Penulis: Farichatul | Editor: Aufia

Bunda memiliki masalah dengan gigi berlubang? Gigi yang memiliki lubang memang terasa sakit apalagi jika tidak langsung ditangani. Ketika lubang tidak segera ditambal maka bakteri-bakteri akan semakin meluas dan memperparah kerusakan. Gigi akan terus terasa nyeri dalam waktu yang tidak berkesudahan.

Lantas, bagaimana ya Bun cara menanganinya? Salah satu alternatif paling oke adalah dengan tambal gigi. Ingin tahu lebih jauh soal tambal gigi, langsung simak informasi di bawah ini!

Jenis Tambal Gigi

Ada beberapa jenis tambalan gigi yang akan ditawarkan oleh dokter, Bun. Apa saja ya? Setidaknya ada 5 jenis tambal gigi yang bisa Bunda pilih yaitu:

1. Tambalan Perak

Memiliki nama lain amalgam logam, bahan ini terbentuk dari kombinasi merkuri, timah, tembaga, dan perak. Bahan yang tahan lama, tambalan perak ini memiliki harga yang cenderung miring dan ramah di kantong. Tambalan ini memiliki ketahanan yang berbeda-beda, ada yang kuat untuk 5 tahun, ada pula yang mencapai 25 tahun.

2. Komposit

Tambal gigi yang berbahan partikel-partikel kaca serta resin akrilik dan kuarsa. Bahan untuk tambal gigi bertahan hingga 5 sampai 10 tahun.

3. Tambalan Emas

Bahan dasar emas, serta logam dan tembaga membuat tambal gigi yang satu ini cenderung mahal. Walaupun begitu, tambal gigi jenis ini memiliki ketahanan hingga 15 tahun lamanya. 

4. Lonomer Kaca

Tambalan gigi yang satu ini memiliki bahan akrilik serta kaca yang mempunyai kandungan fluorida yang mampu mencegah gigi berlubang kembali. Biasanya tambal gigi satu ini cocok untuk anak-anak.  

5. Porselen

Meskipun cenderung mahal, tambalan gigi yang satu ini punya tingkat kerapian yang nyaris sempurna. Tambalan akan dibuat di laboratorium setelah dokter gigi melakukan pengecekan kepada pasien. 

Prosedur Pengecekan Sebelum Tambal Gigi

Sebelum dilakukan penambalan terhadap gigi, perlu banget Bun dilakukan prosedur pengecekan agar tambal gigi berjalan dengan aman dan prosedurnya berhasil. Diantara pengecekan tersebut seperti:

    1. Apakah kondisi tengah hamil atau menyusui?
    2. Apa sedang mengkonsumsi obat?
    3. Apakah mempunyai alergi terhadap logam atau bahkan merkuri?

Selanjutnya dilakukan pengecekan untuk kondisi gigi dan menentukan metode apakah yang cocok untuk diterapkan? Faktor yang harus diperhatikan yakni:

    1. Kesehatan area mulut serta tubuh
    2. Tekanan untuk gigitan pada area gigi yang berlubang
    3. Kekuatan daya tahan gigi
    4. Faktor keindahan dan kerapihan tambalan gigi
    5. Kemampuan pasien dalam hal finansial

Jika semuanya sudah di cek, maka dokter gigi akan menjelaskan prosedur selanjutnya untuk tambal gigi kepada Bunda.

Prosedur Tambal Gigi

Secara singkat, ada dua tipe umum dalam prosedur menambal gigi nih Bun:

1. Tambal Gigi Secara Langsung

Dengan nama lain direct filling, prosedur yang satu ini dilakukan dengan membersihkan karang gigi Bunda terlebih dahulu, terutama di daerah lubang. Oh ya, tidak perlu khawatir nih Bun. Sebelum pembersihan tersebut, Bunda akan diberikan obat bius khusus untuk sekitar gigi.

Jadi, Bunda nggak akan merasa kesakitan ataupun merasa tidak nyaman. Ketika gigi telah bersih, dokter akan secara langsung menambal pada daerah gigi yang berlubang.

Persis sepertinya namanya, jadi prosedur ini memang cenderung ringkas, karena dilakukan dalam waktu singkat. Biasanya, jenis tambal gigi yang digunakan untuk prosedur yang satu ini adalah amalgam serta komposit.

Pada kasus tertentu, jika gigi yang berlubang cukup parah, maka akan ada treatment khusus juga Bun. Dokter akan membuat lapisan agar tambalan lebih kuat. Lapisan tersebut biasanya menggunakan bahan seperti resin komposit atau ionomer kaca. 

2. Tambal Gigi Secara Tidak Langsung

Indirect Filling atau tambal gigi secara tidak langsung akan dilakukan karena adanya beberapa faktor yang menjadi alasan kuat. Diantaranya saat lubang gigi teramat besar, serta struktur pada rongga-rongga gigi tidak mampu menampung tambalan gigi.

Oleh karenanya, tambalan gigi perlu untuk dicetak secara khusus. Menyesuaikan dengan ukuran dan bentuk pada rongga gigi milik Bunda.

Perawatan Setelah Tambal Gigi

Nah, ketika Bunda sudah selesai menangani gigi yang berlubang, perlu banget nih merawat tambalan gigi tersebut. Alasannya untuk mencegah adanya pembusukan atau persebaran pada daerah lainnya. Nggak mau kan, Bun? Yuk ikuti tips untuk perawatan tambal gigi di bawah ini!

    1. Konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang
    2. Konsumsilah makanan yang tak terlalu dingin, manis, asam, atau terlalu panas
    3. Bersihkan celah-celah pada gigi dengan benang gigi secara rutin
    4. Gosok gigi dengan pasta gigi khusus yakni yang mengandung fluoride, sebanyak dua kali sehari dan gosoklah secara lembut
    5. Periksakan gigi dengan jadwal rutin ke dokter
    6. Saat awal tambal gigi, jika tidak nyaman saat mengunyah gunakan bagian yang tidak ada tambalan gigi

Jika ada reaksi yang negatif terhadap tambalan gigi, seperti gatal-gatal, ruam, ataupun alergi, segeralah periksakan ke dokter ya Bunda!

Baca Juga: