Penulis: Irma | Editor: Aufia

Pastinya Bunda tidak asing dengan Gotong Royong. Tak hanya frasa gotong royongnya saja, namun juga dengan kegiatannya. Tapi bagaimana caranya mengajarkan ke si kecil ya? 

Nah, untuk mengenalkan gotong royong ke si kecil, baiknya Bunda mengikutsertakan dia saat membersihkan rumah. Dengan kata lain, Bunda dan si kecil membersihkan rumah bersama-sama.

Tentunya si kecil jangan diberi tugas yang terlalu berat, ya! Tetap disesuaikan dengan umurnya. Misal mengumpulkan sampah. Agar anak lebih paham tentang gotong royong tentunya kegiatan tersebut bisa diselingi dengan penjelasan mengenai pengertian dan manfaat gotong royong.

Apa itu gotong-royong?

Dalam bahasa Jawa, gotong berarti mengangkat atau memikul sesuatu. Dan salah satu kalimat yang paling akrab di telinga kita adalah ‘bergotong royong bersama untuk membersihkan lingkungan’. Tak ayal jika kegiatan gotong royong, kerap kali dikaitkan dengan kegiatan menolong sesama dalam aktivitas kerja fisik.

Apasaja kah Manfaat Gotong Royong?

Lantas, apa saja yang manfaat dari bergotong royong?  Yuk simak ulasannya di bawah ini, Bund!

1. Praktik dari Tolong Menolong

Manfaat gotong royong yang paling dasar adalah praktik tolong menolong. Sejak sedari kecil, anak harus diajarkan ‘3 Kata Ajaib’ yakni, maaf, tolong, dan terima kasih. Jika sudah paham betul dengan ke 3 kata ajaib itu, maka bunda bisa mengajarkan gotong royong sebagai pelaksanaan dari kata ajaib ‘tolong’

2. Mempererat Rasa Pertemanan dan Persaudaraan

Masih berkaitan dengan poin di atas. Dengan bergotong royong, ikatan pertemanan akan semakin erat. Tak percaya? Hal ini dikarenakan, teman-teman akan lebih senang bermain dan belajar bersama dengan seseorang yang suka menolong.

3. Kegiatan Lebih Cepat dan Ringan Dilakukan

Ketika si kecil sudah cukup umur untuk melakukan gotong royong di lingkungan sekitar. Membersihkan jalan atau taman, mislanya. Maka Bunda bisa mengajarkan bahwa kehadiran si kecil membantu meringankan dan mempercepat pekerjaan.

4. Membangun Rasa Percaya Diri

Dengan mengikuti gotong royong, si kecil akan bertemu dengan orang yang memiliki karakter berbeda-beda. Dengan begitu, secara natural akan terbentuk rasa percaya diri si kecil. Karena ada interaksi dan percakapan saat gotong royong berlangsung.

Misalnya si kecil lebih percaya diri dalam membantu sesama, berani membawa tumpukan sampah ke tempatnya. Dan tentunya menjalin komunikasi dengan bertanya di mana letak sapu.

5. Membantu Diri Kita Agar Terampil dalam Bersosialisasi

Apapun karakter si kecil, baik pendiam maupu cerewet, Bunda bisa menjelaskan bahwa dengan mengikuti gotong royong, ia akan menjadi pribadi yang bisa bersosialisasi. Pertama-tama ajarkan anak untuk menyapa teman-teman yang ikut bergotong royong. Kemudian ajarkan bagaimana cara berkomunikasi dengan menggunakan bahasa yang sopan.

Hal ini penting untuk tumbuh kembang si kecil. Ketika mereka dewasa nanti, akan ada memori dan ilmu tentang bagaimana cara membangun komunikasi dan bersosialisasi yang baik.

6. Baik untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

Menggerakan tubuh merupakan aktivitas yang perlu untuk dilakukan anak. Bisa dikatakan gotong royong yang melibatkan aktivitas fisik, mirip dengan olahraga. Karena membutuhkan gerakan dan kekuatan fisik.

Dilansir dari laman Act Government: Health, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur oleh anak usia 3 – 17 tahun dapat membantu menguatkan tulang dan otot tubuh. Tubuh juga akan lebih sehat, serta terhindar dari resiko penyakit diabetes.

Pada laman itu juga disebutkan bahwa dengan bergotong royong anak akan berinteraksi, saling bercerita dan bersosialisasi dengan teman. Sehingga akan terhindar dari stress dan depresi.

7. Menciptakan Rasa Bahagia

Lho, kok gotong royong bisa menciptakan rasa bahagia pada anak? Apa hubungan keduanya?

Begini Bunda, dengan bergotong royong anak akan melakukan kegiatan bersama-sama dan saing tolong-menolong. Hal ini akan membuat anak-anak merasakan puas terhadap apa yang telah dilakukannya. Anak akan merasa bangga karena ada suatu hal yang telah ia capai, membantu sesama dan menyelesaikan sebuah tugas.

Tak lupa Bunda harus memberikan pujian sebagai apresiasi terhadap anak. Misalnya “Wah adek pinter, rajin membantu sesama” atau “Aden pinter banget, sudah ikut membersihkan jalan bareng teman-teman, minggu besok kita membersihkan taman ya dek!“.

Nah, itu dia Bunda pengertian dan manfaat gotong royong. Yuk, langsung diajarkan ke si kecil Bund!

Baca Juga: