Penulis: Siti Rulli | Editor: Aufia

Paska melahirkan, baik secara normal maupun caesar, perempuan akan mengalami masa nifas. Umumnya, masa nifas ini akan berlangsung selama kurun waktu 6-12 minggu. 

Sebenarnya masa ini adalah momen penyesuain tubuh setelah melahirkan. Di mana tubuh akan membuang darah dan jaringan ekstra di rahim, yang selama masa kehamilan telah membantu proses pertumbuhan janin. 

Tapi, bagaimana jika masa nifas tidak berhenti setelah 2 bulan? Apakah berbahaya? Kira-kira apa penyebabnya? Agar tak penasaran lagi, yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Karakteristik darah nifas

Nifas Tidak Berhenti Setelah 2 Bulan, Kenali Penyebab Berikut

Umumnya darah nifas yang normal memiliki ciri yang berbeda-beda, tergantung berapa lama waktu nifas berlangsung. Berikut penjelasan singkatnya:

    • Hari pertama: darah berwarna merah kecoklatan atau merah terang karena lokia mengandung banyak darah.
    • Hari 2-6: berwarna cokelat tua atau merah muda dan teksturnya cenderung lebih berair.
    • Hari 7-10: darah masih berwarna coklat tua atau merah muda. Namun, bisa juga berubah menjadi coklat muda.
    • Hari 11-14: darah juga masih berwarna coklat, merah muda, atau bisa juga semakin muda. Bedanya ada cairan berwarna putih atau putih kekuningan karena lapisan rahim mengandung sel darah putih. Tapi, jika Bunda sudah mulai beraktifitas, kemungkinan darah nifas berwarna lebih kemerahan daripada periode sebelumnya.
    • Minggu ke 3-4: jika masih keluar nifas, darah akan berwarna lebih pucat atau putih krem.
    • Minggu ke 6: volume darah nifas semakin sedikit dan berwarna cokelat, merah muda, atau kuning krem.

Nifas lebih dari 40 hari apakah mungkin terjadi?

Mengalami masa nifas lebih dari 40 hari mungkin menjadi kekhawatiran bagi sebagian orang. Karena umumnya nifas akan berjalan dalam kurun waktu 6 – 12 minggu. So, ketika hal tersebut sedang Bunda alami, tidak perlu panik!

Masa nifas lebih dari 40 hari menjadi sesuatu hal yang wajar. Karena jumlah dan lamanya setiap perempuan mengalami pendarahan tidaklah sama. Umumnya, masa nifas lebih dari 40 hari disebabkan karena berbagai faktor. Mau tahu apa saja? 

Berikut faktor-faktor yang membuat perempuan mengalami masa nifas lebih dari 40 hari:

    • Gangguan hormon
    • Efek alat kontrasepsi
    • Kelelahan
    • Stress yang berlebihan setelah melahirkan.

Eits, tapi nifas tidak kunjung berhenti setelah 2 bulan juga bisa mengindikasikan kondisi medis tertentu. Untuk lebih jelasnya, langsung scroll ke bawah Bund!

Lantas, bagaimanakah tanda ataupun gejala nifas tidak normal?

Meski bisa dibilang normal, namun masa nifas lebih dari 40 bisa menjadi pertanda masalah medis tertentu. Itulah sebabnya, Bunda harus waspada ketika nifas lebih dari 40 hari dan diikuti gejala seperti berikut ini:

1. Terjadi pendarahan hebat

Tanda nifas sudah abnormal yang patut Bunda waspadai adalah ketika terjadi pendarahan hebat. Terlebih ketika intensitas berganti pembalut lebih dari sekali dalam kurun waktu satu jam. Bisa jadi ada risiko penyakit serius, untuk itu disarankan segera konsultasi ke dokter.

2. Darah nifas berbau busuk

Kondisi selanjutnya adalah ketika darah nifas berbau busuk. Ketika hal ini terjadi Bunda patut waspada, sebab bisa saja berisiko infeksi yang mengakibatkan peradangan pada lapisan rahim. Jadi, segeralah hubungi dokter kandungan ketika Bunda mengalami gejala ini.

3. Merasakan kram perut yang hebat

Kram perut umumnya akan terjadi ketika rahim mengalami kontraksi ke ukuran semula. Namun, ketika intensitasnya semakin parah dan terjadi secara terus menerus, Bunda patut curiga. Segeralah berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain gejala di atas, Bunda juga harus mewaspadai gejala-gejala berikut:

    • Demam.
    • Keluar gumpalan darah.

Apa saja hal yang perlu dilakukan saat dalam masa nifas?

sayuran yang dilarang untuk ibu hamil

Setelah proses persalinan berlangsung, semua perempuan akan mengalami masa nifas. Karenanya, agar masa nifas nyaman dan berjalan lancar, Bunda bisa melakukan kiat-kiat berikut:

    • Pastikan istirahat yang cukup. Dengan begitu, Bunda bisa mengurangi rasa lelah.
    • Konsumsi makanan bernutrisi. Pada masa ini, selain mengeluarkan darah, Bunda juga harus menyusui. So, akan lebih baik jika makronutrien dan mikronutrien terpenuhi.
    • Lakukan me time untuk mengurangi rasa lelah dan stress. Cara paling simple yang bisa Bunda coba adalah jalan-jalan di halaman sambil menghirup udara segar.
    • Konsultasi alat kontrasepsi ke dokter kandungan. Tujuannya sudah jelas, supaya bisa mendapatkan metode KB yang sesuai dengan kondisi Bunda.
    • Jangan ragu meminta bantuan orang lain. Misalnya saja untuk urusan mencuci ataupun menyapu rumah, Bunda bisa meminta bantuan pasangan. Hal ini bertujuan agar Bunda tidak cepat merasa lelah dan memicu nifas berjalan lebih dari 40 hari.

Sudah tahu kan Bund, mengenai penyebab masa nifas tidak berhenti setelah 2 bulan. So, tidak perlu khawatir jika darah yang keluar masih dalam kondisi normal.

Namun, jika Bunda ragu, tidak ada salahnya berkonsultasi pada dokter agar mendapatkan informasi dan penanganan yang lebih tepat!

Baca Juga:

Sumber

Alodokter. (2017). Apakah Wajar Nifas 3 Bulan. alodokter.com

Ruangmom. (2021).Darah Nifas Lebih dari 40 Hari, Normalkah?. ruangmom.com

SehatQ. (2020).Masa Nifas Lebih dari 40 Hari, Normal atau Tidak?. sehatQ.com