Penulis: Mei Nurul | Editor: Aufia

Siapa disini yang suka rendang dan nasi pandang? Yup, kedua makanan khas Sumatera Barat tersebut memang sudah tak diragukan lagi kelezatannya. Namun, kali ini kita tidak akan berbicara tentang rendang ya Bund, melainkan rumah adat Sumatera Barat.

Sama seperti daerah lain di Indonesia, daerah yang dikenal sebagai Ranah Minang atau Minangkabau ini juga memiliki warisan budaya yang beragam. Mulai dari lagu daerah, seni tari, senjata tradisional, pakaian adat, hingga rumah adat. Selain sebagai identitas suku bangsa, masyarakat Sumatera Barat juga menggunakan rumat adat sebagai hunian dan tempat melangsungkan acara adat. 

Kira-kira apa saja ragam rumah adat Sumatera Barat? Yuk, kenalan lebih dalam tentang nama dan berbagai fakta uniknya lewat ulasan di bawah ini!

Ragam Rumah Adat Sumatera Barat

Yuk Intip Ragam Rumah Adat Sumatera Barat dan Fakta Uniknya

Seperti yang kita tahu, rumah adat Sumatera Selatan yang paling terkenal adalah Rumah Gadang. Tapi tahukah Bunda, di daerah asalnya sana, masyarakat Minang justru menyebutnya ‘Bagonjong’ karena ujung atapnya berbentuk lancip seperti ‘gonjong’. 

Lalu, apakah rumah adat Sumatera Barat hanya Gadang saja? Tentu tidak, dong! Ada berbagai jenis rumah adat Sumatera barat. Kita bahas satu-satu, yuk!

1. Rumah Gadang Gajah Maharam

Yuk Intip Ragam Rumah Adat Sumatera Barat dan Fakta Uniknya - Rumah Gadang Gajah Maharam

Sesuai namanya, rumah gadang yang satu ini diibaratkan seperti seekor gajah yang sedang mengeram. Rumah Gadang Gajah Maharam termasuk dalam kategori mewah, soalnya luas, kokoh dan megah bak istana kerajaan. Saking kokohnya, rumah ini tahan goncangan gempa, lho.

Karena itulah pembangunan rumah ini tak boleh sembarangan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

    • Wajib menghadap utara.
    • Dinding sisi timur, barat, dan selatan harus ditutup sasak.
    • Mempunyai 30 tiang penopang.
    • Atapnya terbuat dari seng dan bangunannya terbuat dari kayu berkualitas. Misalnya kayu juar, surian atau ruyung.

Rumah Gadang Gajah Mataram ini memiliki 4 kamar tidur yang pintunya didekorasi dengan ukiran khas Minangkabau. Umumnya berfungsi sebagai hunian dan tempat pernikahan maupun penyelenggaraan upacara kematian.

2. Rumah Gadang Surambi Papek 

Berbeda dari rumah gadang lainnya, rumah adat yang juga disebut Gadang Bapamokok ini punya keunikan di bagian pintu masuknya. Jika umumnya pintu masuk terletak di bagian depan rumah, pintu masuk/ papek/ bapamokok rumah ini terletak di bagian belakang rumah. Namun seiring berkembangnya zaman, beberapa Rumah Gadang Surambi Papek telah dimodifikasi sehingga punya pintu depan.

Selain itu, rumah gadang yang terdapat di daerah Luak, Kabupaten Agam ini juga memiliki pengakhiran/ motif sayap di sisi kanan dan kirinya.

3. Rumah Gadang Rajo Babandiang/ Gadang Bagonjong Limo

Rumah Gadang Rajo Babandiang bisa dengan mudah Bunda temukan di Luak Limo Puluah dan Payakumbuh. Bentuknya mirip Gadang Gajah Mataram, namun tidak ditambahi anjung.

Uniknya, rumah ini memiliki ciri khas berupa ‘ruang tambahan’ di sisi kiri atau kanan rumah. Alhasil bentuk rumahnya tidak simetris karena memiliki gonjong sebanyak lima buah di bagian atapnya. Itulah kenapa, rumah adat ini juga disebut sebagai Gadang Bagonjong Limo.

Selain itu, terdapat sederet penambahan tiang yang disebut dengan tiang babisiak. Unik sekali bukan!

4. Gonjong Anam

Yuk Intip Ragam Rumah Adat Sumatera Barat dan Fakta Uniknya - gonjong anam

Boleh dibilang Gonjong Anam memiliki bentuk dan desain yang paling modern dibanding rumah adat Minang lainnya. Bentuknya juga mirip Rumah Gadang Gajah Maharam. Namun, sudah dimodifikasi dengan penambahan ukiran-ukiran khas Minangkabau sehingga menjadi bangunan beranjung.

Sementara itu, salangkonya terbuat dari papan, bukan anyaman bambu seperti rumah gadang pada umumnya. Gonjong Anam juga dilengkapi banyak jendela supaya pencahayaan lebih maksimal.

5. Gonjong Ampek Baanjuang

Rumah adat Minangkabau yang satu ini wajib didirikan di Luhak Nan Tigo. Bukan tanpa alasan, sebab Gonjong Ampek Baanjuang merupakan identitas adat bagi masyarakat setempat.

