Penulis: Farichatul | Editor: Aufia

Ada banyak faktor yang berpengaruh pada keberhasilan program hamil, salah satunya adalah kesuburan pria. Namun, beberapa pria menagalami kelainan morfologi sperma yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan pria. Dalam medis, kondisi ini disebut sebagai teratozoospermia.

Teratozoospermia mengakibatkan sperma tidak bisa membuahi sel telur sehingga kemungkinan seorang wanita bisa hamil saat dibuahi sperma yang seperti ini sangat kecil.

Bunda ingin memepelajari lebih jauh mengenai teratozoospermia? Yuk, belajar bareng-bareng lewat ulasan di bawah ini!

Apa Itu Teratozoospermia?

Teratozoospermia adalah peningkatan jumlah sel sperma yang memiliki kelainan pada bentuknya. Akibatnya, sperma tersebut tidak bisa membuahi sel telur atau mengalami penurunan tingkat kesuburan pada pria. 

Sperma adalah cairan yang mengandung sel-sel reproduksi laki-laki. Morfologi sperma terdiri dari bagian kepala dan ekor. Kepala sperma berisi sitoplasma yang padat akan kromosom. Tugasnya adalah untuk menembus sel telur saat pembuahan. Adapun ekor sperma adalah alat gerak yang membuat sperma bisa bergerak dengan bebas. 

Sebuah sperma dikatakan sebagai sperma normal apabila kepalanya berbentuk oval dengan diameter 2,5 sampai 3,5 mikron dengan panjang tengah dan ekor sepanjang 50 mikron. Kelainan pada kepala sperma akan membuat sperma gagal menembus sel telur sementara kelainan pada ekor akan membuat sperma tidak bisa bergerak bebas. Kelainan pada ukuran dan bentuk inilah yang kemudian disebut sebagai teratozoospermia. 

Menurut Ingenes, apabila ada 4% sampai 15% dari total sperma yang merupakan sperma normal, maka laki-laki tersebut terkena teratozoospermia sedang. Akan tetapi, jika jumlah sperma normal hanya kurang dari 4%, maka pria tersebut menderita teratozoospermia parah.

Penyebab Teratozoospermia

Sejauh ini penyebab teratozoospermia masih belum diketahui. Namun, kemungkinan besar kelainan pada bentuk sperma ini diakibatkan oleh kombinasi dari beberapa hal seperti:

  1. Ketidakseimbangan hormon testosteron.
  2. Diabetes.
  3. Kegemukan. 
  4. Bekerja di tempat yang dekat dengan api atau panas terus menerus.
  5. Vasektomi.
  6. Varikokel.
  7. Kegemukan.
  8. Merkokok.
  9. Kelelahan.
  10. Kurang tidur. 
  11. Penggunaan celana yang ketat.
  12. Alkohol dan Narkoba.
  13. Usia.
  14. Penyakit Crohn.
  15. Perawatan kanker.
  16. Penyakit Hodgkin.
  17. Penyakit Coeliac.

Dampak Teratozoospermia Pada Bayi Cacat Lahir

Boleh dibilang kemungkinan bayi yang cacat lahir karena dibuahi dengan sperma yang memiliki kelainan bentuk sangatlah kecil. Hal ini karena biasanya sperma yang berhasil menembus dan membuahi sel telur adalah sperma yang paling cepat bergerak dan memiliki kualitas kepala yang bagus. 

Kalaupun sperma yang mengalami kelainan berhasil membuahi sel telur, biasanya perkembangan janin tersebut tidak akan sukses sehingga janin belum sempat berkembang menjadi bayi. 

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang menderita sperma abnormal memilih untuk melakukan bayi tabung. Alasannya adalah pada prosedur ini, sperma langsung disuntikkan untuk membuahi sel telur sehingga tidak perlu berjuang melawan sperma lainnya lagi. 

Akan tetapi, kalau Bunda memikirkan prosedur bayi tabung ini sebagai alternatif fertilisasi, sebaiknya Bunda memeriksakan kualitas sperma yang akan disuntikkan terlebih dahulu. Sebab, apabila morfologi sperma yang disuntikkan tidak normal, ada kemungkinan kalau bayi yang Bunda kandung nantinya akan cacat lahir. 

Mengatasi Teratozoospermia

Obat untuk mengatasi teratozoospermia hingga saat ini masih belum bisa dipastikan. Namun, kalau suami Bunda ingin segera bisa mengatasi hal ini, sebaiknya mengkonsumsi obat anti estrogen, vitamin C dan vitamin A untuk membantu meningkatkan kesuburan. 

Selain itu, pastikan dia mempunyai istirahat yang cukup, tidak memakai celana ketat, rajin berolahraga, mengurangi konsumsi rokok, berhenti minum alkohol dan narkoba serta mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Baca Juga:

Sumber

Ingenes. Teratozoospermia. ingenes.com

Alo Dokter. (2016). Apa saja yang bisa menyebabkan teratozoospermia? alodokter.com

Klik Dokter. (2019). Seputar Teratozoospermia. klikdokter.com