Penulis: Diana Islami | Editor: Handa

Suami tentu menjadi pemimpin dan panutan dalam keluarga karena berperan penting sebagai kepala rumah tangga. Layaknya seorang pemimpin, maka sikap dan kepribadiannya tentu menjadi panutan untuk keluarga, baik untuk Bunda ataupun anak-anak. Sikapnya berpengaruh besar terhadap anggota keluarganya terkhusus terhadap istrinya.

Seorang wanita diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk yang bengkok dan berada dekat dengan hati juga untuk dicintai. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, dia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.” (HR. Muslim)

Karenanya, suami harus lebih berhati-hati ketika bersikap. Karena bisa jadi sikapnya akan berdampak buruk terhadap ketenangan keluarga, terutama terhadap istrinya yang merupakan teman hidupnya. Berikut ini sikap suami yang menyakitkan hati istri yang Catatan Bunda rangkum agar bisa dihindari oleh suami supaya tidak menyakiti istri, yaitu:

1. Suami Tidak Perhatian

Istri mengurus perkara rumah bahkan ada yang sampai rela bekerja di luar rumah untuk membantu menambahkan pendapatan keluarga untuk hidup.

Menjadi hal yang menyakitkan jika suami tidak pernah memberikan rasa kasih sayang dan perhatian kepada istri.

Ayah bisa memberikan pujian kepada Bunda juga ya. Bukan berarti menandakan bahwa istri selalu meminta untuk selalu dimanja.

Namun, sebenarnya tindakan-tindakan seperti itulah yang tidak boleh absen dilakukan ketika sedang bersama dengan istri untuk memupuk rasa kasing sayang diantara keduanya.

2. Suami Tidak Sabar dan Mudah Emosi

Membentak istri karena ketidaksabaran suami menghadapi istri hanya akan membuat wanita semakin lemah. Bentakannya hanya akan membuat hati dan perasaanya terluka sekaligus memudahkannya untuk terjatuh sakit. Terlebih wanita, Ia mempunyai rasa yang lebih peka, sensitif, detail dibanding pria.

Kadang sifatnya bertolak belakang dengan pria yang membuat suami harus sabar menghadapi istrinya. Lalu bagaimana jika istri sudah terlewat batas?

Ayah bisa bicara dari hati ke hati dengan perkataan lembut, kepala dingin diiringi hati yang tenang. Jangan sampai intonasi dan nada bicara ayah menyakiti Bunda ya.

3. Istri Tidak Diberikan Kesempatan untuk Menyampaikan Pendapat

Meskipun suami adalah pemimpin keluarga, tapi bukan berarti istri atau anak-anak dilarang berpendapat serta menjadi dominan dan harus mengikuti satu arah dari keputusannya saja.

Padahal dalam rumah tangga, istri menjadi partner suami agar bisa bertukar pendapat dan saling melengkapi satu sama lain.

Istri ditakdirkan oleh Tuhan untuk suami sebagai penolong dan tempat berbagi suka duka, jadi wajar jika suami harus melibatkan istri juga dalam proses pengambilan keputusan.

Istri dikenal lebih peka dan tajam tentang sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh suami. Jadi berilah kebebasan istri berpendapat untuk memajukan keluarga ya, karena itu tidak akan menurunkan harga diri seorang suami.

4. Suami Merendahkan Istri atau Membandingkan dengan Orang Lain

Jika istri belum menjadi apa yang suami inginkan dalam segi fisik, akademik, finansial, kemampuan, atau hal lainnya, janganlah sekali-kali merendahkannya. Hal ini bisa membuat istri merasa insecure dan kurang percaya diri.

Terimalah istri apa adanya, jika suami ingin mengajak berkembang, bicaralah secara baik-baik, lemah lembut, dan pilihkan kata-kata kritik yang tidak menyakiti hatinya. Jangan pula bandingkan istri dengan wanita lain, karena hal ini bisa menyakiti hatinya.

5. Suami Bersikap Kasar sampai Main Tangan

Seorang suami harus ingat bahwa kekerasan bukan hanya ditunjukan dengan sikap kasar tetapi juga tindakan non verbal,  seperti memberikan kata-kata kasar kepada istri.

Istri adalah wanita yang memiliki hati yang lunak. Sangat tidak diperbolehkan apalagi jika kasarnya tersebut sudah sampai kepada tahap main tangan.

Main tangan dengan kasar kepada istri karena mungkin ada kesalahan yang diperbuat bukanlah karakteristik seorang pemimpin rumah tangga. Jangan sampai kekerasan merusak keharmonisan rumah tangga yang selama ini sudah dibangun, ya.

6. Suami Selingkuh

Siapa wanita yang ingin diselingkuhi? Pasti tidak ada. Jika memang hal tersebut sudah terjadi, bertobatlah. Ingat ada istri yang sudah menemani Ayah dari 0.

Ingat ada anak-anak yang masih membutuhkan perhatian Ayah dan Bunda untuk perkembangan dirinya. Jangan sampai perselingkuhan merusak kebahagiaan rumah tangga yang sudah dibangun lama.

Sebaiknya bicarakan soal perselingkuhan ini empat mata kepada istri secara terbuka, sampaikan alasan mengapa Ayah berselingkuh. Cobalah renungi solusinya bersama dan yakinkan istri untuk memberikannya kesempatan kedua dan tinggalkan selingkuhan itu.

Itulah beberapa tindakan suami yang bisa menyakiti hati istri. Meskipun Ayah sedang ada di puncak kemarahan, cobalah untuk bisa mengontrol diri dan usahakan tidak melakukan tindakan yang bisa menyakiti hati istri. Tenangkan diri terlebih dahulu, kemudian kembali bicarakan jika Ayah sudah merasa lebih baik.

Baca juga: