Penulis: Aliftya | Editor: Handa

Bunda tentu sudah tidak asing lagi dengan obat bioplacenton gel. Yup! Ia adalah obat topikal atau oles yang dapat membantu memulihkan luka, bahkan luka bakar. Akan tetapi, apakah hanya itu manfaatnya? Tentu saja tidak.

Namun begitu, sebelum menggunakan obat ini hendaknya Bunda mengetahui dulu cara dan aturan pemakaiannya. Di samping itu, pahami pula efek samping yang kemungkinan bisa muncul. Nah, berkaitan dengan itu, berikut telah Catatan Bunda rangkum cara pakai, manfaat, serta efek samping dari bioplacenton gel. Yuk, langsung cari tahu, Bunda!

Aturan Pakai Bioplacenton

Sebelum mengoleskan obat ini ke area kulit, pertama Bunda perlu mencuci tangan terlebih dahulu. Setelahnya bersihkan daerah kulit yang terluka, lalu keringkan dengan kassa atau kain yang steril. Jika sudah, oleskan sedikit saja gel bioplacenton (seukuran ujung jari atau butir jagung) tipis-tipis ke area luka. Gunakan secara teratur dengan frekuensi 4-6 kali sehari untuk orang dewasa, 1-3 kali sehari untuk anak-anak di atas 2 tahun.

Nah, namun perlu diingat bahwa jangan menggunakan obat ini selama lebih dari 2 minggu, kecuali dokter mengarahkan demikian. Hindari pula penggunaan salep ini pada area mata, hidung, atau mulut. Apabila tidak sengaja terkena, maka Bunda harus segera membersihkannya dengan air bersih.

Manfaat Bioplacenton

Bioplacenton gel pada dasarnya adalah obat untuk mengobati dan mempercepat penyembuhan luka. Namun, secara lebih spesifik, adanya kandungan neomycin sulfate membuat bioplacenton juga berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri. Oleh karenanya pula, ia juga kerap dimanfaatkan untuk menghilangkan jerawat akibat bakteri.

Sementara itu, placenta sintetis di dalamnya bermanfaat untuk memicu pembentukan jaringan baru (regenerasi) pada kulit yang terluka, serta menjaga elastisitas dan keremajaan kulit. Di sisi lain, kandungan ekstrak plasentanya juga dapat membuat sel-sel kulit mati mengelupas, sehingga area yang dioles pun menjadi lebih cerah.

Efek Samping Bioplacenton

Umumnya, obat ini tidak menimbulkan efek samping yang berat. Efek samping yang mungkin terjadi, namun bersifat ringan di antaranya adalah mual, muntah, dan diare. Meski begitu, harus dipahami bahwa penggunaan bioplacenton dalam waktu yang lama atau berulang juga tidak sepenuhnya dianjurkan. Hal tersebut didasari karena ia dapat mengakibatkan infeksi kulit.

Di sisi lain, walau cukup jarang terjadi, obat ini juga bisa menyebabkan munculnya alergi parah, seperti ruam, gatal atau bengkak di area wajah maupun tenggorokan, pusing berat, dan kesulitan bernafas. Segera hubungi dokter jika Bunda mengalami gejala tersebut.

Lepas dari itu, bioplacenton gel ini bisa didapat dengan mudah di apotek. Kemasannya berbentuk tube dengan volume 15 gram. Dalam setiap tube terkandung ekstrak plasenta sebanyak 10 persen dan neomycin sulfat sebanyak 0,5 persen. Sementara itu, untuk harganya sendiri ia dibanderol dengan kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 38 ribu.

Demikian sejumlah informasi tentang bioplacenton gel. Semoga bermanfaat ya, Bunda!

Baca juga:

Sumber

Caping. (2021). 13 Manfaat Bioplacenton untuk Luka pada KUlit Disertai Dosis dan Efek Samping. www.caping.co.id

Hello Sehat. (2021). Bioplacenton. www.hellosehat.com

Klik Dokter. Bioplacenton. www.klikdokter.com