Penulis: Aulia Elsa | Editor: Handa

Pernahkah Bunda mendengar tentang obat Utrogestan? Obat ini mengandung hormon progesteron buatan yang penting untuk perempuan selama masa kehamilan. Hormon progesteron diproduksi secara alami dalam tubuh perempuan yang berfungsi mengatur siklus menstruasi.

Obat ini juga salah satu serep obat yang diberikan dokter ketika Bunda tidak menghasilkan hormon progesteron yang cukup selama menjalani program kehamilan. Utrogestan biasanya tersedia hanya dengan resep dokter.

Manfaat Utrogestan

Pada dasarnya, obat ini memiliki fungsi utama untuk merangsang pelepasan sel telur yang matang, memelihara sel telur yang dibuahi, serta meningkatkan pertumbuhan dinding rahim.

Obat ini juga dibutuhkan untuk perempuan yang memiliki masalah kesuburan, gangguan siklus menstruasi, menopause, dan penguat kandungan karena bisa mengurangi resiko keguguran.

Dosis Utrogestan

Umumnya obat utrogestan tersedia dalam dua jenis obat, yaitu jenis oral yang berupa kapsul dengan ukuran 100 dan 200 mg, serta jenis vaginal yang bentuknya kapsul dengan ukuran 200 mg. Untuk orang dewasa, dosis Utrogestan yang dianjurkan adalah:

  • 100 mg dua kali sehari menjelang waktu tidur selama 12 hari dari hari ke-15 sampai hari ke-26 siklus menstruasi, atau
  • 100 mg sekali sehari saat menjelang tidur pada hari pertama hingga ke-25 siklus menstruasi

Umumnya dosis obat setiap orang memang berbeda-beda tergantung usia, seberapa tingkat keparahan penyakit, bagaimana respon tubuh terhadap obat, serta kondisi Bunda secara menyeluruh. Yang terpenting adalah Bunda tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsinya.

Efek Samping Utrogestan

Seperti obat-obatan pada umumnya, Utrogestan juga memiliki efek samping pada beberapa orang yang mengkonsumsinya. Namun setiap orang memiliki tingkat keparahan dan gejala yang bervariasi. Efek samping yang ditimbulkan dari obat utrogestan yaitu:

  • Sakit kepala
  • Keputihan
  • Perubahan volume pendarahan saat menstruasi

Selain itu, efek samping lain yang jarang muncul yaitu:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Gatal
  • Mual dan muntah
  • Sembelit atau diare
  • Payudara terasa nyeri
  • Muncul jerawat
  • Tidak enak badan

Seperti yang dikatakan sebelumnya, efek samping yang dialami setiap orang berbeda-beda dan tidak semua orang mengalaminya. Namun bila efek samping yang dirasakan semakin parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau apoteker.

Kontraindikasi Utrogestan

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan membuat kondisi justru semakin parah, sebaiknya ketahui dulu kontraindikasi dari obat tersebut. Beritahu dokter apa saja riwayat penyakit Bunda ketika sedang berkonsultasi, sehingga dokter bisa memberikan resep obat yang sesuai. Hindari penggunaan Utrogestan jika Bunda:

  • Alergi terhadap kedelai, progesteron, dan obat lainnya
  • Memiliki riwayat gangguan ginjal, hati, jantung, hipertensi, asma, diabetes, dan depresi
  • Mengalami pendarahan vagina yang tidak biasa
  • Mengalami pendarahan di otak
  • Menderita gatal-gatal parah
  • Mengalami aborsi tidak sempurna
  • Porphyria
  • Punya riwayat penyakit thrombophlebitis

Bunda, itulah penjelasan mengenai obat Utrogestan mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan kontraindikasi. Karena obat ini tergolong obat keras dan hanya bisa diberikan sesuai resep dokter, sebaiknya Bunda konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengkonsumsinya.

Baca juga: