Penulis: Annisa | Editor: Aufia

Nabi Ibrahim memiliki dua istri yang jarang diketahui kisah-kisahnya, istri pertama bernama Sarah memiliki paras cantik jelita hingga membuat Raja Fir’aun ingin mempersuntingnya. Siti Hajar yang merupakan istri kedua Nabi Ibrahim AS, adalah seorang budak yang memiliki akhlak mulia untuk menikah dengan Nabi supaya bisa memiliki keturunan. 

Kisahnya yang penuh lika-liku penuh haru membuat Bunda bisa belajar banyak dengan berbagai kisah dua istri Nabi Ibrahim AS, seperti apa kisahnya? yuk simak kisah berikut ini, Bund.   

Kisah Istri Pertama Nabi Ibrahim: Sarah

Sarah, Wanita yang Cantik, Ramah dan Dermawan

Sarah, istri Nabi Ibrahim, adalah contoh bagi wanita Muslim. Kita sebagai umat Islam harus tahu tentang kisah keteladanan istri Nabi Ibrahim ini bukan hanya tentang nama, namun kebaikan yang telah dilakukan oleh Sarah.

Tidak hanya cantik secara fisik, wanita ini juga memiliki karakter dan karakter yang cantik. Selain itu, Sarah juga seorang wanita yang ramah, dermawan dalam sedekah, dan patuh pada suaminya.

Karena Sarah memiliki kecantikan yang sangat menakjubkan, Raja Firaun ingin menikahi Sarah sebagai selirnya. Namun, kuasa Tuhan dan doanya yang tulus membuat Sarah bisa lepas dari Firaun.

Bahkan, Raja Firaun meminta Sarah untuk kembali ke rumah dan dia akan memberinya seorang budak bernama Hajar sebagai gantinya. Kemudian Hajar bisa menikah dengan Nabi Ibrahim.

Meminta Suaminya Menikahi Budak

Setelah Sarah kembali dari tempat raja Firaun, dia hidup bahagia bersama suaminya, Ibrahim. Namun, ada satu hal dalam hidupnya yang membuatnya sedih. Keduanya sudah lama menikah, namun belum juga dikaruniai seorang anak.

Meski begitu, antara Siti Sarah dan suaminya mereka berdua tetap sabar, terus berdoa, dan berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki momongan.

Setiap hari Sarah, istri Nabi Ibrahim, mendengar doa suaminya, memohon kepada Allah untuk memberinya seorang anak. Karena emosi, Sarah menawarkan suaminya untuk menikahi budak yang diberikan Raja Firaun kepadanya.

Sarah, istri Nabi Ibrahim, sangat mulia. Dia dengan tulus mengizinkan suaminya menikah demi kebahagiaan.

Sarah dengan Kecemburuannya

Mendengar permintaan istrinya, Nabi Ibrahim sebenarnya sempat sedikit ragu. Dia bertanya-tanya apakah Sarah tidak cemburu. Namun, pada akhirnya Nabi Ibrahim setuju dan menikahi Hajar. Pernikahan Nabi dengan Siti Hajar pun didengar Allah SWT, dan dikabulkan permintaannya.  

Siti Hajar melahirkan seorang putra bernama Ismail yang membuah Sarah merasa iri. Bahkan, Sarah juga meminta suaminya untuk menjauhi Hajar dan anaknya. Perburuan Sarah, istri Nabi Ibrahim semakin parah. Melihat kecemburuan istrinya yang sangat disayangi Ibrahim, Ibrahim akhirnya membawa Hajar dan Ismail pergi dari rumahnya sesuai dengan firman Allah.

Kembali ke Istri Pertama dan Dikaruniai Anak

Setelah Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail, ia kembali ke rumah. Kemudian, dia menjalani hari-harinya seperti sebelumnya dengan bahagia bersama Sarah, istri Nabi Ibrahim. Ketika mereka sudah sangat tua, seorang malaikat datang ke rumah mereka dan memberikan kabar baik bahwa Sarah masih bisa hamil dan melahirkan meskipun di usia tua. Mendengar hal tersebut, Sarah dan Nabi Ibrahim pun terkejut. 

Dengan kuasa Allah SWT, Sarah mengandung di usia 99 tahun ia memiliki seorang anak bernama Ishaq. Nabi Ishaq sendiri adalah ayah dari Nabi Yaqub. Sedangkan Nabi Yaqub adalah ayah dari Nabi paling tampan, Yusuf As.

Kisah Istri Kedua Nabi Ibrahim: Siti Hajar

Siti Hajar, Ibu Nabi Ismail AS.

Siti Hajar merupakan istri kedua Ibrahim setelah Siti Sarah. Beliau adalah budak dari Siti Sarah. Siti Sarah memberikannya kepada suaminya, Nabi Ibrahim, karena Siti Sarah tidak bisa memiliki anak karena sudah terlalu tua. Dan Allah memberkati mereka dengan seorang anak dari Siti Hajar bernama Ismail, dan kemudian Allah menjadikan Ismail seorang nabi.

Tiba suatu hari Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT dengan isi perintah bahwa Nabi Ibrahim harus membawa Siti Hajar (istrinya) dan Ismail yang baru lahir, ke sebuah gurun tandus dan gersang, yang kini dikenal sekarang sebagai kota Mekah.

Saat itu tidak ada apa-apa dan tidak ada orang di sana, gurun benar-benar kosong. Setelah Nabi Ibrahim membawa Siti Hajar dan Ismail, segera Nabi Ibrahim diperintahkan untuk meninggalkan mereka berdua disana.

Maka Nabi Ibrahim berjalan ke tempat itu, sedangkan Siti Hajar tidak tahu apa-apa, apa tujuan Nabi Ibrahim membawa mereka berdua ke tempat itu. Nabi Ibrahim hanya percaya bahwa Siti Hajar dan putranya Ismail akan bepergian dan akan kembali ke rumah.

Taat kepada Allah SWT

Siti Hajar sangat taat kepada Tuhan. Ketika dia mengetahui bahwa dia diminta untuk tinggal di lembah yang sangat gersang, dia tidak memprotes. Dia tahu bahwa Tuhan tidak akan menyia-nyiakannya. Allah tidak akan meninggalkannya di daerah itu, meskipun Amaliqah tidak tinggal di daerah itu.

Sabar dalam Berjuang

Meski ditinggal suaminya, ia tetap berjuang mencari makan dan minum untuk anaknya. Walaupun hampir putus asa, Siti Hajar tetap yakin bahwa Allah SWT akan membantunya. Penderitaan yang mungkin dialami tidak seberapa dibandingkan dengan penderitaan Siti Hajar. Oleh karena itu, jagalah anak-anakmu dengan baik seperti yang dilakukan Siti Hajar. Allah akan memberikan rezeki, Allah tidak akan membiarkan hambanya menderita.

Tawakal dan Bersyukur setelah Berusaha

Setelah lelah mondar-mandir dari Safa ke Marwah tujuh kali, dia berserah diri kepada Allah. Dia mendekati putranya dan percaya bahwa Tuhan akan membantunya. Tawakkalnya berbuah manis. Dia melihat air di kaki putranya, Ismail. Ia pun tak lupa mengucap syukur kepada Tuhan.

Nah itu dia Bund, kisah kedua istri Nabi Ibrahim AS yang menarik untuk Bunda ketahui sebab memiliki ketaatan, kesabaran, dalam setiap ujian hidup yang diberikan Allah SWT. Semoga bermanfaat ya, Bund. 

Baca Juga:

Sumber

Harapan Rakyat. (2021). Sarah Istri Nabi Ibrahim Paras dan Akhlak Cantik, Teladan Bagi Muslimah. harapanrakyat.com

Kumparan. (2021). Kisah Istri Pertama Nabi Ibrahim, Siti Sarah, Menanti Keturunan. kumparan.com

Republika. (2021). Kisah Cinta Ibrahim dan Sarah. republika.com