Penulis: Putri Arya | Editor: Aufia

Tahukah Bunda, gerak dasar manusia terdiri dari tiga macam gerak yaitu gerak lokomotor, non lokomotor dan gerak manipulatif. Ketiga gerak dasar ini bisa Bunda lihat atau bahkan selalu dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. seperti saat berolahraga. Tubuh melakukan beberapa gerakan dasar sederhana sebagai aktivitas fisik agar tetap sehat dan bugar.

Nah Bunda, konsep gerak dasar manusia ini perlu dikuasai oleh anak-anak khususnya anak usia dini dan sekolah dasar. Jika si kecil kurang menguasai ketiga gerak dasar ini, maka akan sulit baginya untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik tertentu seiring perkembangan usianya. Contohnya ketika anak tidak pernah belajar menggiring bola, nantinya ia tidak bisa ikut serta dalam tim sepak bola ataupun bola basket saat usia remaja.

Pengertian Lokomotor, Non Lokomotor dan Manipulatif

Gerak lokomotor merupakan gerakan berpindah tempat. Dimana bagian tubuh tertentu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Seperti berjalan, berlari, melompat, dan memanjat. Sedangkan gerakan non lokomotor merupakan gerakan yang tidak disertai perpindahan tempat. Seperti menggelengkan kepala, berputar, membungkuk, atau mengayun.

Selanjutnya adalah gerak manipulatif yang melibatkan objek, benda ataupun alat tertentu dengan tangan atau kaki untuk mencapai tujuan. Contohnya seperti gerakan memantulkan bola, menangkap, memukul, dan melempar.

Contoh Gerak Lokomotor Utama

Seperti penjelasan di atas, gerak lokomotor menyebabkan tubuh melakukan perjalanan dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Beberapa gerak lokomotor utama yang perlu Bunda ketahui di antaranya yaitu:

  1. Berjalan. Gerakan dasar ini membuat tubuh berpindah dan melakukan perjalanan dengan cara melangkahkan kaki.
  2. Berlari. Gerak lokomotor utama yang dilakukan dengan tempo lebih cepat dari berjalan.
  3. Meloncat. Gerak lokomotor ini dilakukan dengan cara menolakkan badan ke atas lalu mendarat dengan kedua kaki.
  4. Melompat. Gerak lokomotor yang dilakukan dengan menolakkan badan ke atas lalu mendarat dengan satu kaki. Diperlukan kekuatan otot, keseimbangan serta koordinasi tubuh untuk melakukan gerakan ini.
  5. Merayap. Gerakan dasar yang dilakukan dengan posisi badan tengkurap dan kepala sedikit diangkat, lalu tangan bergerak maju secara bergantian.
  6. Memanjat. Gerakan memindahkan tubuh menuju ke atas dengan bertumpu pada benda atau alat. Caranya dengan mencengkramkan kedua tangan lalu menarik tubuh ke atas dibantu dengan pijakan kaki yang kuat.
  7. Berjingkat. Gerak lokomotor yang memindahkan tubuh menggunakan satu kaki untuk bertumpu dan bergerak, sedangkan satu kaki lainnya ditekuk di lutut.
  8. Berguling. Gerakan lokomotor utama ini dilakukan dengan cara rolling atau menggulingkan badan ke depan atau ke belakang. Gerakan ini bertumpu pada kedua tangan.
  9. Skipping. Gerakan lokomotor ini berasal dari perpaduan antara gerak berjalan dan berjingkat serta dilakukan secara berurutan ataupun bergantian.
  10. Menderap. Kerap disebut dengan mencongklang, gerakan ini memadukan antara gerak jalan dan lompatan ke depan atau ke belakang menggunakan kedua kaki.

Contoh Gerak Manipulatif

Gerak manipulatif melibatkan aktivitas fisik dengan koordinasi tangan dan tubuh yang baik untuk melaksanakan tugas atau mencapai tujuan. Gerakan manipulatif terbilang sulit untuk dikuasai oleh anak-anak karena lebih kompleks dari keterampilan motoric yang tidak menggunakan objek atau benda.

Oleh karena itu, anak-anak perlu diajarkan gerakan manipulatif sejak usia dini. Beberapa contoh gerak manipulatif yang perlu dikuasai anak di masa tumbuh kembangnya di antaranya yaitu:

  • Melempar bola
  • Menangkap bola
  • Memantulkan bola
  • Menggiring bola
  • Menendang atau menggelindingkan bola
  • Mendorong dan menarik (benda seperti mainan beroda)
  • Mengayun
  • Volleying (mengoper bola bolak-balik ke orang lain secara bergantian, bisa menggunakan tangan atau alat bantu lainnya)

Itulah pengertian gerak lokomotor dan manipulatif beserta dengan contohnya. Perhatikan kemampuan motoric si kecil dan jangan lupa ajarkan gerakan-gerakan seperti di atas dejak usia dini ya, Bund. Aktif bergerak membantu optimalkan tumbuh kembang anak.

Baca Juga:

Sumber