Penulis: Aulia Elsa | Editor: Handa

Seperti yang kita tahu Bunda, di dalam agama Islam ada banyak bentuk ibadah yang bisa dilakukan baik wajib ataupun sunnah. Semua ibadah pun tentunya memiliki keutamaan masing-masing. Ibadah wajib yang ditunaikan umat Islam adalah shalat lima waktu.

Selain shalat wajib, terdapat shalat sunnah yang juga bisa dikerjakan, salah satunya adalah shalat sunnah rawatib. Karena hukumnya sunnah, maka jika mengerjakan akan mendapat pahala, namun jika tidak dikerjakan pun tidak akan mendapat dosa.

Bunda ingin melaksanakan shalat sunnah rawatib? Berikut tim Catatan Bunda ulas mengenai penjelasan, tata cara, serta bacaan niat shalat rawatib. Simak sampai ke bayah ya Bund!

Penjelasan dan waktu pelaksanaan shalat sunnah rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu atau shalat lima waktu. Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut shalat sunnah qobliyah. Sedangkan yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut shalat sunnah ba’diyah.

Mengenai waktu pelaksanaan shalat sunnah rawatib, ada sebuah hadits yang menjelaskannya. Hadits tersebut yaitu:

Ibnu Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu shalat fardhu hingga shalat fardhu dikerjakan, dan shalat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya shalat fardhu hingga berakhirnya waktu shalat fardhu tersebut.” (Al-Mughni 2/544)

Keutamaan shalat sunnah rawatib

Jika umat Islam melaksanakan shalat sunnah rawatib, makan akan dibangunkan rumah di surga oleh Allah SWT. Karena shalat sunnah rawatib merupakan penyempurna bagi shalat fardhu. Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang shalat (sunnah rawatib) 12 rakaat dalam sehari semalam, niscaya dibuatkan bagi mereka sebuah rumah di surga.” (HR Muslim)

Selain itu, shalat sunnah rawatib juga dianggap lebih baik dari dunia dan seisinya. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan sebuah hadits tentang shalat rawatib.

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” Dalam riwayat lain, “Dua rakaat sebelum subuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya.” (HR Muslim no. 725).

Jumlah rakaat shalat rawatib

Shalat rawatib terdapat pembagian berdasarkan shalat yang lebih diutamakan. Pembagiannya yaitu:

Shalat sunnah rawatib Muakkad

Shalat ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Jumlah rakaat shalatnya yaitu:

  • 2 rakaat sebelum shalat subuh
  • 2 atau 4 rakaat sebelum shalat zuhur
  • 2 atau 4 rakaat sesudah shalat zuhur
  • 2 rakaat sesudah shalat maghrib
  • 2 rakaat sesudah shalat isya

Ketentuan tentang rakaat shalat ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan An-Nasa’i.

Shalat sunnah rawatib Ghairu Muakkad

Sedangkan shalat sunnah ini tidak begitu ditekankan. Jumlah rakaat shalatnya yaitu:

  • 2 atau 4 rakaat sebelum ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam)
  • 2 rakaat sebelum maghrib
  • 2 rakaat sebelum isya

Niat shalat sunnah rawatib

Ada beberapa bacaan sesuai waktu dikerjakannya:

  • Niat shalat rawatib sebelum subuh

Usholli sunnatash subhi rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.”

  • Niat shalat rawatib sebelum zuhur

Ushalli sunnatadh shuhri rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah sebelum zuhur dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.”

  • Niat shalat rawatib sesudah zuhur

Ushalli sunnatadh dhuhri rok’ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah sesudah zuhur dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.”

  • Niat shalat rawatib sesudah maghrib

Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah sesudah maghrib dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.”

  • Niat shalat rawatib sesudah isya

Usholli sunnatal isyaa’i rok’ataini ba’diyatta mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah sesudah isya dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.”

Tata cara mengerjakan shalat rawatib

Cara melakukan shalat rawatib tidak jauh berbeda dengan melaksanakan shalat seperti biasanya, tata caranya yaitu:

  1. Membaca niat
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca Surat Al-Fatihah
  5. Membaca Surat Pendek
  6. Ruku dengan tuma’ninah
  7. I’tidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  11. Berdiri kembali untuk rakaat kedua
  12. Lakukan gerakan seperti rakaat pertama
  13. Tasyahud akhir
  14. Salam

Itulah bacaan niat dan tata cara shalat sunnah rawatib serta beberapa keutamaannya. Perlu dingat Bunda, shalat rawatib merupakan shalat munfarid artinya dikerjakan sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat Bund!

Baca juga: