Penulis: Farichatul | Editor: Aufia

Senjata tradisional adalah salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat tanah air. Pasalnya, senjata ini digunakan untuk kebutuhan sehari hari mulai dari berburu hingga melindungi diri dari serangan hewan buas maupun penjajah. 

Maka dari itu, tidak heran kalau setiap provinsi di Indonesia pasti memiliki senjata tradisionalnya masing-masing. Bahkan tidak jarang ada provinsi yang memiliki lebih dari satu senjata tradisional. Pengen tahu apa saja? Yuk, simak!

Senjata tradisional di 34 provinsi di seluruh Indonesia

1. Rencong (Nanggroe Aceh Darussalam)

senjata tradisional indonesia

Rencong adalah senjata tradisional masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sejak zaman Kesultanan Aceh pada abad ke-16. Senjata ini terdiri dari sarung senjata yang terbuat dari tanduk kerbau dan badan rencong yang terbuat dari kuningan atau besi putih. 

2. Kurambiak (Sumatera Barat)

senjata tradisional indonesia

Kurambiak atau kerambit adalah salah satu senjata tradisional masyarakat Minangkabau. Bentuk senjata ini memang kecil dan lebih mirip dengan pisau lipat. Tapi jangan salah, kurambiak atau kerambit sering digunakan dalam pertarungan jarak dekat karena senjata ini susah terlihat. 

3. Pedang Jenawi (Riau)

Senjata tradisional asal Riau yang berbentuk pedang ini kurang lebih sepanjang 1 meter. Pedang Jenawi didesain sedemikian rupa sehingga memiliki tingkat tebasan yang sama antara mata pedang sebelah kiri, kanan dan ujung pedang. Pada zaman penjajahan, pedang ini digunakan oleh para pejuang dari Riau untuk melawan Belanda. 

4. Golok (Betawi)

senjata tradisional indonesia

Golok adalah senjata khas masyarakat betawi dan sunda yang hingga kini masih digunakan sebagai alat berkebun atau ditampilkan dalam berbagai acara kesenian. Menurut catatan Sanghyang Siksa Karesian, pada zaman dahulu golok merupakan senjata yang digunakan oleh para raja. 

5. Keris (Jawa)

senjata tradisional indonesia

Keris adalah salah satu senjata tradisional Indonesia yang paling terkenal. Bentuknya bilahnya yang unik berkelok-kelok serta ukiran di bagian pangkal dan sarungnya membuat keris bukan hanya menjadi senjata biasa melainkan juga menjadi karya seni yang hingga kini masih diperhitungkan. 

Tidak hanya itu, keris seringkali juga dijadikan sebagai pelengkap ubo rampe upacara keagamaan sehingga tidak heran jika senjata tradisional ini juga dikenal karena kemistisannya. Meskipun disebut-sebut berasal dari pulau Jawa, namun senjata ini banyak digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah mulai dari Bali hingga Filipina.

6. Celurit (Jawa Timur)

Salah satu senjata iconic dari Pulau Jawa dan Madura adalah celurit atau arit. Desain celurit cukup sederhana karena memang fungsi awalnya hanyalah sebagai alat berkebun. Celurit hanya terdiri dari bilah, gagang dan sarung serta seringkali diselipkan di dekat tulang rusuk.

7. Sumpit (Dayak/ Kalimantan)

Mari beranjak ke Pulau Kalimantan. Jika senjata tradisional di atas adalah senjata yang cocok untuk pertarungan jarak dekat, maka senjata tradisional satu ini terkenal ditakuti karena acap kali menjadi senjata jarak jauh yang mematikan. 

Sumpit adalah senjata khas Suku Dayak yang terbuat dari kayu ulin sepanjang 2 meter dengan diameter 2-3 centimeter. Cara penggunaannya adalah dengan ditiup. Tidak jarang, sumpit dilengkapi dengan anak sumpit yang sudah dibubuhi racun untuk menewaskan lawan dengan cepat. Dengan ditambah kepiawaian masyarakat dayak dalam bersembunyi, maka tidak heran jika senjata ini menjadi salah satu senjata yang paling ditakuti oleh penjajah kolonial Belanda. 

Senjata Tradisional Lain

Selain ke-7 senjata tradisional di atas, berikut ini daftar senjata tradisional khas Indonesia yang lain:

  1. Tulup (Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur).
  2. Kawali (Sulawesi Selatan).
  3. Kalawai (Maluku).
  4. Piso Gaja Dompak (Sumatera Selatan).
  5. Badik Tumbuk Lado (Jambi dan Kepulauan Riau).
  6. Terapang (Lampung).
  7. Mandau (Kalimantan Utara).
  8. Hujor (Sumatera Utara).
  9. Parang (kepulauan Bangka Belitung).
  10. Keris Bujak Baliung (Kalimantan Selatan).
  11. Dohong (Kalimantan Tengah).
  12. Kujang (Jawa Barat).
  13. Wamilo (Gorontalo).
  14. Pasatimpo (Sulawesi Tengah).
  15. Peda (Sulawesi Utara).
  16. Parang Sawalaku (Maluku Utara).
  17. Busur dan Panah (Papua dan Papua Barat).

Senjata tradisional dulunya digunakan sebagai alat melawan penjajah. Tapi sekarang masih digunakan mulai dari berburu maupun koleksi. Hindari penggunaan senjata untuk hal-hal yang dilarang agama dan Undang-Undang Republik Indonesia, ya!

Baca Juga: