Penulis: Vinna | Editor: Aufia

Bunda pasti tahu tentang acara tunangan, kan? Tapi tahukah Bunda, kalau ajaran Islam juga mengenal proses menuju pernikahan, layaknya tunangan? Namanya adalah khitbah.

Mau mengenal pengertian dan proses khitbah lebih jauh lagi? Langsung kepoin artikel ini, Bund!

Pengertian Khitbah

pengertian khitbah

Secara etimologi, khitbah berarti meminta, meminang, atau melamar seorang perempuan untuk dijadikan sebagai istri. Sementara menurut Kompilasi Hukum Islam, khitbah merupakan upaya menuju ke arah terwujudnya perjodohan antara pria dan wanita.

Dalam proses tersebut, keluarga pria berkunjung ke rumah calon mempelai wanita. Kemudian mengungkapkan tujuannya berkunjung, yaitu mengajak calon mempelai wanita untuk menikah atau membangun rumah tangga. Permohonan tersebut boleh disampaikan langsung oleh calon mempelai pria atau diwakilkan oleh orang yang dipercaya dan sesuai ketentuan agama Islam. Nah, dalam proses khitbah ini, pihak wanita hanya boleh menjawab ‘iya’ atau ‘tidak’.

Hukum Khitbah

pengertian khitbah

Landasan hukum khitbah tertera dalam sebuah ayat Al-Quran yaitu surat Al-Baqarah ayat 235. Dalam ayat tersebut Allah SWT berfirman:

Dan tak ada dosa bagi dirimu melakukan meminang perempuan-perempuan itu dengan berupa sindiran atau dirimu menyembunyikan (keinginanmu) di dalam hati. Allah mengetahui bahwasanya dirimu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah dirimu itu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar menuturkan kata-kata yang baik. Dan janganlah dirimu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa iddahnya. Ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati dirimu, maka takutlah kepada-Nya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.” [QS. Al-Baqarah: 235].

Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadits yag intinya

Rasulullah SAW melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya. Dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.

Syarat Khitbah

Tentunya proses khitbah juga memiliki syarat-syarat khusus, Bund. Apa saja ya? Berikut syarat khitbah yang harus umat muslim ketahui:

1. Perempuan yang tidak atau belum dikhitbah laki-laki lain

Sebagaimana dalam hadits riwayat Abu Hurairah yaitu,

Janganlah seseorang dari kamu meminang (wanita) yang dipinang saudaranya, sehingga peminang sebelumnya meninggalkannya atau telah mengizinkannya.”

2. Perempuan tersebut bukan merupakan mahram.

3. Bisa dilakukan hanya kepada perempuan masih perawan atau kepada janda yang sudah habis masa iddahnya.

4. Perempuan sedang tidak dalam masa iddah.

Hal ini tertera dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 228:

Allah berfirman, “Dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah.” [QS. Al-Baqarah: 228]

Batasan Khitbah

Setelah mengetahui pengertian, batasan, dasar hukum dan syarat khitbah; berikut ini tata cara khitbah yang penting untuk diperhatikan:

1. Saat masa khitbah janganlah terlalu lama.

Meskipun sudah melakukan lamaran namun kedua belah pihak belum menjadi pasangan halal sehingga sebaiknya disegerakan melakukan pernikahan. Menyegerakan pernikahan juga bermanfaat menjauhkan berbagai potensi perbuatan kurang baik serta kerusakan dan menjauhkan fitnah.

2. Khitbah tidak berarti sudah mnjadi menjadi halal

Tidak benar jika kedua pihak langsung melanggar batas-batas yang sudah ditetapkan oleh syariat dan harus tetap dalam koridor syariat. Dengan saling menjauhkan diri dan menjaga jarak antara pihak laki-laki dan pihak perempuan adalah hal baik untuk menjaga berbagai perbuatan yang dilarang oleh syariat.

Tata Cara Khitbah

Nikah siri

Dalam proses atau tahapan khitbah penting untuk mengetahui bagaimana beberapa tata cara atau tahapan melakukan khitbah berikut ini.

1. Mengetahui dan Melihat Calon Istri

Hal ini sangat disarankan sebelum melakukan ke proses khitbah, meskipun memang bukan kewajiban ya.  Hal ini bertujuan agar tidak timbul rasa ragu dari pihak laki-laki, menghindari berbagai macam fitnah, atau juga masalah baru yang mungkin akan timbul di masa yang akan datang. Hal yang dimaksud dengan melihat di sini adalah menilai dalam pandangan aturan syar’i bagaimana perempuan yang akan dinikahi tersebut.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya, Mughirah bin Syu’bah berkeinginan untuk menikahi seorang perempuan. Kemudian Rasulullah bersabda: “Pergilah dirimu untuk melihat perempuan itu karena dengan dirimu melihat itu akan memberikan jalan untuk dapat lebih membina kerukunan di antara dirimu berdua”. Kemudian ia melihatnya, lalu menikahi perempuan itu dan ia menceritakan kerukunannya dengan perempuan itu. (HR. Ibnu Majah: 1865).

2. Calon Istri Tidak Dalam Proses Dilamar oleh Orang Lain

Sangat penting bagi pihak laki-laki mencari tahu tentang informasi dari perempuan yang akan dinikahinya tersebut sebelum melakukan proses khitbah. Jangan sampai sudah dalam proses yang jauh tapi ternyata perempuan tersebut sudah dipinang oleh orang lain.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Seorang laki-laki tidak boleh melamar seorang perempuan yang telah dilamar oleh saudaranya.” (HR. Ibnu Majah: 1867).

3. Pihak Perempuan Berhak Menerima atau Menolak 

Pihak perempuan memiliki hak penuh untuk menyetujui atau menolak lamaran yang datang kepadanya. Karena itu saat melakukan proses khitbah atau lamaran pada pertemuan pihak perempuan harus ditanya dan ditunggu hingga ia memberikan jawabannya. 

Sangat tidak dianjurkan untuk memberikan paksaan kepada pihak perempuan sesuai dengan hadits berikut:

Rasulullah bersabda, “Janda lebih berhak atas dirinya dibandingkan walinya. Sedangkan perempuan yang masih perawan dimintai izin tentang urusan dirinya. Izinnya adalah diamnya.” (Mutaffaqun Alaih).

Itulah sedikit informasi mengenai pengertian, hukum, syarat, dan tata cara khitbah yang telah Catatan Bunda rangkum dari berbagai sumber. Jadi nanti jika Bunda akan melakukan proses khitbah, sudah tahu tata caranya kan?

Baca Juga:

Sumber

Dalam Islam. Hukum Khitbah dalam Islam dan Pengertiannya. dalamislam.com

Peci Hitam. (2019). Hukum Tunangan Dalam Islam, Ikatan Pra Pernikahan. pecihitam.org

A Muslima. (2015). Halal and Haram: Khitbah. amuslima.com