Dalam Bahasa Minang, ampek artinya empat. Jadi, rumah adat ini memiliki 4 gonjong di atas atapnya. Ciri khas lainnya adalah terdapat lebih dari 7 ruangan di dalam rumah dan memiliki anjung yang terletak di sisi kiri dan kanan bangunan.

6. Rumah Gadang Batingkek (Bertingkat)

Yuk Intip Ragam Rumah Adat Sumatera Barat dan Fakta Uniknya - Rumah Gadang Batingkek (Bertingkat)

Tak kalah megah dari rumah adat Sumatera Barat yang lainnya, Rumah Gadang Batingkek ini bentuknya juga mirip Rumah Gadang Gajah Maharam. Bedanya terletak pada bentuk atapnya.

Batingkek’ dalam bahasa Indonesia artinya bertingkat. Yang dimaksud bertingkat adalah bentuk gonjong pada atapnya yang bertingkat-tingkat. Dulu, rumah adat ini bisa dengan mudah Bunda temukan di Kota Padang. Sayangnya semakin ke sini, semakin jarang ditemui.

7. Gonjong Sibak Baju

Last but not least, Gonjong Sibak Baju. Rumah adat ini dibangun mirip dengan bentuk belahan baju tradisional Sumatera barat. Materialnya berupa kayu dan sasak, dua material yang sering dipakai untuk menbangun rumah adat di Indonesia.

Struktur bagunannya hampir sama dengan Rumah Gadang Gajah Maharam. Itulah kenapa, bentuknya tidak berbeda jauh. Dan tahukah Bunda, sebagai salah satu rumah adat tertua di Indonesia, kini keberadaan Gonjong Sibak Baju sudah resmi dilestarikan?

Fakta Unik Rumah Adat Minangkabau

Yuk Intip Ragam Rumah Adat Sumatera Barat dan Fakta Uniknya 1

Nah, Bunda pasti tahu bukan bahwa rumah adat Sumatera Barat ini sangat unik? Bahkan bentuknya juga sangat beragam, lho! Selain bentuknya, adakah fakta-fakta unik lain dari rumah adat yang satu ini? Simak!

1. Berbentuk seperti perahu

Jika dilihat secara keseluruhan, bentuk rumah Gadang mirip seperyi perahu, ya kan Bund? Bagian bawahnya kecil, semakin ke atas semakin melebar. Rumah ini termasuk rumah panggung, fungsinya untuk melindungi penghuninya dari bahaya banjir dan serangan hewan liar.

2. Atap rumah sebagai lambang kemenangan

Tahukah Bunda kenapa atap rumah Gadang menjulang tinggi dan berbentuk mirip tanduk kerbau? Bentuk ini dipilih karena melambangkan kemenangan Suku Minang dalam perlombaan adu kerbau di Pulau Jawa pada masa lampau.

Selain itu, bentuk yang mengarah ke atas mengandung makna filosofi sebuah harapan untuk mencapai Tuhan.

3. Letak tiang rumah

Fakta menarik lainnya adalah tiang rumah yang ditumpu di atas batu datar yang kuat dan lebar, bukan ditanam di tanah. Hal ini bertujuan agar terlindungi saat terjadi gempa. 

Jika terjadi gempa, tiang akan bergerak di atas batu, hebatnya batu tersebut dapat meredam getaran. Sehingga tidak akan terjadi kerusakan yang parah.

4. Tiang utama berumur panjang

Meski memiliki banyak tiang, akan tetapi tiang utama rumah Gadang bisa berumur panjang, lho Bund! Penasan apa rahasianya? Karena kayu yang digunakan sebagai tiang utama terbuat dari pohon Juha yang direndam dalam kolam selama beberapa tahun. Alhasil,  bisa lebih kuat dan tahan hingga puluhan tahun.

 

5. Pola Ukiran

Keunikan lain rumah adat Sumatera Barat adalah dinding, pintu dan jendelanya yang dihiasi ukiran penuh makna. Umumnya, berbentuk bunga dan hewan dengan warna merah, kuning, biru, hitam, dan putih. Ukiran ini mencerminkan keselarasan masyarakat Minang dengan alam di sekitarnya.

6. Tidak menggunakan paku

Berbeda jauh dengan rumah pada umumnya, Rumah Gadang ternyata tidak menggunakan paku, lho! Sebagai gantinya, masyarakat Minang menggunakan pancang yang terbuat dari kayu. Meskipun demikian ternyata bangunannya tetap kuat dan dapat bertahan hingga puluhan tahun.

7. Hanya memiliki satu tangga

Rumah Gadang hanya boleh memiliki satu tangga dan terletak di bagian depan pintu masuk rumah. Tangga ini merupakan lambang kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

8. Jumlah kamar sesuai jumlah perempuan yang tinggal

Fakta unik terakhir adalah jumlah kamar yang menyesuaikan jumlah perempuan yang menempati rumah tersebut. Jika ada 3 perempuan yang tinggal, maka jumlah kamarnya juga harus tiga. Menarik banget kan, Bund!

Ternyata rumah adat Sumatera Barat cukup beragam dan sangat unik, ya! Eits… jangan lupa kenalkan ke si kecil ya, agar ia makin cinta tanah air!

Baca Juga: