Penulis: Annisa | Editor: Aufia

Setiap makhluk bumi pasti akan menemui ajalnya, tak terkecuali manusia. Tentunya, semua pemeluk Islam menginginnkan dipanggil dalam keadaan husnul khotimah. Namun, kematian adalah rahasia Allah SWT, sehingga kita tidak tahu kapan dan dalam keaadan apa kita meninggal. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha dan berdoa, untuk selebihnya Allah SWT yang menentukan.

Ketika melayat, Bunda pasti pernah mendengar kalimat “Semoga almarhum husnul khotimah”, kan? kalimat tersebut digunakan sebagai doa agar almarhum/ almarhummah mendapatkan akhir hidup yang baik, sehingga kelak akan menjadi penghuni surga Allah.

Nah, kira-kira apa saja tanda-tanda meninggal dalam keadaan husnul khotimahYuk, cari tahu di ulasan berikut,Bund!

Apakah Arti Husnul Khotimah?

Sebelum mengulas tentang tanda-tanda husnul khotimah, kita bahas pengertian nya dulu, Bund! Kata “Husnul” diambil dari kata hasan yang artinya baik. Sedangkan kata “Khotimah” memiliki arti akhir. Akhir yang baik di sini berarti kematian yang berakhir dengan keadaan baik atau dirahmati oleh Allah SWT.

Mana yang Benar, Husnul Khotimah atau Khusnul Kotimah?

Tahukah Bunda, beberapa orang masih salah dalam menyebut kalimat tersebut, loh? Alih-alih menyebutnya husnul khotimah, sebagian orang malah menyebutnya khusnul khotimah. Padahal, faktanya kedua kalimat tersebut memiliki arti yang jauh berbeda.

Kata “khusnul” berarti yang hina. Wah, bertolak belakang sekali, ya Bund! Dan tentunya, tidak baik jika diucapkan ketika melayat. Nah, karena Bunda sudah mengerti kalimat mana yang benar. Jadi mulai sekarang, ketika melayat atau mengirimkan ungkapan bela sungkawa, pakai kalimat husnul khotimah, ya Bund!

Tanda-Tanda Husnul Khotimah

Apa saja tanda-tanda orang yang dirahmati Allah SWT sehingga meninggal dalam keadaan husnul khotimah? Ini dia, Bund!

1. Mengucapkan tauhid saat akan meninggal

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

Barangsiapa yang mengucapkan La Ilaha illallah (Tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah SWT) pada saat akhir perkataannya, maka dia akan masuk surga (HR. Abu Dawud No. 3116).

2. Orang yang meninggal karena tenggelam

Dalam salah satu hadist Nabi yang diriwayatkan HR Bukhari dan Muslim, maninggal karena tenggelam termasuk dalam salah satu golongan yang mati syahid. Berikut bunyi hadist tersebut:

Ada lima yang termasuk kategori syahid, yakni seseorang yang meninggal karena wabah (tha’un), yang meninggalnya karena mengalami sakit perut, yang meninggalnya tenggelam, yang meninggal sebab terkena reruntuhan, serta yang syahid di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Orang yang meninggal dalam keadaan sakit perut

Yang dimaksud dalam poin ini adalah adanya gangguan pada lambung, ginjal, usus dan lain sebagainya di daerah sekitar perut. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Barangsiapa yang saat meninggal sebab mengalami sakit perut , maka ia termasuk syahid.” (HR.Muslim).

4. Orang yang Meninggal karena Wabah Tha’un

Ibnu Qayyim dan Imam Nawawi berpendapat bahwa, Tha’un merupakan wabah sejenis penyakit kulit. Seperti bisul, bengkak, serta memar yang ada di sekujur tubuh seseorang. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Barangsiapa yang meninggalnya sebab wabah (Tha’un), maka dari itu ia termasuk syahid.” (HR.Muslim)

5. Orang yang Meninggal setelah Melaksanakan Amalan Shaleh

Orang yang meninggal dalam keadaan menjalankan amal saleh; seperti zakat, puasa, shalat, haji dan amal ibadah lainnya akan husnul khotimah. Hal ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW,

Barangsiapa mengucapkan lafadz Laa ilaaha illallah, serta mengharapkan wajah Allah kemudian mati setelah mengucapkan lafadz tersebut, maka dia masuk surga. Barang siapa berpuasa satu hari mengharapkan wajah Allah kemudian mati saat melakukannya maka dia masuk surga. Siapa bersedekah dengan satu sedekah mengharapkan wajah Tuhan kemudian mati saat melakukannya sehingga dia masuk surga.

6. Meninggal karena Syahid 

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda;

Ada lima yang termasuk kategori orang meninggal karena syahid, yakni seseorang yang meninggal karena wabah (tho’un), yang meninggalnya karena mengalami sakit perut, yang meninggalnya tenggelam, yang meninggal sebab terkena reruntuhan, serta yang syahid di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

7. Meninggal Saat Melahirkan, atau Saat Hamil bagi Wanita

Bunda yang meninggal dalam keadaan hamil juga termasuk golongan husnul khotimah. Dari ‘Ubadah ibn Ash-Shamit, Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa,

Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya menjadi syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusar ke surga.” (Disebutkan oleh Syekh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hal. 53. Dia menyatakan bahwa hadits ini adalah sahih)

Itulah penjelasan mengenai arti dan tanda-tanda husnul khotimah yang harus diketahui umat muslim. Semoga Bunda dan kita semua dipanggil dalam keadaan husnul khotimah, ya! Aamiin.

Baca Juga:

Sumber