Penulis: Putri Arya | Editor: Handa

Salah satu keluhan yang hampir dirasakan setiap trimester kehamilan adalah perut terasa kencang. Sebenarnya Bunda, perut terasa kencang saat hamil menandakan janin berkembang dengan baik. Tapi di sisi lain, rasa kencang pada perut bisa menjadi gejala masalah kehamilan yang perlu Bunda waspadai.

Perut yang terasa kencang di awal kehamilan menjadi tanda janin tumbuh dengan baik. Ketika kehamilan Bunda terus berlanjut, perut yang terasa kencang bisa menjadi tanda keguguran, persalinan prematur, atau tanda tubuh Bunda siap menuju persalinan.

Perut yang terasa kencang di trimester ketiga bisa menjadi tanda adanya kontraksi yang akan berlanjut menuju persalinan. Oleh karena itu, Bunda perlu mengetahui apa saja penyebab perut kencang saat hamil dan cara mengatasinya.

Penyebab Perut Kencang Saat Hamil

Berikut ini beberapa penyebab perut teras kencang yang sesuai dengan usia kehamilan, yaitu:

1. Trimester Pertama

Terdapat beberapa penyebab perut terasa kencang di awal masa kehamilan, di antaranya seperti berikut ini:

Peregangan

Pada trimester pertama kehamilan, rahim akan meregang dengan cepat untuk menyediakan ruang bagi janin yang sedang tumbuh. Peregangan pada rahim dapat menyebabkan kram perut serta rasa nyeri yang tajam atau menusuk di sepanjang sisi perut karena ligament dan jaringan lainnya ikut meregang.

Sembelit

Nyeri gas dan konstipasi menjadi keluhan umum yang sering dialami di awal kehamilan. Keluhan ini menyebabkan kram perut dan nyeri mendadak di perut yang rasanya sangat menyakitkan. Perubahan hormon kehamilan dapat memperlambat kerja saluran cerna sehingga menyebabkan sembelit.

Keguguran

Perut kencang saat hamil bisa menjadi tanda keguguran, yaitu hilangnya kehamilan sebelum 20 minggu. Tapi keguguran paling sering terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan. Beberapa tanda-tanda keguguran lainnya seperti:

  • Sakit punggung ringan hingga berat
  • Perdarahan vagina berwarna merah atau coklat terang
  • Kram perut
  • Keputihan atau adanya gumpalan
  • Penurunan tanda kehamilan, seperti morning sickness atau nyeri payudara

Segera hubungi dokter jika terjadi perdarahan vagina terutama jika berwarna merah dan menyerupai menstruasi.

2. Trimester Kedua

Peregangan, kram, dan nyeri yang menusuk di sepanjang sisi rahim sering berlanjut hingga trimester kedua. Terdapat ligament bulat yang membentang dari rahim bagian depan hingga pangkal paha. Ligamen bulat tersebut akan semakin meregang mengikuti ukuran janin.

Kondisi ini tidak hanya membuat perut terasa kencang, tapi juga menimbulkan rasa nyeri di sekitar pusar hingga perut bagian bawah. Bahkan pada beberapa ibu hamil merasakan nyeri hingga ke selangkangan.

Penyebab perut kencang lainnya di trimester kedua adalah gangguan pencernaan. Perut menjadi lebih mudah kembung dan memicu sembelit. Gerakan janin juga dapat menyebabkan perut kencang. Memasuki trimester kedua, janin mulai bisa bergerak dan sering kali menyebabkan perut kencang.

3. Trimester Ketiga

Perut terasa kencang di trimester ketiga bisa menjadi tanda kontraksi palsu atau Braxton hicks. Gejalanya yaitu perut terasa kencang dan mengeras namun terkadang muncul lalu menghilang.

Hal ini terjadi karena janin terlalu aktif, kandung kemih penuh, dehidrasi, hingga hubungan seksual saat hamil. Biasanya kontraksi palsu terjadi selama 30-60 detik, lalu menghilang dengan sendirinya.

Perut kencang saat hamil tua juga bisa menjadi kontraksi tanda persalinan. Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi tanda persalinan akan menetap walau Bunda berganti posisi atau beristirahat. Perut terasa kencang dengan jeda yang teratur dan biasanya berlangsung selama 30-90 detik.

Bunda juga akan mengalami ketegangan perut yang menjalar dari punggung. Serta mengeluarkan bercak darah, ketuban pecah, atau sensasi tekanan pada panggul atau perut bagian bawah.

Cara Mengatasi Perut Kencang saat Hamil

Perut terasa kencang saat hamil muda akan menimbulkan rasa tidak nyaman, apalagi jika muncul berbarengan dengan morning sickness. Sebelum meredakan rasa nyerinya, pastikan dulu perut kencang yang Bunda rasakan masih ringan. Berikut ini cara mengatasi perut kencang saat hamil:

  • Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum segelas air
  • Gerakkan tubuh Bunda untuk mengetahui apakah perubahan posisi membantu mengendurkan perut.
  • Hindari bangun terlalu cepat dari tempat tidur atau posisi lainnya.
  • Kompres perut yang terasa kencang dengan air hangat, bisa juga dengan mandi air hangat.

Jika perut masih terasa kencang meski sudah melakukan beberapa hal di atas, segera hubungi dokter atau bidan terdekat ya, Bunda.

Baca juga: