Penulis: Aliftya | Editor: Handa

Di Indonesia, campak pada anak bisa dibilang merupakan salah satu penyakit yang umum ditemui. Permasalahannya, bukan hanya mudah menular, penyakit yang satu ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Data dari Mayo Clinic bahkan menyebutkan jika campak bisa membunuh 100 ribu orang per tahun, di mana sebagian besar adalah anak dan balita.

Nah, lalu bagaimana cara mengatasi campak pada anak ini, ya? Bagaimana pula cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit tersebut? Yuk, cari tahu info lengkapnya lewat rangkuman Catatan Bunda berikut ini.

Cara Mengatasi Campak

Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk campak, baik pada bayi maupun orang dewasa. Virus dan gejala penyakit ini bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar dua sampai tiga minggu. Namun, untuk mengurangi tingkat keparahannya, Bunda bisa menerapkan hal tersebut:

1. Memperbanyak Istirahat

Kunci mengatasi campak pada anak maupun orang dewasa adalah dengan memperbanyak istirahat. Untuk itu, pastikan anak mengurangi aktivitas fisik dan bermainnya untuk sementara waktu. Biarkan mereka beristirahat agar sistem kekebalan tubuhnya semakin kuat untuk melawan infeksi virus yang berkembang.

2. Membatasi Kontak dengan Lingkungan

Lantaran penyakit ini mudah menular, maka isolasikan anak untuk sementara waktu dari teman-temannya. Pisahkan pula si kecil dari saudaranya, terutama yang masih bayi dan belum menerima imunisasi campak. Lebih jauh, pisahkan semua peralatan mandi maupun makan yang digunakan untuk meminimalisir adanya penularan.

3. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Perhatikan asupan makan si kecil. Makanan yang bergizi tentu memegang peranan penting untuk mengatasi campak pada bayi dan anak. Jangan lupa berikan pula vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, tapi pastikan kalau sebelumnya sudah berkonsultasi dengan dokter anak ya, Bunda.

4. Tak Perlu Ragu untuk Mandi

Tak sedikit orang yang berpandangan bahwa bayi dan anak yang terkena campak tidak boleh terkena air karena akan memperparah bercak merah di kulitnya. Faktanya, setelah anak sudah tidak demam, orangtua dapat memandikan mereka seperti biasa.

Namun, pastikan jika muda memakaikan sabun yang tidak mengiritasi kulitnya. Lalu, keringkan tubuh si kecil dengan handuk lembut dan berikan bedak khusus gatal untuk badannya.

5. Konsumsi Banyak Air Putih

Seseorang yang terkena campak biasanya akan mengalami demam tinggi yang mana akan menguras cairan dan elektrolit tubuh. Untuk itu, agar tidak dehidrasi dan memperparah gejala, minumlah air putih yang banyak.

6. Minum Obat Pereda Nyeri

Untuk menurunkan demam, Bunda bisa memberi obat penurun demam, seperti paracetamol. Namun ingat, pastikan pemberian obat dilakukan di bawah pengawasan dokter ya, Bunda.

Cara Mencegah Campak

Berikut hal-hal yang perlu Bunda lakukan sebagai upaya pencegahan, yaitu:

1. Imunisasi atau Vaksinasi

Pencegahan utama pada campak bisa dilakukan dengan cara imunisasi campak dan MMR. Imunisasi campak sendiri dilakukan pada saat anak berusia 9 bulan, lalu dilanjutkan dengan vaksin MMR—yang merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak, gondongan, dan rubella—pada usia 15 bulan dan diulang pada usia 5 tahun.

Namun perlu diketahui bahwa vaksin MMR tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. Nah, kalau Bunda sendiri belum mendapatkan vaksin MMR, lakukan imunisasi MMR minimal satu bulan sebelum merencanakan kehamilan.

2. Pemberian Serum Imun Globulin

Pemberian serum ini dapat dilakukan pada perempuan hamil, bayi, dan seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ketika diberikan dalam waktu enam hari setelah terpapar virus, serum antibodi ini dapat mencegah atau meringankan gejala campak yang ada.

Demikian ulasan mengenai cara mengatasi dan mencegah campak. Jika si kecil mengalami sejumlah gejala tersebut dan tak kunjung membaik, segera bawa ke rumah sakit agar bisa mendapat penanganan yang tepat ya, Bunda!

Baca juga:

Sumber

Alodokter. (2019). Pencegahan Campak. www.alodokter.com

Hello Sehat. (2021). Campak. www.hellosehat.com

Kompas. (2020). Anak Terkena Campak, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua? www.kompas.com

Mayo Clinic. Measles. www.mayoclinic.org