Penulis: Farichatul | Editor: Handa

Pada dasarnya memang tidak ada hubungan rumah tangga yang mudah. Dibutuhkan kerjasama dan kesabaran dari kedua belah pihak untuk membangun keluarga yang Sakinah, Mawaddah wa Rohmah.

Salah satu cara untuk membangun kerjasama dan memelihara kesabaran tersebut adalah dengan mengetahui hak dan kewajiban masing-masing pihak. Baik suami, istri, maupun anak semua memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Berikut kewajiban seorang Istri terhadap suami sebagaimana ketentuan syariat Islam.

1. Taat Kepada Suami

Dalam rumah tangga, suami berperan sebagai kepala rumah tangga sehingga salah satu kewajiban seorang istri adalah taat kepada suaminya. Kata taat di sini bukan berarti patuh penuh tanpa penolakan loh Bunda.

Walau bagaimanapun Bunda tetap berhak menolak perintah suami yang sekiranya melanggar ajaran agama seperti, bersenggama di kala haid atau mencuri dan lain sebagainya. Namun Bunda juga perlu ingat, baiknya Bunda menyampaikan penolakan tersebut secara halus dan di waktu yang tepat sehingga suami Bunda tidak tersinggung hatinya.

2. Menjaga Amanat Sebagai Ibu dan Istri

Kewajiban lainnya sebagai istri adalah Bunda harus mampu menjaga amanat sebagai ibu dan istri. Menjaga amanat di sini artinya Bunda berusaha tidak melalaikan peran Bunda sebagai ibu dan istri.

Dilihat dari kasat mata tampaknya kewajiban ini sulit direalisasikan. Apalagi jika Bunda adalah seorang wanita karir. Tetapi, percayalah Bunda, selama keinginan dan amanat ini Bunda utarakan dengan baik kepada suami, niscaya Bunda akan menemukan solusi yang tepat.

3. Mengatur Rumah Tangga dengan Baik

Seorang istri wajib bisa mengatur rumah tangga dengan baik. Bunda perlu ingat, bahwasanya mengatur rumah tangga dengan baik di sini bukan berarti Buna harus mengerjakannya sendiri.

Bunda boleh loh meminta bantuan orang lain selama bantuan tersebut memang diperlukan dan seizin suami. Pastikan juga, jika Bunda mendelegasikan tugas rumah tangga Bunda kepada orang lain, Bunda telah mengawasi orang lain tersebut dengan sebaik mungkin.

4. Menjaga Kehormatan dan Harta Suami

Salah satu cara membangun biduk rumah tangga yang sukses adalah baik istri maupun suami saling menjaga kehormatan satu sama lain. Artinya, tidak ada suami atau istri yang saling menjelekkan atau mengkhianati satu sama lain di belakang.

Istri juga wajib menjaga dan mengelola harta suami dengan baik. Oleh sebab itu, usahakan Bunda memiliki kemampuan financial planning yang cukup ya. Agar seberapa banyak pun uang yang Bunda terima dari suami, Bunda tetap bisa mengelolanya dengan baik.

5. Meminta Izin Kepada Suami Jika Ingin Berpergian

Sekali lagi, suami adalah kepala rumah tangga. Oleh karena itu, kemanapun istri pergi, suami berhak mengetahuinya. Sebaliknya, Bunda juga memiliki hak untuk berpergian dengan rasa aman dengan tanpa gangguan. Salah satu cara berpergian aman dengan tanpa gangguan adalah membawa suami atau mahram Bunda selama Bunda berpergian.

6. Tidak Meminta Sesuatu yang Tidak Bisa Dipenuhi Suami

Salah satu hak istri dalam Islam adalah menerima nafkah yang mencukupi dari suaminya. Akan tetapi, sebagaimana roda kehidupan yang kadang di atas dan kadang di bawah, adakalanya nafkah yang diberikan kurang mencukupi.

Ada baiknya jika Bunda menginginkan sesuatu yang mungkin tidak bisa dipenuhi saat itu juga, Bunda mengutarakan keinginan tersebut pelan-pelan sehingga suami tidak merasa terluka.

Karena tentunya suami tidak akan mengetahui keinginan Bunda jika Bunda tidak mengatakannya akan tetapi jika hal yang Bunda inginkan dirasa agak mahal, ada baiknya Bunda menyampaikannya secara perlahan lahan dan menyadari bahwa benda tersebut tidak bisa dipenuhi sesegera mungkin.

Rumah tangga memang seringkali digambarkan sebagai kehidupan penuh cinta. Akan tetapi, rumah penuh cinta tersebut tidak akan terwujud tanpa kerjasama antar tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya.

Baca juga: