Penulis: Siti Ruli | Editor: Aufia

Memiliki buah hati tentunya membawa kebahagiaan tersendiri bagi setiap pasangan. Namun Bunda juga harus ingat, persiapkan budget secara matang. Tak hanya untuk membeli keperluan bayi dan biaya persalinan, jika bunda seorang muslim, Bunda juga harus menyiapkan budget untuk acara aqiqah.

Apa itu aqiqah dalam Islam?

Aqiqah sebenarnya adalah bentuk rasa syukur pada Tuhan atas kelahiran seorang bayi, dengan cara menyembelih hewan ternak. Sedangkan secara harfiah Aqiqah berasal dari kata “qat’u” yang berarti memotong. Namun, ada juga yang mendefinisikannya sebagai ‘rambut bayi yang baru lahir’. Oleh karena itu, salah satu proses dalam aqiqah adalah memotong rambut bayi.

Bagaimana Hukum Aqiqah?

Dalam Islam aqiqah termasuk dalam sunnah muakkad, yaitu sunnah yang dianjurkan atau diutamakan (hampir mendekati wajib). Jika mampu harus segera dilaksanakan. Namun ketika orang tua tidak mampu menjalankannya maka aqiqah boleh ditinggalkan tanpa adanya dosa.

Hal ini sebenarnya sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya. Sungguh hukum Islam tidak memberatkan umatnya!

Setelah mengetahui pengertian dan hukum aqiqah, lantas bagaimanakah tata cara aqiqah dalam Islam? Untuk menjawab itu, simak ulasan lengkapnya berikut ini yuk!

Tata cara melakukan aqiqah

Sama seperti ibadah sunnah lainnya, aqiqah juga memiliki tata caranya tersendiri. Untuk itu, bagi Bunda yang ingin menjalankan aqiqah ketika si buah hati baru lahir, berikut tata cara aqiqah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.

1. Menentukan waktu yang tepat

Pertama-tama Bunda harus menentukan waktu yang tepat. Menurut Hadis riwayat Baihaqi dan Thabrani melakukan aqiqah disunnahkan ketika hari ketujuh, atau  ke-14, atau ke-21. Sedangkan menurut ulama Syafi’i aqiqah bisa dilakukan kapan saja.

Perlu dicatat Bund, jika anak sudah memasuki akil baligh, namun belum sempat diaqiqahi, maka kewajiban orang tua gugur. Dan anak tersebut bisa melakukan aqiqah sendiri ketika sudah mampu.

2. Syarat kambing untuk aqiqah

Setelah menentukan waktu, Bunda harus memilih kambing untuk disembelih. Syaratnya untuk anak laki-laki maka menyembelih 2 ekor kambing. Sementara anak perempuan 1 ekor kambing.

Untuk syarat fisik hewan aqiqah sama dengan hewan qurban. Yaitu kambing atau domba harus berusia 2 tahun ke atas, tidak cacat dan sehat.

3. Pembagian daging aqiqah

Berbeda dengan daging qurban yang dibagikan dalam keadaan mentah, daging aqiqah harus dibagikan ketika sudah diolah. Hal ini sesuai dengan hadits HR Al-Baihaqi, membagikan daging kambing aqiqah hendaknya sudah dalam keadaan matang. Jadi jangan sampai keliru, ya Bund!

4. Mencukur rambut dan memberikan nama pada si buah hati

Berikutnya melakukan prosesi cukur rambut dan memberikan nama untuk si buah hati. Sesuai sunnah Rasulullah SAW yang berbunyi

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqah. Sembelih aqiqahnya pada hari ketujuh lalu cukur rambut serta berikan nama.”

5. Membacakan doa

Tidak hanya melakukan potong rambut dan memberikan nama. Ada beberapa doa yang harus dipanjatkan. Berikut bacan doa yang dibaca ketika prosesi cukur rambut.

Lafal : Bismillahirohmanirrohiim alhamdulillahirobbil ‘aalamiin allahuma nurussamawati wanurussyamsi walqomari allahuma syirullahi nurunnubuwati rosulallahi salallahu alaihi wasalama walhamdu lillahi robbil ‘alamin.”

Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, cahaya langit, matahari dan bulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian Rasulullah SAW dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Itulah hukum dan tata cara menjalankan aqiqah menurut sunnah Rasulullah SAW. Perhatikan baik-baik ya Bund, supaya lancar dan berkah ketika menjalankannya!

Baca Juga:

Sumber