Penulis: Irma | Editor: Aufia

Terlihat sama, namun jika diperhatikan cairan yang keluar dari kemaluan itu beda-beda? Nggak hanya dari segi penampakannya, cairan tersebut juga berbeda dari segi penyebab dan hukumnya. 

Bunda pasti sudah familiar dengan istilah mani? Namun, ternyata tidak hanya itu saja cairan yang keluar dari kemaluan, ada juga Madzi dan Wadi. Apakah ketiganya memiliki hukum yang sama?

Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasannya mengenai perbedaan Madzi, Mani, dan Wadi di bawah ini! Catatan Bunda sudah merangkum nya untuk Bunda pahami di rumah dengan mudah!

hukum masturbasi onani menurut islam

Cairan Mani

Ada kisah menarik Bun yang diriwayatkan oleh Anas Bin Malik bahwa:

“Ummu Sulaim suatu saat pernah menceritakan kepadanya bahwa ia menanyakan sesuatu pada Nabi Muhammad S.A.W mengenai perempuan yang mendapatkan mimpi bersenggama, mirip dengan apa yang terjadi kepada laki-laki. Sehingga, Rasulullah S.A.W memberikan sabda, ‘Maka jikalau perempuan mendapatkan mimpi dan keluar mani, maka diwajibkan untuknya mandi.’”

Secara hukum islam, jika keluar mani meskipun tidak melakukan hubungan intim maka tetap harus mandi junub. Baik itu ketika dialami laki-laki maupun perempuan. Untuk lebih jelasnya berikut ini penjelasan mengenai mani:

1. Ciri-ciri Mani

Mani ialah cairan yang memiliki warna putih. Mani biasanya keluar dengan cara memancar dari dalam kemaluan. Ada sensasi nikmat yang mengakibatkan lemas dan juga syahwat ketika air mani keluar. Sedangkan, perempuan tidak memiliki syarat harus memancar.

Secara bau, Mani memiliki bau yang cukup khas yang diibaratkan mirip dengan bau dari sebuah adonan tepung yang menjadi roti. Lalu, ketika mani mengering dan menempel pada pakaian, biasanya bau akan berubah seperti telur. 

Jika Bunda menemukan tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas, bisa dipastikan bahwa benar cairan itu adalah mani. Oleh karenanya, Bunda diwajibkan untuk melaksanakan mandi besar. 

2. Cara Membersihkan Mani

Sesuai dengan hukum islam bahwa ketika seseorang mengeluarkan mani, maka dirinya diwajibkan untuk mandi besar atau junub. Maka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membedakannya dengan mandi biasa. 

Mandi junub dimulai dengan membaca niat, Bun. Niat tersebut yaitu,

“Nawaitu gusla lirof il hadats-il akbari fardholillahi ta allaa.”

Artinya: Saya berniat untuk mandi besar, dengan tujuan untuk menghilangkan hadats besar, secara fardhu karena Allah S.W.T.

Kemudian, dianjurkan untuk membasuh telapak tangan sebanyak 3 kali. Dilanjut dengan menggosokan daerah kemaluan dengan sabun hingga area tersebut bersih. 

Setelahnya, wudhu dengan sempurna di tengah mandi junub. Baru membasuh area kepala, dengan jumlah 3 kali. Mulai dari pangkal rambut, membersihkan juga sela-sela rambut hingga terasa sampai kulit kepala.

Rangkaian mandi selanjutnya adalah dengan membasahi area tubuh bagian kanan dulu dan dilanjut dengan mengguyur bagian tubuh bagian kiri. Disarankan juga untuk membersihkan setiap area yang sulit untuk dijangkau, hingga setiap tubuh terbasuh dengan air dan sabun tanpa terkecuali. 

Cairan Madzi

Mengenai Madzi, ada pendapat dari Imam Al Haraiman (diungkapkan Imam Muhyiddin Syaraf An Nawawi) bahwa perbandingannya dengan laki-laki, perempuan saat terangsang akan menghasilkan madzi.

قَالَ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَإِذَا هَاجَتِ الْمَرْأَةُ خَرَجَ مِنْهَا الْمَذْيُ قَالَ وَهُوَ أُغْلَبُ فِيهِنَّ مِنْهُ فِي الرِّجَالِ

“Dikatakan oleh Imamul Haraiman, yakni perempuan yang terangsang akan mengeluarkan madzi. Beliau pun menambahkan perempuan bahkan dinilai umum menghasilkan madzi, kalau dibandingkan dengan laki-laki.” 

1. Ciri-ciri Madzi

Madzi merupakan cairan yang berasal dari kemaluan, berwarna bening dan lengket. Penyebabnya adalah ketika seseorang membayangkan hubungan seksual (tidak sampai melakukannya). Bisa juga dengan alasan bahwa seorang suami istri melakukan cumbuan, istilah lainnya bisa disebut dengan pemanasan atau foreplay

Madzi biasanya keluar tanpa disadari lho, Bun. Keluarnya juga tidak memancar seperti mani dan berbeda dari mani yang menyebabkan lemas. Madzi pada umumnya tidak menyebabkan  tubuh terasa lemas setelah keluarnya cairan tersebut. 

2. Cara Membersihkan Madzi

Berdasarkan Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Madjah dengan Sanad Hasan, dikatakan bahwa

“Cukup bagi seseorang yang mengeluarkan madzi untuk mengambil satu genggam air, lalu memercikkannya pada daerah pakaian yang mengenai air madzi itu.”

Jadi, beda ya Bun dengan mani yang wajib mandi besar. Mengeluarkan madzi hanya perlu membersihkan daerah yang terkena madzi saja dengan segenggam air. Terutama ketika madzi mengenai pakaian makan cukup memercikkan air ke daerah pakaian yang terkena madzi.

Karena madzi termasuk ke dalam najis, wajib hukumnya dibersihkan daerahnya dan berwudhu. 

Cairan Wadi

Sesuai dengan Al- Quran Surah Al-Ahzab ayat 53, Allah S.W.T berfirman bahwa,

“Allah tidaklah malu dalam menjelaskan hal yang benar.”

Maka, mempelajari perbedaan Madzi, Mani, dan Wadi ini tidaklah memalukan ya, Bun. Melainkan suatu hal yang benar, agar seseorang yang beriman, mengamalkan amalan sesuai dengan hukum Islam yang telah diajarkan. 

1. Ciri-ciri Wadi

Wadi ialah cairan berwarna putih keruh yang memiliki tekstur kental. Biasanya keluar setelah seseorang menyelesaikan hajat atau Buang Air Kecil. Bisa juga alasan lain karena perjalanan yang melelahkan. Yup, wadi inilah yang biasa disebut dengan keputihan untuk kaum perempuan. 

Perempuan biasanya akan mengeluarkan keputihan ketika dan keadaan lelah atau area kemaluan sudah tertutup terlalu lama, yang mengakibatkan pengap dan mengeluarkan wadi. 

Jika seseorang mengeluarkan air wadi ketika ia mempunyai wudhu, maka wudhu-nya tersebut dianggap batal. Seseorang tersebut harus wudhu lagi agar shalat sah. 

2. Cara Membersihkan Wadi

Wadi dibersihkan mirip dengan madzi ya, Bun. Cukup dengan mencuci daerah kemaluan serta pakaian yang terkena wadi. Dicuci hingga bersih ketika mengenai area kulit atau tubuh. Membersihkannya juga dari pakaian yang terkena.

Wajib hukumnya berwudhu lagi jika hendak menunaikan shalat ya, Bun. Agar ibadah sah dan dalam keadaan bersih. Tidak ada wadi yang menempel. 

Nah, itulah informasi singkat mengenai perbedaan madzi, mani, dan wadi. Dari segi penyebabnya pun berbeda-beda ya, Bun.

Maka penanganan atau cara membersihkannya pun berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya. Untuk mani, diwajibkan mandi besar ya, Bun. Sedangkan madzi dan wadi memiliki cara pembersihan yang sama.

Baca Juga: