergolong hamba Allah yang istidraj. Untuk itu agar terhindar dari istidraj ada baiknya selalu mendekatkan diri pada Allah dan melakukan ibadah secara rutin.

Baca juga: