Penulis: Diana | Editor: Handa

Siapa yang tidak tahu cabe rawit merah yang sering digunakan sebagai penyedap rasa makanan yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Cabe rawit merah khususnya dapat menciptakan cita rasa pedas sendiri untuk siapapun yang memakannya.

Makanya wajar, jika membuat penyedap rasa yang satu ini tidak boleh terlewatkan di meja makan. Tapi sekarang, cabai rawit merah seringkali mengalami lonjakan harga yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini, tidak ada salahnya jika Bunda memilih untuk menanam bibit cabai di rumah. Berikut cara menanam cabai rawit merah yang telah Catatan Bunda rangkum.

Penyemaian

Cabai rawit dapat dibudidayakan pada dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian 0-1000 mdpl. Usahakan tekstur tanah remah atau gembur, subur mengandung banyak bahan organik dan pH 6-7. Penyemaian adalah tahap pertama yang harus dilakukan dengan menyiapkan beberapa bahan dan alat, seperti:

  • Wadah untuk penyemaian yang dapat berbentuk polybag, pot, ataupun nampan.
  • Media penyemaian terdiri dari campuran tanah (top soil) dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1

Bunda juga harus tahu, tahap proses penyemaian ini, meliputi:

  • Rendam benih dalam air hangat selama 1 jam
  • Sebar benih secara rata pada wadah samai dan tutupi dengan tanah halus
  • Siramlah benih secara teratur ya Bunda dan atasi hama dengan disesuaikan pada situasi lapangan
  • Jika sudah berumur 3-4 minggu dengan ciri mempunyai 4-6 helai daun dan tinggi 5-10 cm, Bunda dapat memindahkan bibit ke wadah tanam

Penanaman Bibit

Bunda tidak boleh lupa bahwa wadah yang ditanam berupa pot atau polybag dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan 40 cm x 40 cm. Wadah tanam tersebut harus sudah diberikan 4-5 lubang di bagian bawah agar tidak tergenang air.

Jangan lupa pula, tanah yang digunakan harus berupa campuran tanah dan pupuk kandang kompos dengan perbandingan 1:1, 1:2, atau 1:3 sesuai kondisi kesuburan tanah. Berikut langkah-langkah untuk menamnya ya Bunda:

  1. Isi pot atau polybag yang sudah dilubangi bagian bawahnya dengan campuran tanah dan pupuk kandang kompos dengan perbandingan sesuai kondisi kesuburan tanah.
  2. Lubangi bagian tengah permukaan tanah tanam lebih besar dari gumpulan akar tanaman cabai yang sudah dilepaskan dari media penyemaian. Hati-hati ketika mecabutnya ya Bunda, agar akarnya tidak patah dapat menggunakan bantuan sendok, pisau atau sekop untuk mengeruk tanah.
  3. Pindahkan segera tanaman cabe rawit tersebut ke media tanam.
  4. Kubur kembali akar-akarnya dengan media tanam. Tekan-tekanlah dengan lembut media tanah pada bagian tanaman cabe rawit merah tersebut.
  5. Siram tanaman setiap pagi dan sore hari setiap hari.
  6. Simpan tanaman tersebut di tempat teduh selama seminggu, sebelum memindahkan pot ke tempat yang terkena matahari secara langsung.
  7. Lakukanlah pemupukan secara berkala dengan pupuk organik atau pupuk kandang.
  8. Jika hama menyerang, Bunda bisa menggunakan pestisida sebagai pencegahannya.

Jadi itulah cara menanam cabai rawit merah di pekarangan rumah yang sangat mudah untuk Bunda terapkan. Penanaman tersebut bisa dilakukan secara organik maupun anorganik ya Bunda. Gampang kan? Jika sudah panen, lumayan bisa menghemat belanja Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat ya Bunda.

Baca juga: