Penulis: Putri Arya | Editor: Handa

Telinga berdenging sebelah kanan kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis oleh sebagian orang. Berbagai mitos tentang telinga berdenging sebelah baik di kanan atau kiri masih dipercaya sebagian masyarakat hingga saat ini. Namun tahukah Bunda, telinga berdenging sebelah dapat dijelaskan secara medis, lho.

Secara medis, telinga berdenging disebut dengan tinnitus. Kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa saja, namun lebih berisiko pada usia lansia. Telinga berdenging sebelah juga bisa menjadi gejala penyakit atau gejala gangguan pada telinga. Berikut ini beberapa penyebab yang memicu terjadinya telinga berdenging sebelah.

Penyebab Telinga Berdenging

Penyebab umum tinnitus adalah kerusakan pada telinga bagian tengah atau dalam. Telinga tengah menangkap gelombang suara, dan konduksinya mendorong telinga bagian dalam untuk mengirim impuls listrik ke otak. Kemudian otak menerima sinyal-sinyal ini dan menejemahkannya ke dalam suara.

Terkadang telinga bagian dalam mengalami kerusakan dan mengubah cara otak memproses suara. Kerusakan pada gendang telingan atau tulang kecil di telinga tengah duga bisa mengganggu konduksi suara yang tepat.

Adanya tumor di telinga atau saraf pendengaran juga bisa menjadi penyebab telinga berdenging. Penyebab tinnitus lainnya yaitu paparan suara yang sangat keras dan teratur, seperti mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui headphone atau konser.

Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan tinnitus dan kerusakan pendengaran, seperti obat aspirin dalam dosis tinggi, obat anti malaria, obat antibiotik jenis tertentu, atau kemoterapi untuk kanker. Kondisi medis lainnya yang bisa menyebabkan telinga berdenging seperti:

  • Gangguan pendengaran terkait usia
  • Kejang otot di telinga tengah
  • Penyakit Meniere, kondisi telinga bagian dalam yang memengaruhi pendengaran dan keseimbangan.
  • Tekanan darah tinggi
  • Cedera kepala dan leher
  • Gangguan sendi temporomandibular, yang juga menyebabkan nyeri kronis di rahang atau kepala
  • Kotoran telinga yang menumpuk, sehingga mengganggu pendengaran.

Cara Mengatasi Telinga Berdenging Sebelah Kanan

Telinga berdeging sebelah biasanya akab sembuh dengan sendirinya tanpa bantuan obat. Namun hal ini tergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa cara mengatasi telinga berdenging sebelah kanan atau kiri:

1. Alat Bantu Dengar

Salah satu cara mengatasi telinga berdenging adalah dengan menggunakan alat bantu dengar. Alat ini memperbesar suara yang masuk sehingga suara berdenging dari dalam telinga tidak terlalu mengganggu.

2. Terapi Pendengaran

Terapi ini menggunakan alat bantu untuk meredakan gejala tinnitus. Alat bantu ini akan mengeluarkan suara-suara alami seperti suara ombak di laut, suara hujan, dan beberapa jenis suara lainnya seperti white noise atau pink noise untuk menutupi suara berdenging yang mengganggu.

3. Pembersihan Kotoran di Telinga

Jika penyebab telinga berdenging adalah kotoran yang menumpuk di telinga, maka prosedur pembersihan ini bisa dilakukan. Dokter akan membersihkan kotoran di telinga dengan menyemprot liang telinga dengan menggunakan air hangat. Cara lainnya dengan mengeluarkan atau mengisap kotoran telinga menggunakan alat khusus.

4. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan terapi yang membantu penderita untuk belajar hidup dengan kondisi mereka. Terapi ini tidak mengurangi dengingan yang muncul, tapi mengajari penderita cara menerimanya. Tujuan dari terapi ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah atau mengatasi depresi akibat tinnitus.

Cara mengatasi telinga berdenging sebelah kanan lainnya juga bisa dilakukan secara mandiri. Seperti mendengarkan musik yang menenangkan, melakukan relaksasi, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mencegah stres.

Cara lainnya adalah dengan menjalani gaya hidup sehat, mengurangi kebiasaan mendengarkan musik dengan volume terlalu keras, menggunakan pelindung telinga ketika berada di lingkungan yang bising, olahraga rutin serta mengonsumsi makanan sehat.

Baca juga: